Wisata Pulau Lima

Diposkan oleh On 5/16/2017 01:27:00 PM with 1 comment

Bantencom -  Banten memang memiliki beberapa keistimewaan selain menjadi tempat konservasi badak bercula satu yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten juga menyimpan surga-surga tersembunyi yang berupa pulau-pulau kecil di sekitarnya. 

Salah satu pulau yang baru menunjukkan keindahannya adalah pulau 5 Banten 

Pulau Lima ini muncul setelah pulau Pamujan Kecil yang berada di dekatnya. 

Penamaan pulau ini menjadi pulau Lima diikuti pula oleh pulau lainnya yang berada di gugusan kepulauan Mujan yaitu Pulau Mojan Besar atau pulau Tiga dan Pulau Empat atau pulau Pamujan Kecil. 

Meskipun letaknya yang berdekatan namun karakteristik pulau Lima berbeda dengan kedua pulau lainnya. Pulau ini memiliki pasir putih yang lembut dan halus, dengan hamparan hutan mangrove di sekitarnya. 

Sebagaimana kedua pulau lainnya yaitu pulau Tiga dan Empat, pulau ini terletak kurang lebih 20 menit perjalanan laut dari pelabuhan karangantu. 

Jaraknya lebih dekat ke daratan dari pada kedua pulau yang lain. 

Pulau Lima Banten ini memiliki luas sekitar 3,5 hektar. Akses untuk menuju ke pulau Lima ini hampir sama pula dengan akses menuju ke pulau Mojan Besar dan pulau Pamujan Kecil. 

Jika anda berangkat dari Serang anda bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke pelabuhan Karangantu yang letaknya di wilayah Kaseman, Banten Lama. 

Jaraknya dari kota serang adalah sekitar 30 menit perjalanan. Jika anda tidak menggunakan kendaraan pribadi tidak usah khawatir karena dari Serang ada angkutan umum yang menuju ke arah pelabuhan Karangantu, anda hanya perlu membayar 5 ribu rupiah untuk tiba di sana.
    Setelah tiba di pelabuhan Karangantu kemudian anda bisa menyewa perahu nelayan atau mengikuti paket perjalanan wisata di pulau Lima Banten yang menyiapkan segala keperluan transportasi dan beberapa fasilitas dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp. 50.000,00. 

Untuk transportasinya meliputi pulang dan pergi, sedangkan beberapa fasilitas lain yang ditawarkan adalah banana boat, snorkeling, dan memancing dari atas perahu. 

Harga ini ditawarkan pada masa-masa promo pariwisata pulau Lima. Jika anda tidak bisa menemukan promo yang menguntungkan tersebut anda masih bisa untuk mengunjungi pulau Lima dengan menyewa perahu nelayan dengan harga Rp. 200.000 untuk sekali jalan, tentu akan lebih murah jika anda membawa lebih banyak rombongan. 

Jika anda dan rombongan menginginkan untuk menginap maka anda bisa menyewa penginapan di pulau Lima dengan kisaran harga Rp. 200.000,00 hingga Rp. 500.000,00. Apa yang bisa anda lakukan di Pulau Lima? 

  Sebagaimana wisata pulau yang lainnya pulau Lima menawarkan panorama alam yang indah, anda bisa menikmatinya hanya dengan bersantai di gazebo-gazebo yang disediakan sembari menyantap makanan-makanan ringan yang juga dijual di sekitar gazebo, seperti mie, bakso, pecel, dan aneka jenis makanan lainnya. 

Selain itu mengitari pulau dengan banana boat bersama teman-teman juga menjadi kegiatan yang mengasikkan dipulau itu.(BC2)
Mata Air Citaman Pandeglang, Surga Tersembunyi di Tanah Banten

