Mau nuntut kemana niiih, Semuanya Lepas Tangan
Diposkan oleh Koidul Khair On 4/23/2018 04:23:00 PM with No comments
Serang, Bantencom - Zaman sekarang karyawan tak lagi menerima gaji di perusahaan secara tunai, salah satu nya seperti Bahtiar rifai yang menetap di kampung batu kurung desa panyabrangan kecamatan Cikeusal.Banten. pria yang akrab di panggil tiar bermaksud untuk mengambil uang tunai di mesin ATM ( Automatic Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang melayani nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia .
Siang itu tepat pukul 10.30 wib waktu setempat menjelang sholat jum'at situasi tidak begitu ramai hanya mengantri sekitar lima menit saja ia melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM BRI yang biasa di gunakannya, sejumlah uang yang di tarik berjumlah Delapan belas lembar uang pecahan seratus ribu rupiah ada satu lembar yang nampak tidak biasa setelah menghitungnya, terdapat robekan di beberapa bagian tengah dan di bagian sisi kiri uang tersebut, namun saat melakukan penukaran kepada bank rakyat Indonesia hanya uang yang bagus saja yang di terima meski uang yang robek tersebut berasal dari mesin atm bank tersebut yang tak jauh dengan tempat tinggalnya sekitar pasar pamarayan tepatnya kampung bojong loa Desa pamarayan kecamatan pamarayan.
“maaf pak kami dari pihak bank tidak melakukan pengisian saldo mesin atm bapak bisa melakukan penukaran uang yang robek kepada vendornya langsung, ujar salah satu pegawai bank tersebut menanggapi pengajuan bahtiar”
Kejadian seperti ini bukan hanya kali pertama terjadinya di stm tersebut, pernah ada satu nasabah yang mengalami hal yang sama dan di bantu oleh nasabah lainnya mengadakan komplain untuk minta digantikan uang yang robek kepada vendor pengisian mesin atm bank terkait, namun pihak vendor pun tak memberi respon baik, bahkan menolak penukaran uang tersebut menurut salah satu petugas keamaan setempat”.Hingga berita ini dirilis bukti penarikan dan uang yang robek tersebut masih di simpan rapih oleh bahtiar korban uang robek, besar harapannya agar hal seperti ini tidak terjadi kembali, akan tetapi yang jadi pertanyaannya kepada siapa kita harus menuntut ??? ujar si korban . (BC2)
Siap-siap aja Sim Cardnya Terblokir, Hari ini Terakhir Looh Regustrasinya
Diposkan oleh Koidul Khair On 2/28/2018 08:53:00 PM with No comments
Bantencom - Hari ini rabu (28/2) tepat akhir bulan sesuai keputusan dari batas waktu yang telah ditetapkan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang registrasi ulang nomor hanphone (Sim Card) Prabayar untuk meregistrasikannya kembali.
"Blokir itu bisa dilakukan per 1 maret 2018 atau besok. Kita udah bicara sama operator terkait hal ini," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo, Ahmad M. Ramli di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Rabu (28/2).
Ratusan Warga Rela Antre Untuk mendapat Beras dan Gula
Diposkan oleh Koidul Khair On 3/24/2017 09:36:00 AM with 1 comment
SN Digadang Melenggang Kembali Ke Kursi Singgasana Lamanya
Diposkan oleh Koidul Khair On 11/25/2016 09:29:00 AM with 1 comment
Ini alasan pemerintah berencana akan pecat PNS
Diposkan oleh Koidul Khair On 5/31/2016 01:47:00 PM with 1 comment
Tarif Dasar listrik besok naik lagi
Diposkan oleh Koidul Khair On 5/31/2016 01:43:00 PM with 1 comment
Dirut PLN Sofyan Basir menyatakan, nilai tukar rupiah yang lemah meningkatkan komponen biaya bahan bakar pembangkit listrik. Untuk mengimbangi kenaikan bahan bakar, PLN harus menyesuaikan harga.
’’Biayanya naik tipis. Sebab, komponen milik kami, yaitu pembangkit listrik yang menggunakan BBM, kecil sekali,’’ ujarnya.
Ada tiga faktor yang menentukan besaran tarif dasar listrik (TDL). Yakni, nilai tukar atau kurs, inflasi, dan harga minyak. Nilai tukar menjadi faktor yang besar karena PLN harus membeli listrik dari penyedia swasta atau independent power producer (IPP). ’’Kami bayar ke IPP pakai dolar,’’ terangnya.
