Kodim 0602/Serang, Membuat 1000 Polybag Untuk Budidaya Cabai

Diposkan oleh On 6/22/2020 02:55:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Ditengah penyebaran Covid-19, guna tercukupinya kebutuhan di bidang swasembada pangan. Kodim 0602/Serang melaksanakan kegiatan program ketahanan pangan Tahun 2020, yaitu membuat 1.000 polybag untuk tanaman Cabai, di lahan Makodim 0602/Serang, Senin (22/06/2020).

Kepala Urusan Seksi Teritorial (Kaur Siter) Kodim 0602/Serang Kapten Inf Marjuki menyampaikan, kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk mengatasi krisis swasembada pangan. Karena saat ini bangsa kita tengah menghadapi bencana nasional, yaitu adanya penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Lebih lanjut, disampaikan juga oleh Kaur Siter selain membuat tanaman Cabai melalui polybag, saat ini Kodim 0602/Serang juga sedang mengolah lahan pertanian, seluas 1 Hektar di daerah Kecamatan Kasemen Kota Serang. " Semoga upaya yang kami laksanakan ini dapat mengurangi dampak sosial, terutama di bidang ketahanan pangan, " pungkasnya.

" Kami dari jajaran TNI-AD khususnya Kodim 0602/Serang, akan sepenuhnya mendukung setiap program pemerintah. Khususnya peningkatan swasembada pangan, ditengah penyebaran Covid-19, tegas Kaur Siter.
Mau nuntut kemana niiih, Semuanya Lepas Tangan

Diposkan oleh On 4/23/2018 04:23:00 PM with No comments


Serang, Bantencom - Zaman sekarang karyawan tak lagi menerima gaji di perusahaan secara tunai, salah satu nya seperti Bahtiar rifai yang menetap di kampung batu kurung desa panyabrangan kecamatan Cikeusal.Banten.  pria  yang akrab di panggil tiar bermaksud untuk mengambil uang tunai di mesin  ATM ( Automatic Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang melayani nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia .

     Siang itu tepat pukul 10.30 wib waktu setempat menjelang sholat jum'at situasi tidak begitu ramai hanya mengantri sekitar lima menit saja ia melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM BRI yang biasa di gunakannya, sejumlah uang yang di tarik berjumlah Delapan belas lembar uang pecahan seratus ribu rupiah ada satu lembar yang nampak tidak biasa setelah menghitungnya, terdapat robekan di beberapa bagian tengah  dan di bagian sisi kiri uang tersebut, namun saat melakukan penukaran kepada bank rakyat Indonesia hanya uang yang bagus saja yang di terima meski uang yang robek tersebut berasal dari mesin atm bank tersebut yang tak jauh dengan tempat tinggalnya sekitar pasar pamarayan tepatnya kampung bojong loa Desa pamarayan kecamatan pamarayan.

 “maaf pak kami dari pihak bank tidak melakukan pengisian saldo mesin atm bapak bisa melakukan penukaran uang yang robek kepada vendornya langsung, ujar salah satu pegawai bank tersebut menanggapi pengajuan bahtiar”
Kejadian seperti ini bukan hanya kali pertama terjadinya di stm tersebut, pernah ada satu nasabah yang mengalami hal yang sama dan di bantu oleh nasabah lainnya mengadakan komplain untuk minta  digantikan uang yang robek kepada vendor pengisian mesin atm bank terkait, namun pihak vendor pun tak memberi respon baik,  bahkan menolak penukaran uang tersebut menurut salah satu petugas keamaan setempat”.

    Hingga berita ini dirilis bukti penarikan dan uang yang robek tersebut masih di simpan rapih oleh bahtiar korban uang robek, besar harapannya agar hal seperti ini tidak terjadi kembali, akan tetapi yang jadi pertanyaannya kepada siapa kita harus menuntut ??? ujar si korban . (BC2)
Siap-siap aja Sim Cardnya Terblokir,  Hari ini Terakhir Looh Regustrasinya

Diposkan oleh On 2/28/2018 08:53:00 PM with No comments


     Bantencom - Hari ini rabu (28/2) tepat akhir bulan sesuai keputusan dari batas waktu yang telah ditetapkan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  tentang registrasi ulang nomor hanphone (Sim Card) Prabayar untuk meregistrasikannya kembali.

    "Blokir itu bisa dilakukan per 1 maret 2018 atau besok. Kita udah bicara sama operator terkait hal ini," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo, Ahmad M. Ramli di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Rabu (28/2).


Dikatakannya, pelanggan yang tidak melakukan registrasi ulang sampai habis hari ini, akan dilakukan pemblokiran layanan secara bertahap, antara lain; mulai 1 Maret 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan keluar (outgoing call) dan layanan pesan singkat keluar (outgoing SMS).
"Dalam keadaan ini, pelanggan masih dapat menerima telepon dan SMS masuk serta menggunakan data internet," katanya.
Setelah itu, bila pelanggan masih membandel sampai dengan 31 Maret 2018, maka mulai 1 April 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan masuk (incoming call) dan tidak bisa menerima SMS.
"Ini berarti pelanggan tak bisa melakukan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar, juga tidak bisa menerima panggilan dan SMS. Tapi masih bisa menggunakan layanan data. Jadi bisa melakukan registrasi melalui website operator atau gerai operator selular," ungkap dia.
Barulah, jika sampai dengan tanggal 30 April 2018 tetap tidak melakukan registrasi, pada tanggal 1 Mei 2018 dilakukan pemblokiran total. Artinya, semua layanan pelanggan diblokir termasuk layanan datanya.
"Selama belum dilakukan pemblokiran total, pelanggan masih tetap dapat melakukan registrasi ulang," katanya.
Dilanjutkannya, jika nantinya masih ada pelanggan yang mengalami masalah tidak bisa melakukan registrasi kartu prabayarnya karena no KK dan NIK-nya, dapat mengunjungi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat.
Sampai dengan 28 Februari 2018 pukul 12.52 WIB, terdapat sebanyak 305.782.219 nomor pelanggan yang sudah diregistrasikan Diprediksikan, untuk total kartu prabayarnya sendiri yang tersebar berjumlah 376 juta.
"Kami himbau agar tidak dengan menggunakan NIK dan No KK secara tanpa hak untuk melakukan registrasi, termasuk yang diperoleh dari internet dan sumber lain, karena merupakan pelanggaran hukum," terangnya.(BC2) 
Ratusan Warga Rela Antre Untuk mendapat Beras dan Gula