Diposkan oleh On 2/03/2017 11:20:00 AM with 1 comment

Bantencom - Banten, jika kalian mendengar nama daerah yang satu ini memang identik sekali dengan wisata pantai dan taman nasional tempat penangkaran Badak bercula satu, Ujung Kulon. Tapi siapa sangka di Banten ternyata memiliki wisata mata air jernih sekelas Umbul Ponggok. Banyak yang bilang bahwa kolam mata air ini memiliki air sedingin es.
Jadi, bagi kalian yang ingin mengukur daya tahan tubuh kalian dengan cuaca yang dingin, kalian bisa coba berendam di kolam mata air Batu Goong Citaman. Tinggal di sekitaran Jabodetabek membuat kalian beruntung loh, karena kalian tak perlu jauh-jauh untuk menikmati segar dan dinginnya mata air. Tak perlu melangkah jauh ke Umbul Ponggok, Klaten, kalian hanya perlu bergeser sedikit ke arah Pandeglang, Banten dan kalian akan menemukan sensasi wisata yang berbeda di Mata Air Citaman ini.
Wisata mata air Citaman ini ternyata merupakan salah satu situs purbakala yang berumur lebih dari 2.500 tahun. Kolam mata air ini sudah ada sejak zaman sebelum masehi, kalian bisa bayangkan betapa tuanya wisata mata air ini. Tetapi kualitas air di kolam ini masih terjaga kemurniannya sampai saat ini, bahkan banyak yang bilang bahwa mata air Citaman memiliki air yang sedingin es.
Mata air Citaman keluar dari sela-sela batu yang ada ditengah kolam, hal inilah yang menarik perhatian pengunjung untuk berenang disini. Suasana alamnya yang asri menjadi salah satu keunggulan dari wisata mata air Citaman, letaknya yang jauh dari pemukiman warga dan dikelilingi oleh tanaman kirai membuat suasana di tempat ini semakin alami. Wajar saja apabila akhir pekan tiba, banyak muda-mudi selfie didalam kolam mata air Citaman ini.
Sebagai traveler cinta lingkungan, sudah sewajibnya kalian ikut menjaga dan melestarikan apa yang diwariskan oleh nenek moyang. Mata air Citaman adalah salah satunya. Warisan kekayaan alam dari nenek moyang kita, harus selalu kita jaga sampai anak cucu kita pun dapat menikmati dingin dan segarnya berendam di kolam ini. Kolam yang menjadi saksi bisu peradaban manusia. Bagi kalian yang ingin berkunjung mata air Citaman, jangan sampai kalian meninggalkan jejak-jejak vandalisme disana ya.
alian harus sadar akan tanggung jawab kalian untuk menjaga warisan bersejarah ini, agar tetap sama seperti sediakala. Karena tempat ini termasuk warisan purbakala, tempat ini termasuk kawasan yang dilindungi dalam UU No.5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya. Nah, jika kalian warga negara Indonesia yang baik, sudah sepatutnya kalian patuh dengan Undang-Undang ya.
Masih di lokasi yang sama tak jauh dari mata air Citaman, ada sebuah situs peninggalan bersejarah yang masih terjaga hingga saat ini, namanya Batu Goong. Batu Goong merupakan punden berundak peninggalan umat Buddha, dimana dahulunya batu itu digunakan untuk sebagai tempat betapanya para biksu. Situs Batu Goong ini memiliki kesamaan dengan situs di Lebak Sibeduk dan Arca Domas di daerah Banten Selatan.Batu Goong memang peninggalan umat Buddha, namun tempat ini juga merupakan salah satu bukti  masuknya Islam ke daerah Banten.
Islam masuk ke Banten melalui Syekh Dalem Tuha, yang kala itu berniat mendatangi warga perkampungan di sekitar daerah Batu Goong untuk menyiarkan agama Islam.
Mata air Citaman bertempat di Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mata air ini terletak di Kaki Gunung Pulosari, kalian bisa melewati Jalan Raya Pandeglang-Labuan. Jika kalian berangkat dari Pandeglang kota, kalian bisa melalui jalan Mandalawangi hingga sampai ke Kecamatan Jiput. Dari sana kalian bisa minta diantar oleh warga sekitar untuk sampai ke Mata air Citaman. Jika kalian berangkat dari arah Labuan, Pantai Carita, dan Pantai Anyer ada jalan memotong menuju Kecamatan Jiput. Akses terakhir yang bisa kalian lalui adalah melalui Menes, dari Menes kalian harus melalui pasar Jiput terlebih dahulu. Untuk sampai mata air Citaman, pengunjung harus jalan kaki melintasi sawah-sawah dan pedesaan.(BC2)
Objek di Banten yang Wajib di Kunjungi

Diposkan oleh On 1/17/2017 08:28:00 AM with No comments


Banten,Bantencom - Provinsi Banten yang berada di bagian barat Pulau Jawa ini ternyata memiliki banyak sekali tempat wisata yang indah dan bisa kamu kunjungi bersama teman maupun keluarga.


    Lokasinya yang sangat strategis, Provinsi Banten ini menjadi pilihan tempat wisata alternatif selain Bandung dan Bogor bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

1. Pantai Anyer
       Pantai yang merupakan salah satu paling terkenal dan sering dikunjungi oleh para wisatawan ini terletak di Serang, Banten. Tak hanya Pantai Anyer, di Banten juga memiliki sederetan pantai lain yang indah dan sangat pas untuk kamu kunjungi ketika akhir pekan bersama teman maupun keluarga tercinta.

       Jika ingin menginap di sekitaran Pantai Anyer, tak perlu khawatir karena kamu akan dengan sangat mudah menemukan beberapa penginapan murah dengan fasilitas memadai.

2. Arung Jeram Sungai Ciberang
        Lokasi arung jeram yang berada di sekitaran Banten ini juga menjadi salah satu tempat wisata yang ramai setiap harinya oleh para pengunjung yang berdatangan dari luar kota Banten. Di sekitar area Arung Jeram Sungai Ciberang ini, memiliki danau yang masih jernih dan sangat asri, serta dikelilingi oleh pohon-pohon dan bukit yang masih hijau.

          Untuk bisa sampai ke tempat ini kamu harus melewati jalan yang tidaklah mudah tentunya, jalanan yang berliku-liku serta terjal yang berada sepanjang jalan menuju arung jeram ini lebih baik kamu tempuh jika menggunakan kendaraan roda dua maupun berjalan kaki.

3. Masjid Agung Banten
          Sudah berdiri sejak tahun 1569 yang lalu. Masjid Agung Banteng yang memiliki arsitektur bangunan yang masih kental dengan ciri khas pada zaman dahulu. Masjid ini memiliki beberapa perpaduan yang sangat etnik. Budaya Hindu, China, Jawa dan Eropa sekaligus jadi satu dipadukan dalam Masjid Agung yang berlokasi di Jalan Banten Lama, Kasemen Serang ini.

          Tak hanya Masjid biasa, tempat ini juga sering dijadikan tempat berwisata oleh para pengunjung karaena keindahan dan kemegahan dari Masjid yang menjadi ciri khas umat Islam di Banten.


4. Rawo Dano
           Lokasi Rawa Dano berada di Kabupaten Serang. Bisa kamu tempuh kurang lebih berjarak 100 kilometer dari Jakarta. Rawa Dano yang merupakan salah satu tempat wisata di Banten ini memiliki keindahan alam yang sangat indah sekali dan sangat sayang untuk kamu lewatkan.Sesuai dengan namanya, Rawa Dano ini memiliki danau, rawa-rawa dan hutan. 