Mantan Dirut BRI itu tidak membuka angka pasti besarnya kenaikan TDL bagi 12 golongan pengguna listrik. Meski demikian, pengguna tarif listrik bersubsidi, khususnya pelanggan listrik berdaya 450 VA dan 900 VA, dipastikan masih menggunakan tarif yang lama.
Kepala Divisi Niaga Benny Marbun berjanji, pengumuman kenaikan tarif baru dilansir secara resmi pada Selasa sore hari ini (31/5).
Alasannya, PLN tidak ingin pelanggan berspekulasi dengan terburu-buru membeli token listrik prabayar atau justru menundanya. ’’Ya, ada perubahan (tarif). Besarannya diumumkan besok sore (hari ini, Red),’’ ujarnya.
Sementara itu, komitmen PLN untuk memperbanyak pembangkit dengan energi baru terbarukan (EBT) ditunjukkan dengan penandatanganan power purchase agreement (PPA) 73,6 mw dan excess power 42 mw di Sumatera.
Dengan demikian, total kapasitas pembangkit yang baru dibeli di Sumatera mencapai 115,6 mw. PLN juga menandatangani kesepakatan pengembangan EBT sebesar 14,7 mw.
Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin menyatakan, tambahan daya tersebut membantu pemenuhan kebutuhan listrik Sumatera yang mencapai 5.250 mw. ’’Semoga dalam waktu dua tahun, pembangkit sudah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan,’’ jelasnya.
Sampai akhir Mei, pembangkit EBT yang terbangun cukup banyak. Pembangkit minihidro dengan kapasitas kurang dari 10 mw, misalnya, sudah beroperasi dengan kapasitas pembangkitan 115 mw di 31 lokasi. Selain itu, ada 18 pembangkit minihidro yang berdaya 130 mw masih dibangun.
Di sistem kelistrikan Sumatera, 35,7 persen dipenuhi pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar gas dan 32,6 persen dipenuhi PLTU berbahan bakar batu bara.
Selain itu, pembangkit listrik tenaga air menyumbang 16 persen, panas bumi baru mencapai 2,7 persen, dan sisanya masih menggunakan bahan bakar minyak.(Bc2)
Pepaya Calofornia Banten Jadi Komoditi Ekspor
Diposkan oleh Ridwan Salba On 5/26/2016 06:24:00 PM with 1 comment
Cairkan Cek Yang Diblokir, Bjb Diadukan Ke Polisi
Diposkan oleh Edi Santosa On 5/17/2016 08:49:00 PM with No comments
Serang-bantencom- Bank Jabar Banten (bjb) Cabang khusus Banten diadukan ke pihak berwajib karena dianggap lalai dan ceroboh mencairkan cek yang sudah diblokir oleh pemiliknya, "Jauh -jauh hari sy sudah mengajukan permohonan agar cek yang saya keluarkan, tapi Bjb tetep mencairkan cek tersebut. Saya menduga ada unsur kesengajaan dari oknum Bjb dan bekerja sama dengan pemegang cek", ujar Nanang Iskandar di ruang Krimsus Polda Banten.
Nanang mengatakan bahwa pada tanggal 29 Febuari 2016 telah mengirim surat ke bjb agar cek yang dikeluarkan untuk di blokir. Pada saat itu, customernya service Bjb bernama Moko yang menerima surat pernyataan dan langsung mengadakan pemblokiran. "Pak Moko waktu itu langsung memutar monitor komputer dan memperlihatkan ke saya tentang pemblokiran yang sudah dilakukan, saya lihat memang sudah diblokir", lanjut Nanang.
Pada tanggal 29 Febuari, Nanang memblokir cek dengan nomor CAA1 059986 dan CAA1 059987. Namun pada tanggal 8 April Bjb cabang khusus Banten tanpa pemberitahuannya kepada pemilik langsung mencairkan cek nomor CAA1 059986 yang bernilai Rp 1.218.385.000. penarikan dengan cara memindah bukukan ke nomor rekening lain. Pada hari itu juga, Nanang langsung protes ke pihak Bjb agar pencairan cek dibatalkan dengan cara memblokir rening yang dituju, namun pihak Bjb tidak mengindahkan dan terkesan membiarkan kesalahan terjadi.
Selain menduga ada permainan antara oknum Bjb dengan pemegang cek, Nanang juga sangat menyayangkan pihak Bjb tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap pemilik cek. Pada umumnya ketika cek akan dicairkan pihak bank akan menginformasikan ke pemilik. Apalagi nominal uang yang ada di cek tersebut tidak sedikit.