Diposkan oleh On 3/24/2017 09:36:00 AM with 1 comment

Pondok Aren,Bantencom - Ratusan warga di Pondok Aren, rela antre demi mendapatkan bantuan Pangan non tunai (BPNT) berupa beras dan gula pasir, mereka merupakan warga kurang mampu menunggu giliran. Sebagian besar kaum ibu, bahkan rela menunggu selama berjam-jam di Gelanggang olahraga Pondok Aren, Kota Tangerang selatan (Tansel)

Kepala seksi kesejahteraan sosial (Kasi Kesos ) Pondok Aren, Romi Amirudin mengatakan, sebelum pembagian BPNT pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) di masing masing kelurahan  untuk di informasikan kepada RT dan RW setempat.

"Semestinya penyaluran melalui kios yang bertanda e-waroeng yang tersedia diwilayah masing masing. Karena ini jumlahnya banyak penyalurannya dijadikan satu," kata Romi, Kamis (23/03)

Roni menambahkan, dari 11 kelurahan se-Pondok Aren, jumlanya sekitar 1.600 warga yang mendapatkan Kartu Penerima  Mangfaat (KPM).



"Jika dirupiahkan per KPM itu, menerima uang tunai sebesar 110 ribu, karena ini jatahnya untuk dua bulan, yakni bulan Januari dan Februari maka menjadi 220 ribu. Karena ini BPNT jadi bentuknya beras 20 kg dan gula dua kg,"ujarnya

Sementara itu, Plt Camat Pondok Aren Makum Sagita berharap, pelaksanaan BPNT berikutnya, setiap warga sudah bisa mengambil di e-waroeng masing - masing

"Salah satunya yang diresmikan oleh Mentri Sosial Kholifah Indar Parawansa di kelurahan Pondok Jaya beberapa bulan yang lalu,"harapnya.

Maesaroh (40) warga Jurangmangu Barat mengaku senang karena Progam yang menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau Program Keluarga Harapan (PKH) ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi warga miskin. 

 "Saya disuruh bawa poto copy KTP sama KK sama pak RT ke kecamatan ga taunya dapet Kartu dan beras 20 kg sama gula pasir 2 kg. Alhamdulilah, sedikit membantu kebutuhan makan keluarga,"pungkasnya(BC2)

Sumber : Jurnalis Warga Indonesia
SN Digadang Melenggang Kembali Ke Kursi Singgasana Lamanya

Diposkan oleh On 11/25/2016 09:29:00 AM with 1 comment

Jakarta,Bantencom - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto digadang-gadang bakal kembali duduk di singasana lamanya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keputusan ini keluar dari hasil rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Rencana mengembalikan kursi Ketua DPR ke Setya Novanto muncul karena dia terbukti tidak bersalah dalam kasus 'Papa Minta Saham' melalui keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Keputusan MK atas pasal 5 UU ITE nomor tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang membuktikan rekaman Maroef Sjamsoeddin ilegal itu pun diamini oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Sehingga, Golkar menilai perlu adanya pengembalian wibawa dan martabat Setya Novanto dari kasus yang sempat melengserkannya dari jabatan Ketua DPR.
Demi memuluskan langkah Setya Novanto kembali ke kursi Ketua DPR, Golkar akan gencar melakukan lobi kepada fraksi-fraksi di DPR. Pengurus partai berlambang pohon beringin ini pun langsung bergerak cepat, menyiapkan jalan untuk come back-nya Setya Novanto. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengaku telah menyerahkan surat pemberhentian Ade Komarudin dan pengembalian jabatan Ketua DPR kepada pimpinan DPR pada Selasa (22/11). Selain untuk pimpinan, surat itu juga telah disampaikan ke fraksi-fraksi partai politik di DPR agar jabatan ketua DPR kembali dijabat Setya Novanto.
Hanya dua fraksi yang secara terang-terangan mengkritik kembalinya Setya Novanto menjadi Ketua DPR. Pertama Partai Hanura yang menilai kembalinya Setya Novanto ke posisi Ketua DPR akan menimbulkan kegaduhan karena masyarakat akan menganggap DPR lebih mengutamakan kekuasaan ketimbang memperbaiki kinerja. Kedua, Partai NasDem yang juga tidak setuju dengan pengembalian kursi Ketua DPR kepada Settya Novanto. Kepemimpinan Ade Komarudin dinilai sudah cukup baik. Jika dipaksakan, pergantian tersebut akan menimbulkan dampak menyeluruh bagi lembaga parlemen. Tidak hanya itu, kembalinya Setya Novanto di pucuk pimpinan DPR akan membuat citra buruk lembaga legislatif di mata masyarakat.
Sementara partai lain justru 'memudahkan' langkah Setya Novanto kembali menguasai kursi Ketua DPR. Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menegaskan partai politik lain tidak bisa mencampuri atau melakukan penolakan atas rencana partai Golkar mengembalikan jabatan Ketua DPR kepada Setya Novanto. Sesuai UU MD3, pergantian jabatan itu merupakan hak penuh Partai Golkar.
"Kalau UU MD3 itu hak penuh Golkar. Kalau PAN mau ganti Taufik itu terserah PAN, kira-kira begitu. Kalau Golkar mau ganti, partai lain enggak bisa campuri, hentikan, halangi karena itu internal Golkar. Karena itu paketnya Golkar. Kalau Golkar usulkan siapa, enggak ada fraksi lain menolak," kata Yandri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta , Kamis  Kemarin.
Dukungan juga datang dari Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai wacana Partai Golkar untuk mengembalikan jabatan Novanto sebagai Ketua DPR adalah langkah yang tepat.
"Ya sudah benar lah itu kan hak Partai Golkar untuk menggantikan kadernya yang menjabat di alat kelengkapan di DPR, seperti mengganti kader Golkar yang duduk sebagai ketua DPR," ujar Arief.
"Apalagi kan Setya novanto sudah dinyatakan tidak ada pelanggaran kode etik oleh MKD artinya dia bersih, dan mundurnya Setnov sebelum ada putusan MKD justru harus dipuji artinya MKD tidak bisa di intervensi," tambahnya.
Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan menilai, partai berlambang pohon beringin itu tidak perlu melakukan komunikasi atau lobi ke fraksi partai lain di DPR. Hal ini lantaran reposisi jabatan telah menjadi hak partai Golkar. Partai Demokrat sepenuhnya mendukung rencana Golkar mengganti Ketua DPR dari Ade Komarudin kepada Setya Novanto. Asalkan, reposisi jabatan itu dilakukan sesuai dengan aturan berlaku. Syarat lain, Setya Novanto harus bisa menjaga amanah sebagai orang nomor satu di parlemen.
"Ya itu hak partai Golkar, jabatan itu kan amanah, bisa datang dan pergi sesuai dengan aturan. Jadi, bagi Demokrat sepanjang itu dilaksanakan dan dilakukan mendukung-mendukung saja," tegas Syarief Hasan.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memahami maksud Partai Golkar menjadikan Setya Novanto kembali sebagai Ketua DPR. Tujuannya demi kepentingan Partai Golkar di Pemilu 2019. Fahri melihat Setya Novanto sebagai simbol Partai Golkar. Sehingga dengan dijadikan Ketua DPR sebagai upaya Golkar membersihkan nama baik Novanto dari skandal 'Papa Minta Saham'.
"Pasti dalam internal Golkar dibahas. Karena bagaimanapun dia (Novanto) akan jadi simbol untuk pemilu 2019. Barang mau dijual kan harus bagus juga. Mereka mulai masuk pertanyaan bagaimana ini gitu loh. Gitu," kata Fahri.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menuturkan, semua pihak harus menghormati keputusan internal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) yang berniat mengembalikan kursi Ketua DPR pada Setya Novanto.
"Itu hak partai Golkar penuh. Apa yang sudah menjadi keputusan Golkar. Itulah kita harus hormati. Jangan pakai berarti lagi, udah penuh itu hak beliau," tegas Zulkifli.
Ketua DPR Ade Komarudin pun hanya bisa pasrah dengan rencana ini. "Begini, saya bilang tadi, saya kerja buat negara ini. Apapun buat negara ini saya akan lakoni dengan baik," ucap Ade Komarudin.
Menurutnya, pengabdian kepada negara tidak harus dengan menjadi ketua DPR. Akom menuturkan banyak wadah dan ruang untuk mengabdi demi kemajuan bangsa. "Iya (tidak menjadi ketua DPR). Mengabdi kepada negara ini kan tidak harus ketua DPR saja. Banyak lahan pengabdian lain. Dunia saya dari kecil politik, ya sudah," tegasnya.
Ini alasan pemerintah berencana akan pecat PNS