            Tempatnya yang memiliki luas kurang lebih 2,500 hektar ini ternyata masih memiliki banyak sekali satwa berjenis reptil seperti kadal dan ular.

5. Danau Tasikardi
             Terletak di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kota Serang Banten, Danau Tasikardi ini terletak kurang lebih 10 kilometer dari pusat kota Serang. Asal muasal Danau ini juga berasal dari bahasa Sunda yang berarti “danau buatan.”

            Danau yang memiliki luas kurang lebih 5 hektar ini ternyata memiliki lapisan dasar yang berupa ubin batu bata. Di sini kamu bisa melakukan beberapa aktivitas seperti memancing, berkemah, bermain perahu air dan menikmati suasana sejuk yang disajikan di Danau Tasikaradi berkut ini. Selain itu, di sini kamu juga bisa menyebrang dan mengunjungi pulau peninggalan dari Sultan Banten.

6. Pulau Sangiang
            Pulau yang terletak di Selat Sunda, Banten ini bisa kamu tempuh hanya dengan menggunakan perahu dari pantai Anyer. Lama perjalanan akan menempuh waktu kurang lebih 45 menit.Ada beberapa tempat wisata lain yang tak kalah indah dan bisa kamu nikmati jika berkunjung ke tempat ini.

            Di antaranya adalah wisata bahari, wisata budaya, wisata ilmiah dan wisata alam. Setelah berkunjung ke beberapa tempat wisata yang berada di Pulau Sangiang, kini saatnya untuk mencoba beberapa aktivitas lain yang merupakan fasilitas dari pulau ini.

            Di sini, kamu bisa mencoba untuk mendaki gunung, bersepeda, berkemah, snorkeling, memancing dan menikmati juga beberapa benteng-benteng Jepang peninggalan sejarah pada masa perang dunia dahulu.

7. Pantai Sawarna
             Merupakan kawasan yang berada di Bayah, Banten. Pantai Sawarna ini masih tergolong wisata baru dan belum terlalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Tempat yang terkenal berkat sosial media ini terletak di pantai Selatan, tepatnya di daerah Bayah. 

              Biasanya pantai ini suka dijadikan tempat berselancar oleh para wisatawan karena pantainya memiliki ombak yang besar. Tak perlu khawatir jika ingin bermalam di sekitar pantai ini, karena kamu akan dengan sangat mudah menemukan beberapa penginapan di sekitar lokasi dengan harga murah.

8. Rumah Hutan Banten
               Masih berlokasi di sekitaran Serang, tempat ini terletak di Kampung Bojong, desa Cidampit Kecamatan Taktakan, Serang. Sebenarnya tempat ini merupakan Rumah Hutan yang dilengkapi dengan fasilitas Rumah Pohon. 
      
               Suasananya yang masih sangat alami, tempat ini memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri sehingga banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

9. Curug Bumi 
               Salah satu tempat wisata yang terbilang masih sangat sejuk dan alami ini adalah Curug Bumi, atau yang biasa disebut juga dengan Leuwi Bumi. Berlokasi di Padarincang, Serang, Banten, Curug ini memiliki kolam air yang sangat jernih dan sangat sejuk sekali. Tentunya lokasi ini sangat pas untuk kamu kunjungi ketika akhir pekan bersama teman-teman maupun keluarga tercinta.

               Biasanya tidak hanya bermain air di Curug Bumi, lokasi sekitar juga sering dijadikan tempat berkemping oleh para wisatawan yang berdatangan ke tempat ini. Siap untuk berkemping di tempat ini?

10. Taman Nasional Ujung Kulon 
               Taman Nasional Ujung Kulon, yang merupakan kawasan paling konservasi dengan alam yang berada di Indonesia ini sangat berperan penting dan masih dijaga maupun dilestarikan oleh Indonesia.

              Banyaknya daya tarik yang membawa para pengunjung untuk menginjakan kakinya di tempat ini adalah, adanya beberapa hutan tropis dengan dataran rendah yang sangat indah dan menakjubkan. Serta, kamu bisa bertemu dengan badak bercula satu di tempat ini.

              Tak hanya itu saja, masih ada banyak sekali beberapa jenis hewan yang dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon ini, beberapa diantaranya adalah; Badak Jawa, Banteng, Babi Hutan, Kukang, dan berbagai macam jenis burung dan primata, dan binatang lainnya.(BC2)


Gubernur Sambut Baik Usulan DKB Merubah Eks Pendopo Menjadi Taman Budaya Banten

Diposkan oleh On 2/19/2016 02:14:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Audensi yangdilakukan oleh beberapa tokoh kesenian Banten bersama Gubernur Banten Rano Karno untuk meminta pandangan serta memberikan beberapa usulan terkait dengan Kesenian khas daerah Banten. salah satu pokok pembahasan nya adalah para seniman meminta Eks Pendopo Gubernur Banten menjadi Taman Budaya Banten.

Ketua Umum DKB Chavchay Syaifullah saat audiensi langsung meminta kepada
Gubernur Banten Rano Karno menjelaskan bahwa provinsi Banten masih menjadi
salah satu dari sembilan provinsi yang belum memiliki taman budaya, padahal
Provinsi Banten memiliki begitu banyak jenis kesenian baik seni modern dan
tradisi.

Sayangnya, wadah untuk menampung kreativitas seniman di Banten,
menurut dia, masih terserak dan belum menemukan tempat yang strategis dan
mudah dijangkau publik. Hal ini menurut Chavchay menjadi dilematis ketika
Provinsi Banten sendiri dipimpin oleh seorang seniman seperti Rano Karno.