Kekecewaan Nanang juga disebabkan karena sampai saat ini tidak ada itukat baik dari Bjb khusus cabang Banten untuk bertanggung jawab atas kelalaian petugas. "Saya sebenarnya sudah ingatkan Bjb, kalau sampai batas waktu yang sebulan pihak Bjb tidak dapat menyelesaikan persoalan ini saya akan melakukan langkah hukum, dan hari ini saya akan melaporkan ke polisi", lanjut Nanang.
Jelang RUPS PT.BGD, Rano Karno Matangkan Konsep Perubahan Direksi
Diposkan oleh Ridwan Salba On 3/31/2016 03:50:00 PM with No comments
Tingkatkan Tax Ratio, Presiden Joko Widodo Instruksikan Menkeu, DJP dan DJBC Perbaiki IT
Diposkan oleh Ridwan Salba On 3/23/2016 06:04:00 PM with No comments
DJP, 2.000 PMA di Indonesia Selama 10 tahun Tidak Membayar Pajak
Diposkan oleh Ridwan Salba On 3/23/2016 05:57:00 PM with No comments
Pengrajin Gerabah Butuh Dukungan Pemerintah
Diposkan oleh Ridwan Salba On 3/05/2016 04:25:00 PM with No comments
PPN 10 Persen, Pedagang Daging Ancam Mogok Nasional
Diposkan oleh Ridwan Salba On 1/22/2016 04:24:00 PM with No comments
Jamkrida Harus Fasilitasi Pelaku UMKM
Diposkan oleh Ridwan Salba On 1/20/2016 10:36:00 PM with No comments
"Harus ada program yang mendukung para pelaku usaha dalam modal dan pemasarannya. ini yang harus diperhatikan," ungkapnya.
BI Bangun Gedung Dengan Konsep Smart Building
Diposkan oleh Ridwan Salba On 1/18/2016 10:19:00 PM with No comments
Gas 12 Kg Turun, Pengusaha Gas Mengaku Rugi
Diposkan oleh Ridwan Salba On 1/05/2016 07:21:00 PM with No comments
Brigh Gas 'Pink' Telat Beredar di Banten
Diposkan oleh Ridwan Salba On 1/05/2016 10:31:00 AM with No comments
Nilai Ekspor Non Migas Banten Mengalami Penurunan
Diposkan oleh Ridwan Salba On 12/22/2015 12:21:00 AM with No comments
"Berbeda dengan yang pertama, peningkatan ekspor migas disinyalir tidak terkait dengan perkembangan harga dan pergerakan kurs dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Syech Suhaimi, Senin (21/12/2015).
Khusus ekspor migas, peningkatan lebih disebabkan oleh ekspor komoditi hasil minyak yang meningkat. Menurutnya, jika dilihat dari nilai ekspor sebelumnya, sejalan dengan pergerakan volumenya.
Perkembangan ekspor nonmigas untuk Oktober 2015 diduga terkait apresiasi rupiah terhadap dolar AS, sehingga menurunkan permintaan akan barang-barang ekspor nonmigas asal Banten.
Pihaknya mengakui jika nilai ekspor migas dan non migas dalam satu bulan ke depan akan kembali mengalami penurunan mengingat pelemahan perekonomian global masih berlanjut dan akan memicu penurunan permintaan atas barang ekspor asal Banten, sementara harga-harga di pasar perdagangan internasional yang cenderung fluktuatif sementara di sisi lain, nilai tukar rupiah sedikit mengalami apresiasi.
"Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Oktober 2015 mencapai 489,96 juta dolar AS, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar 198,79 juta dolar AS. Nilai ekspor nonmigas tertinggi berasal dari golongan barang alas kaki, yaitu mencapai 204,85 juta dolar AS, disusul plastik dan barang dari plastik 55,52 juta dolar AS," ujarnya.
Terdapat delapan dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Oktober 2015 mengalami penurunan nilai ekspor, kecuali golongan alas kaki dan kakao atau coklat.
Adapun 10 golongan barang utama ekspor nonmigas Banten adalah alas kaki, plastik dan barang dari plastik, tembaga, karet dan barang dari karet, mesin/peralatan listrik, kertas/karton, mesin-mesin/pesawat mekanik, bahan kimia organik, kakao/coklat dan barang-barang rajutan.
"Penurunan ekspor nonmigas tertinggi berasal dari kertas atau karton, yaitu 9,39 juta dolar AS, sedangkan terendah pada golongan barang tembaga (HS 74) yang turun 0,47 juta dolar AS," tegasnya.


