Diposkan oleh On 5/31/2016 01:47:00 PM with 1 comment

Bantencom- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memastikan bahwa pelayanan publik tidak akan terganggu meskipun terjadi pengurangan 1 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga 2019. Alasannya, pemerintah memecat aparatur negara dengan kinerja buruk dan selama ini justru menghambat pelayanan publik di Tanah Air.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman mengungkapkan, pemecatan PNS yang tidak produktif tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan publik di Indonesia

“Pelayanan publik dipastikan tidak terganggu, kan PNS yang tidak kompeten, dan tidak berkinerja selama ini tidak berkontribusi pelayanan publik. Kalaupun di rasionalisasi tidak berpengaruh,” ujar Herman.

Dia menganggap, PNS tersebut selama ini telah menghambat peningkatan pelayanan publik di Republik ini. Pelayanan publik menjadi panjang dan berbelit-belit, sehingga diakui Herman PNS tersebut layak dipecat.

“Yang dirasionalisasi kan PNS-PNS tidak produktif, tidak kompeten. Oknum-oknum ini menjadikan pelayanan jadi berbelit-belit, birokrasi panjang sehingga menyebabkan perlambatan pelayanan publik. Jadi rasionalisasi untuk meningkatkan kualitas aparatur,” tutur Herman.

Sebelumnya pada 26 Mei 2016, Kementerian PANRB akan mengurangi sekitar 330 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh Indonesia setiap tahun. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penataan atau rasionalisasi 1 juta PNS hingga 2019.

Menteri PANRB, Yuddy Chrisnandi di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2016, mengatakan, pemerintah akan memangkas 1 juta PNS di seluruh Indonesia. Di mulai tahun depan sampai dengan 2019. Itu artinya, sebanyak 330 ribu orang bakal dipecat setiap tahunnya.
"Jadi dalam setahun, kita akan rasionalisasi 330 ribu PNS, termasuk untuk tahun depan. Itu berlaku se-Indonesia ya," tegas Yuddy.

Diakui Yuddy, langkah pengurangan jumlah PNS tersebut adalah bagian dari rencana pemerintah untuk memangkas total basis PNS dari 4,5 juta saat ini menjadi 3,5 juta sampai dengan 2019. "Jadi kita akan kurangi 1 juta PNS dari 4,5 juta PNS sekarang ini menjadi 3,5 juta PNS," ujarnya.

Dia meyakini, pengurangan PNS tersebut tidak akan mengganggu kinerja pemerintah terutama di pelayanan publik. Sebab Yuddy mengaku, pemerintah hanya memecat PNS dengan kinerja buruk.
"Tidak akan ganggu pelayanan publik. Karena yang dipangkas masuk dalam kategori tidak produktif dan tidak kompeten. Jadi produktivitasnya bisa dikatakan relatif rendah," ucap Yuddy. (Bc2)
Tarif Dasar listrik besok naik lagi

Diposkan oleh On 5/31/2016 01:43:00 PM with 1 comment

Bantencom- Perusahaan Listrik Negara (PLN) berancang-ancang menaikkan tarif listrik pada 1 Juni besok. Meski memastikan kenaikan tarif listrik, PLN belum bersedia melansir persentasenya.

Dirut PLN Sofyan Basir menyatakan, nilai tukar rupiah yang lemah meningkatkan komponen biaya bahan bakar pembangkit listrik. Untuk mengimbangi kenaikan bahan bakar, PLN harus menyesuaikan harga.