“Taman budaya tersebut nantinya akan menjadi wahana peningkatan kreativitas
seni budaya masyarakat Banten,” ujar Chavchay saat audiensi pengurus DKB
dengan Gubernur Banten Rano Karno siang ini di ruang kerja Gubernur, Kawasan
Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, Kamis (18/2/2016).

Lebih lanjut, Cavchay menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Taman Budaya Banten
tersebut bukan mengubah fungsi bangunan yang telah ada. Tapi label Taman
Budaya Banten tersebut hanya sebagai nama area dan aktivitas kesenian di
dalamnya.

 “Jadi ini lebih pada penamaan areanya, bukan mengubah bangunan
yang ada di dalamnya,” tegas dia.

Sementara itu, Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Banten Rano Karno menyambut baik usulan tersebut. Bahkan inisiatif Rano membuat Gedung Eks Pendopo Gubernur Banten menjadi Museum Negeri Banten karena ingin di Banten memiliki museum.

“Kalau pendopo itu bisa dijadikan Taman Budaya itu lebih bagus. Saya pun
mengapa ngotot membuat museum di sana, karena satu-satunya provinsi di Jawa
yang tidak memiliki museum itu Provinsi Banten. Padahal secara kultur dan sejarah, Banten tidak kalah dengan daerah lain. (Cak Wo)
Budaya Baduy Akan Meriahkan FFI di Banten

Diposkan oleh On 10/29/2015 05:34:00 PM with No comments

Serang, bantencom -  Festival Film Indonesia (FFI) yang pelaksanaannya kali ini berada di Provinsi Banten, akan segera dilaunching pada 30 Oktober 2015 mendatang di halaman kantor Pendopo Lama Gubernur Banten, Jalan Brigjen KH.Syam'un, Kota Serang, Banten.

"Nant yang hadir dari Mendikbud, artis, panitia pusat dari Badan Perfileman Indonesia, pusat pengembangan perfileman kemendikbud," kata Kepala Disbudpar Provinsi Banten, Moh.Ali Fadillah, Rabu (28/10/2015).

Setelah dilaunching, maka akan diwarnai berbagai acara yang akan memeriahkan rangkaian FFI hingga puncaknya pada 23 November 2015 yang berlangsung di ICE Tangerang, Banten.

"Rencana pawai artis pakai 30 mobil dari GOR Maulana Yusuf sampai alun-alun Serang. Dimeriahkan marching band, kendaraan hias, masyarakat, layar tancep di setiap kabupaten dan kota," terangnya.

Dirinya pun memastikan bahwa event perfileman terbesar di Indonesia itu akan menampilkan berbagai macam kesenian dan pernak-pernik asli Banten, seperti penggunaan batik baduy yang rencana nya akan dipakai oleh para artis dan pengisi acara.

"Akan menonjolkan identitas Banten dari pakaian, seni, dan tari. Ornamen panggung pun akan menampilkan ciri khas baduy. Harapannya 10 ribu wisatawan bisa hadir di seluruh rangkaian acara FFI," tegasnya.
Selamat Hari Batik Nasional

Diposkan oleh On 10/02/2015 01:15:00 PM with No comments

Bantencom- Batik adalah identitas bangsa Indonesia.
    Batik dipercaya menjadi bagian penting seseorang di Indonesia sejak lahir hingga meninggal. Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

Untuk informasi, Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh mantan Presiden RI, Soeharto, yang kala itu memakai batik di Konferensi PBB bersama negara-negara lain. Batik juga pernah digunakan oleh tokoh-tokoh dunia, seperti Nelson Mandela, Barack Obama, Zinedine Zidane dan Bill Gates ketika bertandang ke Indonsia. Bagaimana? Sudah tahu bukan, ada hari apa di tanggal 2 Oktober? Semoga kita bukan hanya ingat dengan tanggalnya saja, tapi juga ikut melestarikan batik dan kebudayaan Indonesia lainnya sebagai salah satu bentuk kecintaan pada Ibu Pertiwi.

Dalam kesempatan ini, kita akan menceritakan kembali mengapa tanggal 2 Oktober merupakan hari penting bagi bangsa Indonesia. Tepat 7 tahun yang lalu, Badan PBB untuk masalah kebudayaan, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Lebih dari itu, bahkan dalam situs Wikipedia, tanggal tersebut bukan hanya diperingati sebagai Hari Batik Nasional, UNESCO menetapkan sebagai Hari Batik Sedunia. Upaya Penghapusan Klaim Malaysia Proses yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia terbilang cukup lama untuk mendapat pengakuan refresentatif dari UNESCO soal Batik. Diawali dengan proses nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, 3 September 2008, pemerintah Indonesia harus menunggu lebih dari 4 bulan.  UNESCO akhirnya menerima secara resmi pada 9 Januari 2009 untuk diproses lebih lanjut. Sebelumnya, prahara terjadi berkaitan tentang batik. Lagi, Malaysia menjadi momok menjengkelkan bagi Indonesia dalam hal pengklaiman kebudayaan. Namun, pemerintah Indonesia langsung bereaksi atas kejadian itu. Mereka segera mendaftarkan Batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia ke UNESCO. Berapa bulan setelah diterima UNESCO, tahap selanjutnya yang ditempuh dalam proses pengakuan Batik ialah pengujian tertutup di Paris. UNESCO menggelar pengujian selama 4 hari, 11-14 Mei 2009. Hal yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rabu, 2 Oktober 2009, jadi puncak penantian Indonesia. UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representative Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mohammad Nuh, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saati itu, tak henti-hentinya untuk mengajak rakyat Indonesia untuk bersyukur setelah mendapat informasi tentang Batik telah diakui UNESCO. “Kita harus bersyukur, proses ini bukan proses yang pendek untuk mendapatkan pengesahan dari UNESCO,” ujarnya. Nuh juga mengutarakan tentang pendeklarasian yang diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai upaya untuk menghapus pengklaiman yang digencarkan sebelumnya oleh negara tetangga, Malaysia. Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah itu sendiri.(BC2)
sumber : kompasiana
Wayang kulit tak tergerus zaman

Diposkan oleh On 7/20/2015 05:30:00 AM with No comments

    Klaten,bantencom- Pagelaran wayang kulit tak tergerus zaman terbukti setiap tahun acara ini pasti digelar salah satunya di daerah kabupaten klaten.