’’Biayanya naik tipis. Sebab, komponen milik kami, yaitu pembangkit listrik yang menggunakan BBM, kecil sekali,’’ ujarnya.

Ada tiga faktor yang menentukan besaran tarif dasar listrik (TDL). Yakni, nilai tukar atau kurs, inflasi, dan harga minyak. Nilai tukar menjadi faktor yang besar karena PLN harus membeli listrik dari penyedia swasta atau independent power producer (IPP). ’’Kami bayar ke IPP pakai dolar,’’ terangnya.

Mantan Dirut BRI itu tidak membuka angka pasti besarnya kenaikan TDL bagi 12 golongan pengguna listrik. Meski demikian, pengguna tarif listrik bersubsidi, khususnya pelanggan listrik berdaya 450 VA dan 900 VA, dipastikan masih menggunakan tarif yang lama.
Kepala Divisi Niaga Benny Marbun berjanji, pengumuman kenaikan tarif baru dilansir secara resmi pada Selasa sore hari ini (31/5).

Alasannya, PLN tidak ingin pelanggan berspekulasi dengan terburu-buru membeli token listrik prabayar atau justru menundanya. ’’Ya, ada perubahan (tarif). Besarannya diumumkan besok sore (hari ini, Red),’’ ujarnya.

Sementara itu, komitmen PLN untuk memperbanyak pembangkit dengan energi baru terbarukan (EBT) ditunjukkan dengan penandatanganan power purchase agreement (PPA) 73,6 mw dan excess power 42 mw di Sumatera.

Dengan demikian, total kapasitas pembangkit yang baru dibeli di Sumatera mencapai 115,6 mw. PLN juga menandatangani kesepakatan pengembangan EBT sebesar 14,7 mw.

Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin menyatakan, tambahan daya tersebut membantu pemenuhan kebutuhan listrik Sumatera yang mencapai 5.250 mw. ’’Semoga dalam waktu dua tahun, pembangkit sudah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan,’’ jelasnya.

Sampai akhir Mei, pembangkit EBT yang terbangun cukup banyak. Pembangkit minihidro dengan kapasitas kurang dari 10 mw, misalnya, sudah beroperasi dengan kapasitas pembangkitan 115 mw di 31 lokasi. Selain itu, ada 18 pembangkit minihidro yang berdaya 130 mw masih dibangun.
Di sistem kelistrikan Sumatera, 35,7 persen dipenuhi pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar gas dan 32,6 persen dipenuhi PLTU berbahan bakar batu bara.

Selain itu, pembangkit listrik tenaga air menyumbang 16 persen, panas bumi baru mencapai 2,7 persen, dan sisanya masih menggunakan bahan bakar minyak.(Bc2)
Pepaya Calofornia Banten Jadi Komoditi Ekspor

Diposkan oleh On 5/26/2016 06:24:00 PM with 1 comment

Serang, bantencom - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten dan Kementrian Pertanian RI melaksanakan SOP penanaman pepaya california kepada para petani di Kabupaten Lebak, Banten Kamis, 26 Mei 2016.
Petugas dari Distanak melalui Kepala seksi Holtikultura, Nurdin  mengatakan bahwa SOP yang dilakukan oleh kementrian pertanian RI ini merupakan salah satu program pembudidayaan tanaman buah pepaya california kepada para petani didaerah Lebak, Banten.
Dalam SOP tersebut petugas kementrian memberikan pelatihan bagaimana membudidayakan pepaya california di Lebak karena menilai daerah ini cocok untuk tanaman ini. Para petani akan diberikan bantuan berupa bibit sekaligus cara penanaman dan perawatan dari serangan hama
Nurdin mengatakan,  pembudidayaan pepaya california dikarenakan buah ini cukup sederhana dalam merawatnya, dan banyak disukai oleh masyarakat baik dari dalam negeri maupun luar negeri terutama negara Timur Tengah.
"Peluang usaha di bidang ini cukup menjanjikan, selain Permintaan pasar cukup banyak, dan harganya pun cukup baik. Pepaya california ini dipasok ke beberapa supermarket dan juga kita ekspor ke luar negeri. Beberapa negara tujuan ekspor buah ini adalah negara Timur Tengah" kata Nurdin
Lebih lanjut Nurdin mengungkapkan bahwa pepaya yang dihasilkan dari daerah Lebak rasanya lebih manis jika dibandingkan dari daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Pepaya california yang kita hasilkan rasanya lebih manis jika dibandingkan dengan pepaya dari daerah lain, namun untuk ukuran dan tampilannya memang tidak sebesar dan sebagus dari daerah Bogor Jawa Barat. Hal ini yang akan terus kita upayakan agar tampilan dan ukuran pepaya california ini lebih baik lagi" katanya
Harga pepaya california ini dijual dipasaran dibanderol delapan ribu rupiah perkilonya, sementara petani hanya menjual seharga empat ribu rupiah.
Cairkan Cek Yang Diblokir, Bjb Diadukan Ke Polisi

Diposkan oleh On 5/17/2016 08:49:00 PM with No comments

Serang-bantencom- Bank Jabar Banten (bjb) Cabang khusus Banten  diadukan ke pihak berwajib karena dianggap lalai dan ceroboh mencairkan cek yang sudah diblokir oleh pemiliknya, "Jauh -jauh hari sy sudah mengajukan permohonan agar cek yang saya keluarkan, tapi Bjb tetep mencairkan cek tersebut. Saya menduga ada unsur kesengajaan dari oknum Bjb dan bekerja sama dengan pemegang cek", ujar Nanang Iskandar di ruang Krimsus Polda Banten.

Nanang mengatakan bahwa pada tanggal 29 Febuari 2016 telah mengirim surat ke bjb agar cek yang dikeluarkan untuk di blokir. Pada saat itu, customernya service Bjb bernama Moko yang menerima surat pernyataan dan langsung mengadakan pemblokiran. "Pak Moko waktu itu langsung memutar monitor komputer dan memperlihatkan ke saya tentang pemblokiran yang sudah dilakukan, saya lihat memang sudah diblokir", lanjut Nanang.

Pada tanggal 29 Febuari, Nanang memblokir cek dengan nomor CAA1 059986 dan CAA1 059987. Namun pada tanggal 8 April Bjb cabang khusus Banten tanpa pemberitahuannya kepada pemilik langsung mencairkan cek nomor CAA1 059986 yang bernilai Rp 1.218.385.000. penarikan dengan cara memindah bukukan ke nomor rekening lain. Pada hari itu juga, Nanang langsung protes ke pihak Bjb agar pencairan cek dibatalkan dengan cara memblokir rening yang dituju, namun pihak Bjb tidak mengindahkan dan terkesan membiarkan kesalahan terjadi.

Selain menduga ada permainan antara oknum Bjb dengan pemegang cek, Nanang juga sangat menyayangkan pihak Bjb tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap pemilik cek. Pada umumnya ketika cek akan dicairkan pihak bank akan menginformasikan ke pemilik. Apalagi nominal uang yang ada di cek tersebut tidak sedikit.

Kekecewaan Nanang juga disebabkan karena sampai saat ini tidak ada itukat baik dari Bjb khusus cabang Banten untuk bertanggung jawab atas kelalaian petugas. "Saya sebenarnya sudah ingatkan Bjb, kalau sampai batas waktu yang sebulan pihak Bjb tidak dapat menyelesaikan persoalan ini saya akan melakukan langkah hukum, dan hari ini saya akan melaporkan ke polisi", lanjut Nanang.

Jelang RUPS PT.BGD, Rano Karno Matangkan Konsep Perubahan Direksi

Diposkan oleh On 3/31/2016 03:50:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Pasca diterpa peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT), PT Banten Global Developmen (BGD) yang di amanahkan mendirikan Bank Banten oleh Pemprov Banten, akan melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 14 April 2016.

Namun belum dipastikan apakah akan melakukan 'bersih-bersih' petinggi BUMD Banten tersebut atau tidak,

"Soal itu saya belum tahu, karena wewenangnya gubernur (Banten). Saya terima apapun keputusan gubernur nanti," kata Direktur PT BGD, Paul Franklin Nelwan, Kamis (31/03/2016).

Pria yang menggantikan posisi Ricky Tampinongkol yang kini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Serang ini memastikan akan memberikan laporan secara keseluruhan tentang perjalanan roda bisnis dan capaiannya selama satu tahun terakhir.

"dalam RUPS ini melaporkan bagaimana kondisi dan capaian perusahaan selama satu tahun terakhir kepada gubernur," tegasnya.

Gubernur Banten, Rano Karno, selaku pemiliki saham yang mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) pun mengaku kini sedang mematangkan konsep yang terbaik untuk PT BGD selaku BUMD Banten pasca diterjang operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Belum (dipastikan perubahan direksi), masih kita bicarakan," kata Gubernur Banten, Rano Karno, Serang (31/03/2016).
Tingkatkan Tax Ratio, Presiden Joko Widodo Instruksikan Menkeu, DJP dan DJBC Perbaiki IT

Diposkan oleh On 3/23/2016 06:04:00 PM with No comments

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tidak ada lagi penggunaan data manual pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Tujuannya untuk menghindari terjadinya kasus penggelapan. Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, saat menyampaikan itu usai hasil rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

"Presiden menginstruksikan kepada Menkeu dan jajaran Ditjen Pajak dan DJBC untuk segera memperbaiki IT yang ada dan terintegrasi. Sehingga dengan demikian tidak ada lagi data-data yang bersifat manual dan berbeda-beda," kata Pramono.

Penggunaan sistem manual, kata Pramono, mampu memberikan celah untuk masyarakat melakukan penggelapan, seperti penerbitan faktur pajak palsu, pelaporan neraca keuangan palsu, transaksi ekspor fiktif, dan sebagainya.

Padahal pembayaran pajak merupakan salah satu bentuk kewajiban sebagai warga negara. Pemerintah optimistis, hal tersebut dapat mendorong kepatuhan dan meningkatkan rasio pembayar pajak (tax ratio) di dalam negeri.

"Karena dalam sistem IT yang terintegrasi ini, kami meyakini pasti akan meningkatkan tax ratio. Karena tax ratio kita masih sekitar 11%, dan Bapak Presiden menginginkan dalam waktu ke depan tax ratio bisa ditingkatkan di atas 12-13% bahkan sampai 15%," paparnya. 
DJP, 2.000 PMA di Indonesia Selama 10 tahun Tidak Membayar Pajak

Diposkan oleh On 3/23/2016 05:57:00 PM with No comments

Jakarta, bantencom - Kementerian Keuangan, mencatat ada sekitar 2.000 perusahaan berkategori Penanaman Modal Asing (PMA), yang tidak membayar pajak dalam 10 tahun terakhir. Perusahaan tersebut terbagi pada banyak sektor.

"Kami juga melaporkan ada hampir 2.000 PMA di Indonesia yang selama 10 tahun tidak membayar pajak," kata Bambang Bambang Brodjonegoro,, usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/3).

Alasan yang selalu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah perusahaan tersebut rugi. Akan tetapi kenyataannya berbeda dengan hasil perhitungan dan pemeriksaan DJP. 

"Selalu mengklaim dirinya rugi. Padahal menurut perhitungan atau pemeriksaan pajak, harusnya perusahaan tersebut membayar rata-rata Rp 25 miliar setahun,"  ujarnya.

Menurut Bambang, hal tersebut merupakan bagian dari penggelapan pajak. Pemerintah memastikan akan segera melakukan penindakan tegas terhadap para pihak tersebut.

 "Ini juga bagian dari penggelapan pajak yang harus dibereskan," tegas Bambang.

Jumlah ini pun sejatinya sudah banyak berkurang dari tahun ke tahun. Tahun 2015 lalu, dalam catatan Kementerian Keuangan sebanyak 4.000 investor asing yang melakukan penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia, belum membayar pajak.

Tak tanggung - tanggung tunggakan mereka pun besar dan dalam jangka waktu yang lama. Ada yang tidak bayar selama 25 tahun, ada yang 10 tahun. Bambang menambahkan, cara mereka mengakali agar tak membayar pajak pun bemacam-macam. Namun yang paling sering terjadi adalah mereka melakukan transfer pricing dan modus pinjaman dari pemilik modal atau pemilik perusahaan.