     Acara pagelaran wayang kulit ini di laksanakan dalam rangka tasyakuran dan wujud syukur serta bersih-bersih kampung dan salah satu ajang silaturahmi warga desa setempat.


     Minggu malam salah satu desa dikabupaten klaten mengadakan acara wayang kulit tersebut,banyak unsur yang dapat dipetik didalam acara tersebut baik dari segi silaturahmi antar warga,adapun isi dari wayang tersebut juga melakonkan hiburan dan dakwah.



      Adapun acara ini dapat terwujud berkat kerja sama antara perangkat desa dan penduduk setempat.


       Tidak hanya wayang dan langgamnya yang sangat menghibur terbukti makin malam ,semakin ramai yang menonton acara ini,selain itu juga pada acara ini juga diselingi dengan adanya hiburan campur sari ditengah -tengah acara berlangsung dengan tujuan agar bisa merefresh suasana,ujar salah satu panitia pelaksana.



     Acara rakyat ini tetap menjadi idola dan tak bakal digerus zaman dan terus di abadikan bangsa ,begitu harapan salah satu pemuka desa setempat.(bc2)


     
   
        
Semakin langka, pemerhati dan pecinta budaya tanah air  indonesia

Diposkan oleh On 6/25/2015 09:48:00 PM with No comments

Bantencom- United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO)


     Yang merupakan organisasi bidang pendidikan dan
kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dengan bangga mengkukuhkan Keris Non Bendawi Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan
milik seluruh bangsa di dunia. "Dunia telah   mengakui


     Keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan
dunia sejak 25 November 2005,"

      Leluhur bangsa Indonesia adalah Leluhur yang teramat
 sangat mencintai Generasi penerusnya, terbukti Para Leluhur
 menyisipkan Pesan Tersurat dari sebilah Keris baik bekelok
maupun Lurus.

     Mudahnya Keris Lurus mengisyaratkan untuk selalu
 dijalan kebenaran, sedangkan Keris Berkelok mengisyaratkan
untuk menghindar dari kejahatan jika tak dapat selalu bejalan
 di Jalan kebenaran.


     Namun, kini Generasi penerus kita belum
dapat memahami pesan tersurat tesebut sehingga tak banyak yang
bersedia menjadi pelestari kebudayaan Indonesia yakni keris
dan sebagainya.


       Harapan kami para budayawan adalah semoga Pendidikan Tentang
 Sastra harus lebih digalakan, lebih-lebih tentang sastra
yang terkandung didalam benda2 warisan Leluhur Bangsa Indonesia
seperti Keris, Kujang dan lain-lain.

         Karena tanpa disadari Banyak Warga Indonesia yg kehilangan
 Jati dirinya. Demikian di Kemukakan oleh Budayawan RM. Sholeh
 (Waringinsari Langensari Kota Banjar) .
(BC9/Sugeng jabar)


Pentas Seni Ubrug Hibur Masyarakat Banten

Diposkan oleh On 5/30/2015 11:42:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Pentas seni Ubrug di ajang pekan informasi provinsi Banten yang digelar dinas perhubungan komunikasi dan indormasi (Dishubkominfo) provinsi Banten di Pendopo Gubernur cukup menghibur masyarakat banten yang hadir. Sabtu, 30 Mei 2015
Kesenian khas daerah Banten ini membawa cerita sejarah kesultanan Banten pada waktu silam. Para pemain ubrug membawakan cerita dikolaborasikan dengan lelucon, sehingga mengundang gelak tawa para penonton.
Dalam cerita tersebut dikisahkan bagaimana Sultan Maulana Yusuf sebagai penerus Sultan Maulana Hasnudin menyatukan wilayah Banten menjadi satu kesatuan yang utuh.
Selain kesenian Ubrug PIN Tingkat Provinsi Banten ini juga menghadirkan beberapa band asal Jakarta seperti Matik band, Etana band dan Budi penyanyi salah satu kontestan di ajang pencarian bakat X Factor Indonesia.
Salah satu warga Didi warga tembong Kota Serang yang menonton acara ini mengaku terhibur dengan adanya pentas seni ini, menurut nya informasi tidak melulu harus berupa politik atau peristiwa.
"Saya senang menonton acara ini, apalagi kesenian Ubrug yang menceritakan sejarah Kesultanan Banten, informasi tidak melulu berupa politik atau peristiwa. Melalui kesenian ini juga informasi dapat kita peroleh" katanya (rid)
Bakti sosial forum silaturahmi keluarga besar pelindung kehidupan

Diposkan oleh On 4/30/2015 10:28:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Forum silaturahmi keluarga besar ilmu pelindung kehidupan Banten akan mengadakan acara bakti sosial.

    Acara bakti sosial ini akan diadakan sabtu 2 mei yang akan datang bertempat di alun-alun kramatwatu kabupaten serang.

    Adapun acara ini akan dilaksanakan mulai pukul sembilan pagi hingga selesai,acara ini berisikan donor darah dan pengobatan gratis.

     Diharapkan bagi masyarakat Banten umumnya dan kab serang khususnya dapat berpartisipasi dalam acara ini dan semoga mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat.(bc2)


Www.bantencom.com
Seba Baduy Anggaran Fantastis Fasilitas Miris

Diposkan oleh On 4/26/2015 10:49:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Tradisi tahunan Seba Baduy dimanfaatkan oleh dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Banten untuk melakukan pemborosan anggaran. Disbudpar Provinsi Banten menggelontorkan anggaran hampir satu milyar untuk kegiatan tersebut. Anggaran sebanyak itu tidak sesuai dengan sarana dan prasarana yang di sediakan.
Penyambutan masyarakat baduy terlihat sederhana tidak ada panggung yang dipasang panitia kegiatan. Seluruh peserta hanya duduk diaspal.
Salah satu peserta warga kalekes Saniah juga mengatakan bahwa pelaksanaan seba tahun ini tidak semeriah tahun lalu yang dirasa cukup bagus dengan adanya tenda yang dipasang dihalaman pendopo gubernur.
"Jujur pelaksanaan tahun iye (sekarang-red) kurang meriah dibandingkan dengan tahun lalu. Mana tenda aja gak ada kumaha iyeu panitia (bagaimana ini panitia-red) kata saniah kepada bantencom.com
Sementara itu kepala dinas budaya dan pariwisat. M Ali Fadillah mengatakan bahwa disbudpar mengeluarkan anggaran hampir satu milyar yang dipergunakan untuk makan dan akomodasi peserta.
"Anggaran untuk kegiatan seba baduy ini hampir satu milyar dan dipergunakan untuk makan dan akomodasi peserta dan gak ada masalah dengan anggaran itu" kata Ali kepada wartawan (Rid)
Rano Sayangkan Masyarakat Kota Serang Tidak Menyambut Seba Baduy

Diposkan oleh On 4/25/2015 09:46:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Ketua pelaksana seba baduy kepala dinas disbudpar Provinsi Banten Muhammad Ali Fadillah. Even sakral tahunan seba baduy tradisi tahunan masyarakat lewidamar dan masyarakat Kanekes Lebak Banten membawa hasil bumi untuk pemerintahnya. Peserta Seba baduy mencapai 1957 orang dan 72 orang dari baduy dalam. Baru pertama kali menginjakan kaki melewati jalan protokol ditengah-tengah kota Serang Banten. Tema pelaksanaan seba baduy tahun 2015 adalah Melestarikan kearifan lokal berkesinambungan
Ayah sairi putra jaro masyarakat baduy mengatakan bahwa dirinya beserta masyarakat lewidamar dan masyarakat kanekes bermaksud berailaturahmi kepada bapak gede (plt. Gubernur) dan ibu gede ( Dewi Karno
Kijaro mengingatkan bahwa gunung dibaduy harus dijaga tidak boleh menggunduli gunung yang ada di baduy, karena akan menimbulkan berbagai macam bencana, Baduy mengharapkqn ketentraman, keamanan diprovinsi banten. Pembangunan banten cukup berkembang, usaha menengah, meluaskan pertanian dan perkebunan di baduy.
Plt. Gubernur Rano Karno
Mengaku berbahagia karena kedatangam maayarakat baduy dalam tradisi seba baduy yang hanya ada di Banten. Amanat alam yang patut dicerna, kelestarian alam dapat terjaga. Kearifan lokal masyarakat baduy dapat hidup jujur apa adanya. Acara seba upaya mengangkat even seba secara luas agar menjadi even hiburan bagi masyarakat. Kesederhanaa masyarakat baduy.
Lebih lanjut Plt. Gubernur Rano Karno menyayangkan masyarakat Kota Serang yang tidak mau menyambut masyarakat Baduy, padahal tradisi ini sangat baik dan bisa dijadikan daya tarik wisata di Provinsi Banten.
"Saya menyayangkan masyarakat kota tidak menyambut masyarakat Baduy, mungkin karena sudah terbiasa. Namun bagi saya selaku budayawan bahwa tradisi ini harus dilestarikan sebagai tradisi budaya salah satu masyarakat Banten" (rid)
Seniman Tak Bergantung Pada Pemerintah

Diposkan oleh On 3/22/2015 02:51:00 PM with No comments

Jogjakarta, bantencom - Sebuah studio tempat berkumpulnya para perupa patung dan fhotografer berdiri di lahan bekas terjadinya gempa Jogja yang kini memiliki lahan seluas 2000 meter persegi.
Studio tersebut bernama Komhara Studio yang merupakan milik dari pematung Komroden Haro yang lokasinya berada di tepian kali Konteng, gang Abiyasa, dusun Bayaran, Tamantirto Kasihan Bantul.
Dilokasi tersebut, Komroden di tahun 1997 membeli lahan seluas 300 meter persegi. Kini, tempat tersebut berkembang menjadi beberapa bangunan, diantaranya studio pembuatan patung, ruang pameran alternatif untuk para seniman, hingga tempat tinggal sang pemilik bersama keluarganya, Martina (Istri) dan ketiga anaknya bernama Nabilah Inas Marko, Reihan Shagr Marko dan Rona Earlene Marko yang ditempatinya semenjak tahun 2006 silam.
Lahan seluas 2000 meter persegi tersebut merupakan bekas hutan jati yang kini diramaikan dengan aktifitas kesenian para seniman Jogja untuk menuangkan kreatifitasnya dan menghasilkan karya seni yang berkelas.
Jiwa seni yang sudah mendarah daging dalam diri Komroden Haro, membuatnya kini dipercaya sebagai ketua Asosiasi Pematung Indonesia (API) Cabang Jogjakarta.
Dirinya pun kini coba membantu perekonomian warga sekitar dengan mempekerjakannya menjadi karyawan. Bahkan, dirinya pun coba melestarikan kesenian patung kepada anak muda di studio pribadi miliknya.
Perjalanan hidupnya menjadi seniman, membuat dirinya tak menggantungkan hidupnya kepada pemerintah. Melalui dana 'patungan' dirinya pun membuat ruang pameran alternatif yang bersifat indoor dan outdoor yang telah diresmikan semenjak Desember 2014 lalu.
Hal ini guna menyalurkan gagasan kreatifitas para seniman Jogja ataupun seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan 'memajang' hasil karya seninya tanpa tergantung dari pemerintah.
Anak Muda Kreatif Banten dan KFJ Lakukan Pemutaran Film di ex Pendopo Gubernur Banten