Untuk transfer Pricing, perusaahan penunggak pajak ini akan mentransfer keuntungan mereka ke negara yang menerapkan besar pajak lebih kecil dari negara tempat perusahaan tersebut berada. Dan biasanya di negara yang menetapkan pajak kecil itulah merek menempatkan perusahaan induknya. 

Sedangkan untuk modus yang kedua, para pemilik modal yang tidak berada di Indonesia misalnya, seharusnya secara teratur menyetor modal untuk perusahaannya di Tanah Air, kata Bambang. Namun dalam praktiknya, mereka tidak menyuntikkan modal, tapi memberikan pinjaman yang sebetulnya adalah dividen.

"Pinjaman inilah yang dihitung sebagai utang, ada interest, sehingga mengurangi laba. Tidak ada profit terus, lama-lama perusahaan menyatakan rugi. Padahal sebenarnya tidak.
Karena itu", Tutup Bambang
Pengrajin Gerabah Butuh Dukungan Pemerintah

Diposkan oleh On 3/05/2016 04:25:00 PM with No comments

Serang, bantencom.  Pengrajin gerabah yang berada dikampung Kosambi desa Bumijaya kecamatan Ciruas Serang-Banten, keberadaannya sangatlah memprihatinkan, tak jarang diantara mereka yang pendapatannya sangatlah minim, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja kesulitan. 

Terlebih disaat anak-anak mereka sudah bersekolah lanjut kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, demi mempertahankan warisan leluhurnya mereka pertahankan warisan budaya sebagai pengrajin gerabah, tak ada yang dapat mereka kerjakan selain membuat gerabah. Sebagai bahan untuk membuat gerabah adalah tanah liat, itupun mereka dapatkan dari desa tetangga, karena didesanya sudah tak ada lagi tanah yang harus digali.  

Tanah yang mereka beli dengan system gerobak sepeda, untuk satu gerobak sepeda harus dibeli seharga Rp.35000, bila dihitung-hitung hasil pekerjaan mereka hanyalah cukup buat makan sehari-hari.  

Saat melemahnya perekonomian dinegara kita saat ini, ditambah sulitnya lapangan pekerjaan, seharusnya pemerintah kabupaten Serang dapat memupuk bagi para pengrajin seperti mereka, terutama mengadakan pelatihan lebih professional dan memberi pinjaman modal kepada para pengrajin didesa ini.  

Akses jalan masuk kelokasi rusak parah, hal ini menambah penderitaan bagi warga desa Bumijaya.     
Karena para tengkulak yang datang dari luar daerah kesulitan untuk mengangkut gerabah tersebut, jalan masuk sepanjang 2,8km keadaannya becek dan berlubang, karena gerabah terbuat dari tanah liat maka mudah pecah saat armada melintas dijalanan yang rusak, warga sangat berharap kepada pemerintah terkait agar secepatnya jalan yang rusak itu dapat diperbaiki. 

 Danuri 40th ditemui dirumahnya, dirinya mengaku sejak kecil ia membantu orang tuanya membuat gerabah, dan ia pertahankan hingga sekarang agar budaya sebagai pengrajin gerabah jangan punah ditelan zaman.
"Saya sejak kecil membantu orang tua membuat gerabah,dan sampai sekarng saya masih pertahankan pekerjaan ini agar tetap berlangsung keberadaannya, dan harapan saya agar ada perhatian dari pemerintah" Ujar Danuri kepada Bantencom. (Dewa)
PPN 10 Persen, Pedagang Daging Ancam Mogok Nasional

Diposkan oleh On 1/22/2016 04:24:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Pengusaha daging mengancam akan melakukan aksi mogok berdagang secara nasional jika pemerintah tak membatalkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) RI terkait pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen terhadap daging import.

"Kenaikan ini sudah tidak benar. Sangat merugikan kami sekali. Satu ekor sapi rata-rata 450 kilogram. Nah jika 450 kilogram saja pajaknya 10 persen bagaimana masyarakat Indonesia bisa makan daging sapi kalau harganya saja sangat tinggi," kata Ketua Gabungan Pengusaha Pedagang Daging (Gappenda) Kota Serang, Aeng Khaeruzzaman, Jum'at (22/01/2016).

Menurutnya, karena pajak 10 persen tersebut, harga daging di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang melambung tinggi dari Rp 80 ribu kini mencapai Rp 130 ribu perkilogramnya.
Karena mahalnya harga, konsumen pun berkurang jauh yang menyebabkan pedagang merugi hingga 50 persen. Alasannya, pengenaan pajak 10 persen yang dibebankan kepada para pedangang ini dihitung saat daging sapi berada di feedloter dan langsung dikenakan pajak

"jika pemerintah tidak bisa mencabut peraturan tersebut, kita berencana dengan semua pedagang secara nasional akan melakukan aksi mogok jualan hingga harga daging sapi kembali normal," tegasnya.

Perlu diketahui bahwa pemerintahan Jokowi-JK melalui menteri keuangan mengeluarkan Permenkeu Nomor 267/PMK.010/2015 terkait Kriteria dan/atau Rincian Ternak, Bahan Pakan untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan yang atas Impor dan/atay Penyerahannya di bebaskan dari pengenaan Pajak Pertumbuhan Nilai yang berlaku sejak 08 Januari 2016. 

Aturan tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2015 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Yang Bersifat Strategis Yang Dibebaskan Dari Pengenaan PPN.
Jamkrida Harus Fasilitasi Pelaku UMKM

Diposkan oleh On 1/20/2016 10:36:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Guna meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan daya saing para pengrajin Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perlu adanya solusi mengenai permodalan dan pemasaran hasil produksi para pengrajin. 

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Banten Muflikhah, saat menghadiri Forum dialog pimpinan DPRD Banten, di Hotel Ratu, Kota Serang, Rabu (20/01/15).

"Sekarang ini para pelaku usaha UMKM masih kebingungan untuk meningkatkan produksinya, karena tidak ada solusi mengenai kurangnya modal dan penampung barang dagangan itu akan dipasarkan lebih banyak," kata Muflikhah.

Menurut Muflikhah, Hal itulah yang harus diperhatikan pemerintah, dengan membuat program yang matching dengan kondisi dan peluang dari para pelaku usaha UMKM, sehingga tidak ada lagi persoalan permodalan dan pemasaran.

"Harus ada program yang mendukung para pelaku usaha dalam modal dan pemasarannya. ini yang harus diperhatikan," ungkapnya.

Jika hal itu terwujud, katanya, maka perkembangan UMKM dalam penguatan ekonomi masyarakat, tentu akan terwujud dengan baik. "Kalau itu sudah teratasi, tidak ada lagi makalah. Hanya tinggal meningkatkan kualitas hasil produksi saja," ungkapnya.

Terkait permodalan pelaku usaha UMKM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Nurhana mengatakan, Pemerintah Provinsi telah memberikan jaminan untuk pengajuan peminjaman modal melalui Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida). 

Nantinya, para pelaku usaha UMKM hanya tinggal menunjukan surat keterangan terdaftar sebagai UMKM.
"Surat keterangan itu bisa didapat di Kecamatan masing-masing. Selain itu, jika ada pelaku UMKM yang punya tanah tapi belum bersertifikat, dapat mengajukan, dan akan dibuat secara gratis," katanya.
BI Bangun Gedung Dengan Konsep Smart Building

Diposkan oleh On 1/18/2016 10:19:00 PM with No comments

Serang (18/01) Gedung baru Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten menerapkan smart building dengan mendaur ulang air kotor dan menjadikan gedung tersebut dengan green building yang ramah lingkungan.

"diwujudkan dengan menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip-prinsip green building berupa pemanfaatan cahaya alami, pengolahan lahan yang memaksimalkan area terbuka hijau dan pengolahan air bekas pakai yang dimanfaatkan kembali serta pemilihan material dan peralatan yang hemat energi," kata Kepala Kanwil BI Banten, Budiharto Setyawan, saat ditemui diruangannya, Senin (18/01/2016).

Bank sentral Indonesia yang berdiri di Provinsi Banten sejak tahun 2008 kini masih menempati gedung sewaan di Jalan Jayadiningrat No. 16, Kaujon, Serang, Banten. Dimana, jika gedung BI Banten berdiri dan hak milik sendiri di tanah seluas 1,5 hektar dengan empat lantai, diyakini akan mampu menangani persoalan fiskal dan moneter secara lebih baik, sesuai keinginan Gubernur BI dan pemerintahan Jokowi-JK.

"dapat mengoptimalkan keharmonisan kebijakan pemerintah daerah, sektor fiskal, dan penyelarasan sektor moneter Bank Indonesia di Provinsi Banten," tegasnya.

Perlu diketahui bahwa Menteri Bidang Perekonomian, Darmin Nasution yang sekaligus mantan Gubernur BI berujar bahwa setiap keputusan moneter dan fiskal yang dibuat oleh BI dan Kementerian Keuangan sangat berdampak bagi sektor riil yang berperan sebagai penggerak perekonomian Indonesia.
Gas 12 Kg Turun, Pengusaha Gas Mengaku Rugi

Diposkan oleh On 1/05/2016 07:21:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM dan Gas non subsidi ukuran 12 kilogram mulai 5 Januari 2016 berdampak pada pengusaha gas non subsidi di Kota Serang, Banten.  Pengusaha gas nonsubsidi terutama yang ukuran 12 kilogram ini mengaku mengalami kerugian hingga mencapai dua puluh juta perharinya.

Pemerintah secara resmi menurunkan harga BBM dan Gas non subsidi 12 kilogram, sesuai kebijakan paket program pemerintah yaitu dengan menurunkan jarga BBM dan Gas non subsidi 12 kilogram sebesar 42 persen atau turun 5600 rupiah dari harga 134.600 rupiah menjadi sebesar 126.900 rupiah pertabungnya.

Sementara turunnya harga gas non subsidi ini dikeluhkan pengusaha yang menjual gas di pangkalan Kota Serang, Banten, yang mengaku mengalami kerugian atas kehijakan pemerintah tersebut. Kerugian yang dialami pengusaha gas ini dikarenakan stok gas yang ada merupakan harga yang lama dan masih tersisa sebanyak 200 tabung.

Rahmat Halim pemilik pangkalan gas di Kota Serang, Banten mengatakan bahwa Minimnya sosialisasi dari pemerintah maupun pertamina terkait turunnya harga gas non subsidi kepada pihak pengusaha, bahkan pengusaha mengaku tidak pernah menerima surat pemberitahuan atau pengumuman secara tertulis dari pemerintah maupun pertamina sehingga dirinya tidak dapat mengantisipasi penurunan harga.

"Penurunan harga gas non subsidi ini tidak disosialisasikan terlebih dahulu, saya bekum pernah menerima surat atau pengumuman secara tertulis dari pemerintah atau pertamina terkait penurunan harga gas, sehingga tidak dapat mengantisipasi imbas penurunan harga" kata Rahmat

Lebih lanjut Rahmat mengatskan bahwa dirinya mengalami kerugian hingga dua puluh juta perharinya dikarenakan masih banyak stok tabung gas 12 kilogram yang dibeli dengan harga tinggi.
"Saya mengalami kerugian hingga dua puluh juta perhari, karena says masih memiliki stok 200 tabung gas yang says beli dengan harga tinggi" kata Rahmat lebih lanjut. (Rid)
Brigh Gas 'Pink' Telat Beredar di Banten

Diposkan oleh On 1/05/2016 10:31:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Karena masih pembenahan sistem dan pengolahan data, peredaran Bright Gas 5,5 kilogram berwarna pink di Banten dipastikan akan molor selama satu bulan lama nya hingga 30 Januari 2016.
"Setelah proses perbaikan sistem pengolahan data selesai, pasokan gas akan langsung dilakukan. Kami pun berharap pasokan bisa lebih cepat dari tanggal 30 Januari tersebut," kata pengawas Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Banten, Rachmat Salim, Senin (04/01/201)
Rachmat Salim berharap agar peredaran gas dengan tabung warna pink tersebut dapat segera terealisasi. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Kami beharap perputaran gas di pasaran tetap lancar dengan mengandalkan stok yang ada," tegasnya.
Perlu diketahui bahwa PT Pertamina Persero telah meluncurkan varian baru elpiji non subsidi Bright Gas dengan ukuran 5,5 kilogram pada Jumat, 23 Oktober 2015 yang dibandrol Rp 66 ribu belum termasuk harga tabung nya. Elpiji ini dijual di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) dan modern outlet.
Bright Gas ini memiliki berat total 12,6 kg, terdiri dari berat gas 5,5 kg dan berat tabung 7,1 kg. Tabung nya memiliki katup ganda (valve double spindle) pada ujung tabung tempat keluarnya gas. Katup ganda tersebut untuk meningkatkan keamanan dibanding produk elpiji lain.
Selain itu, Bright Gas 5,5 kg juga memiliki safety release valve sehingga lebih aman untuk meminimalisir kebocoran dan dapat mengatur tekanan yang berlebih.
Nilai Ekspor Non Migas Banten Mengalami Penurunan