Diposkan oleh On 3/13/2015 04:20:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Sabtu malam buat anak muda bakal di manjain dengan acara nobar alias nonton bareng, nonton layar tancap di ex Pendopo Gubernur di jalan Brigjen KH Syamun, kota Serang. Tapi ini bukan layar tancap film jaman dulu loch, tapi ini karya sejumah anak muda creative di Banten kerja sama dengan Komunitas Film Jogja (KFJ).
Acara yang di prakarsai oleh The Way Production ini melibatkan beberapa kelompok anak muda creative di Banten seperti Theater Kain Hitam dari Gesbica (IAIN SMH), Forum Cyber Journalis Banten (FCJB), Banten Rupa Fotografi.
Menurut Producer film pendek synopsis "Renungan close(t)" Budi Wahyu Iskandar, menyatakan film yang akan di putar sebanyak lima film, empat dari Jogja dan satu dari Banten. " Datang aja yach ke Ex Pendopo Gubernur lama di alun-alun, insya allah acaranya keren, karena film-film dari teman kita di Jogja salah satunya merupakan film pendek terbaik, saya berharap cara ini menjadi momen awal dunia kreativitas di Banten, ujar Budi saat di temui di pendopo.
Sedangkan menurut producer executive Ade Wahyu yang juga merupakan Director timelapse dan Hyperlapse di The Way production, rangkaian pemutaran film pendek ini merupakan semangat anak muda di Banten yang mulai terlihat. " Saya membayangkan jika gedung Ex pendopo mulai di isi oleh agenda creative di Banten, bisa jadi Banten akan di lihat oleh orang-orang creative di Indonesia, kami hanya punya semangat dan tekad aja untuk memulai acara ini, kebetulan teman-teman film Jogja, mendukung ide ini, Ujar Ade Wahyu.
Untuk itu kedua producer film pendek renungan closet(t) inipun mengajak warga Banten untuk datang ke ex pendopo Sabtu jam 8 malam. " pokoknya rugi kalo gak datang, filmnya keren-keren, buat mahasiswa, kelompok film di Banten jangan gak datang yach kita nonton lesehan di sini (pendopo red), ujar Budi wahyu Iskandar.
Banten Siapkan Pramuwisata Bersertifikat

Diposkan oleh On 3/10/2015 01:25:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Potensi wisata yang lebih dari 200 destinasi, maka peran pramuwisata atau yang sering dikenal dengan sebutan gaet, harus dikelola dengan baik untuk menciptakan citra wisata yang baik, terlebih Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang fokus pada bidang pariwisata berada di Banten.
"Sebelumya para pramuwisata ini kurang terorganisir, dan sekarang kita mencoba mengorganisir mereka, agar lebih tertata," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten, Mohamad Ali Fadillah, saat ditemui diruangannya, Selasa (10/3).
Guna memperbaiki citra wisata di Banten yang pada akhirnya akan menarik jumlah wisatawan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) untuk menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pramuwisata.
"Kali ini pelaku usaha yang kita gandeng dan kita bekali adalah Himpunan Pramuwisata Indonesia  (HPI) Banten, tujuannya memberikan pembekalan, terutama terkait daya saing wisata Banten," terangnya.
Hadirnya KEK Tanjung Lesung di Banten dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlangsung di akhir tahun 2015 ini, tentu persaingan wisata akan semakin berat.
Karena nya, peningkatan SDM pramuwisata di Banten sangat lah penting. Karena pramuwisata lah yang pada akhirnya akan mencitrakan dusia wisata di Banten kepada para pengunjung.
"Dalam kode etik itu, tidak ada kasta antara wisatawan dan pribumi, dan yang paling pentng harus mensejahterakan kedua belah pihak (wisatawan dan masyarakat). Nantinya semua (pramuwisata) harus terdaftar, agar kita bisa memberikan satu visi," tegasnya.
Vihara Avalokitesvara Simbol Kerukunan Etnis Tionghoa dan Islam