Diposkan oleh On 12/22/2015 12:21:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Nilai ekspor non migas Banten pada bulan Oktober 2015 terus mengalami penurunan dibanding september 2015. Nilai penurunannya mencapai 2,34 persen atau dari 706,27 juta dolar AS menjadi 689,77 juta dolar AS. Sementara ekspor migas meningkat 485,71 persen.

"Berbeda dengan yang pertama, peningkatan ekspor migas disinyalir tidak terkait dengan perkembangan harga dan pergerakan kurs dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Syech Suhaimi, Senin (21/12/2015).

Khusus ekspor migas, peningkatan lebih disebabkan oleh ekspor komoditi hasil minyak yang meningkat. Menurutnya, jika dilihat dari nilai ekspor sebelumnya, sejalan dengan pergerakan volumenya.

Perkembangan ekspor nonmigas untuk Oktober 2015 diduga terkait apresiasi rupiah terhadap dolar AS, sehingga menurunkan permintaan akan barang-barang ekspor nonmigas asal Banten.

Pihaknya mengakui jika nilai ekspor migas dan non migas dalam satu bulan ke depan akan kembali mengalami penurunan mengingat pelemahan perekonomian global masih berlanjut dan akan memicu penurunan permintaan atas barang ekspor asal Banten, sementara harga-harga di pasar perdagangan internasional yang cenderung fluktuatif sementara di sisi lain, nilai tukar rupiah sedikit mengalami apresiasi.

"Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Oktober 2015 mencapai 489,96 juta dolar AS, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar 198,79 juta dolar AS. Nilai ekspor nonmigas tertinggi berasal dari golongan barang alas kaki, yaitu mencapai 204,85 juta dolar AS, disusul plastik dan barang dari plastik 55,52 juta dolar AS," ujarnya. 

Terdapat delapan dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Oktober 2015 mengalami penurunan nilai ekspor, kecuali golongan alas kaki dan kakao atau coklat.

Adapun 10 golongan barang utama ekspor nonmigas Banten adalah alas kaki, plastik dan barang dari plastik, tembaga, karet dan barang dari karet, mesin/peralatan listrik, kertas/karton, mesin-mesin/pesawat mekanik, bahan kimia organik, kakao/coklat dan barang-barang rajutan.

"Penurunan ekspor nonmigas tertinggi berasal dari kertas atau karton, yaitu 9,39 juta dolar AS, sedangkan terendah pada golongan barang tembaga (HS 74) yang turun 0,47 juta dolar AS," tegasnya.
Peluang Usaha Bengkel Cukup Menjanjikan

Diposkan oleh On 12/21/2015 09:48:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Prospek usaha dari perbengkelan memang cukup menjanjikan, hampir setiap orang memiliki kendaraan terutama sepeda motor. Hal ini bisa menjadi peluang usaha yang cukup bagus bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak bekerja di perusahaan.
Hal ini juga dilakukan oleh Zaki Hamzah Mi,roji pemuda 25 tahu asal Brebes jawa Tengah ini menekuni profesinya sebagai bengkel motor dikomplek perumahan Cikande Permai sejak dua tahun yang lalu,benkel motor Zaki buka 24jam,kapanpun pelanggan Zaki datang dilayani dengan baik,DAPOER MOTOR,itulah nama bengkel motor Zaki. Dibantu dua orang asisten  Mamen dan Dedeng, Zaki pun tak merasa kerepotan untuk mengerjakan pekerjaannya walau tiap hari banyak motor yang harus diservis,dari servis ringan seperti ganti oli,bersihkan karburator,hingga servis berat seperti bongkar mesin.  Dalam sehari Zaki dapat mengerjakan beberapa motor,sehingga pennghasilannya dapat memenuhi kebutuhan hidup dan dua orang asistennya.
Ditengah carut marut perekonomian dinegara kita,seperti maraknya pekerja buruh yang di PHK terkait lemahnya nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika,maka pemuda Seperti Zaki sangat dibutuhkan dimasyarakat.  Dengan bermodal Ijazah STM dirinya dapat membekali diri untuk mandiri,sejak lulus sekolah kejuruan Zaki belum pernah bekerja diperusahaan, karena menurutnya, menciptakan pekerjaan sendiri lebih baik dibandingkan bekerja sama orang lain.  
awalnya Zaki bekerja pada orang lain, yaitu bekerja dibengkel motor teman, dari situ ia belajar dari pengalama, sehingga setelah punya modal untuk sewa tempat dan beli peralatan dirinya dapat buka bengkel sendiri.
"Memang awalnya saya bekerja dibengkel teman saya,setelah saya punya modal untuk sewa tempat dan beli peralatn,sayapun buka bengkel sendiriri,itupun seizin teman dimana tempat saya bekerja dulu" ujar Zaki kepada banten com
Salah satu penggemar motor Yamaha yang biasa servis motor dibengkel Zaki adalah sahabat Zaki sendiri, yaitu Hendrik, pemuda ganteng asal ambon itu tiap minggu berkunjung kebengkel Zaki guna mengontrol motornya setelah sepekan dipergunakan bekerja, karena Hendrik tiap hari berangkat dan pulang bekerja menggunakan motornya.  
"Saya tiap hari bekerja menggunakan motor, sehingga saat libur kerja saya harus mengontrol motor saya, hawatir ada kerusakan saat diperjalanan" kata Hendrik (Dewa)