Diposkan oleh On 2/19/2015 11:49:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Kehadiran masyarakat etnis Tionghoa mempunyai sejarah yang panjang di tanah Banten. Bahkan, bagaimana toleransi antar budaya, antar agama, dan antar negara dapat tergambarkan melalui kehadiran Vihara Avalokitesvara yang berlokasi di Desa Pabean, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Salah satu yang menarik para saudagar dari berbagai macam negara datang karena perdagangan di Kesultanan Banten waktu itu mengalami kemajuan yang sangat pesat melalui Pelabuhan Karangantu nya. Termasuk saudagar dari Tionghoa, Arab, dan Eropa. Sehingga, menjadikan Banten waktu itu sebagai pusat perdagangan yang bercirikan masyarakat kosmopolitan.
"Putri Ong Tin Nio bersama para anak buah kapal waktu itu memutuskan untuk bermalam di Pamarica, karena saat itu daerah sini banyak merica," kata Humas Vihara Avalokitesvara, Asaji Manggala Putra, saat ditemui diruangannya, Kamis (19/2).
Alasan Putri Ing Tin Nio bermalam Pamarica karena persediaan di kapal yang semakin menipis guna melanjutkan perjalanan dari Negeri Cina ke Surabaya.
Setelah menginap beberapa hari, ternyata sang putri merasa betah untuk tinggal di Banten. Namun, kedatangannya membuat beberapa warga sekitar merasa terganggu dan resah.
"Kedatangannya dianggap ancaman merusak tradisi dan kepercayaan masyarakat," terangnya.
Akibatnya, hal ini membuat pergesekan semakin memanas, ditambah dibangunnya vihara yang pada awalnya berada di bekas kantor bea (douane) yang digunakan untuk sembahyang orang Cina.
Kehadiran vihara ini membuat masyarakat di Banten waktu itu ingin mengusir para orang Cina, karena bisa merusak keimanan masyarakat Islam waktu itu.
"Dari situlah figur Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati mengambil perannya dengan melakukan mediasi antara warga dengan Sang Putri," jelasnya.
Sunan Gunung Jati menegur keras masyarakat Banten, karena tidak ada paksaan dalam beragama. Khususnya memaksa warga pendatang harus memeluk Islam. Hingga pada akhirnya, Sunan Gunung Jati hanya sebatas menawarkan kepada Putri Ong Tin Nio dan rombongannya untuk memeluk Islam tanpa ada paksaan.
Sehingga, salah seorang pengawal Sunan Gunung Jati menyarankan agar Putri Ong menjadi mualaf dan menikah dengan Sunan agar masyarakat setempat bisa menghormati sang Putri.
Setelah pertemuan tersebut, membuat Putri Ong 'galau' apakah akan menerima tawaran sang Sunan Gunung Jati untuk memeluk agama baru dan menikah dengannya, karena tenyata sang Putri Ong pun menaruh hati pada Sunan Gunung Jati.
Sehingga pada suatu hari, Putri Ong dan rombongan pun menyatakan diri memeluk agama Islam yang disaksikan langsung oleh Sunan Gunung Jati.
Guna menyimbolkan persatuan antara dua agama dan dua kebudayaan yang berbeda, maka Sunan Gunung Jati membuat Masjid Agung Banten Lama dan Vihara yang bernama Avalokitesvara.
"Posisinya yang dekat (Vihara dan Masjid) menandakan hubungan harmonis antara etnis Tionghoa dan penduduk setempat yang memeluk Islam," tegasnya.
Mengenai kedatangan masyarakat Tionghoa ke Banten sendiri terdapat banyak fersi, ada yang menyebutkan bahwa masyarakat Cina datang ke Kesultanan Banten sekitar abad 17 masehi.
Dimana, pada abad tersebut, banyak ditemukan perahu Cina yang berlabuh di Banten dengan tujuan berdagang dan barter dengan lada.
Berdasarkan catatan sejarah dari J. P. Coen sendiri, banyak perahu Cina yang membawa dagangan senilain 300 ribu real. Dimana, dalam kelanjutannya, masyarakat Cina tak hanya berdagang, tapi bermukim di Banten dengan lebih dari 1.300 kepala keluarga (KK).
Vihara Avalokiteswara sendiri di bangun pada tahun 1952 masehi dan mengalami perpindahan beberapa kali.  Seperti di tahun 1659 masehi, Vihara ini menempati Loji Belanda, lalu ditahun 1725 pindah di sebelah selatan menara Masjid Pecinan Tinggi, baru ditahun 1774 hingga kini berlokasi di kampung Pamarican, Desa Pabean, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Perayaan tahun baru Imlek yang ke 2566 ini, Vihara Avalokiteswara sendiri ramai di datangi oleh etnis Cina untuk berdoa dan agar diberi keberuntungan di tahun Kambing ini.
"Semoga kita semua diberi keberkahan oleh sang maha pencipta. Indonesia pun semakin baik lagi," kata Janto, salah satu pengunjung asal Jakarta yang berdoa di Vihara Avalokiteswara, Kamis (19/2)
Jelang Imlek Permintaan Kue Keranjang Meningkat

Diposkan oleh On 2/18/2015 06:31:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Jelang imlek Permintaan kue keranjang yang meningkat, membuat salah satu rumah produksinya kebanjiran permintaan mencapai satu ton per hari nya.
"Kita produksi mulai tanggal dua (Februari) untuk melayani pelanggan. Kita harus memproduksi sekitar 800-1.000 kilogram setiap hari," kata Jusuf Winata (45), pemilik rumah produksi kue keranjang di Kota Serang (18/02/2015).
Kue keranjang hasil produksinya, disebarkan ke wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, hingga ke pulau Sumatera guna memeriahkan peringatan tahun baru Imlek 2566.
Meski sudah berproduksi hingga satu ton, rumah produksi kue keranjang yang berlokasi di Jalan Tirtayasa No 125 C, Kelurahan Kota Baru, Kota Serang, masih saja belum mampu memenuhi permintaan pasar, bahkan permintaan terus saja bertambah meski harganya lebih mahal dibandingkan kue keranjang yang beredar dipasaran.
"Ini untuk pemesanan dari Jakarta, Bogor, Bandung, dan bahkan Ke Medan. Mereka merupakan langganan lama," terangnya.
Jusuf memproduksi kue keranjang dengan ukuran antara 0,5 kilogram hingga 12 kilogram, "Kita menjual kemasan 0,5 kilogram Rp 39 ribu. Kue keranjang buatan kami, kami jaga betul kualitasnya," tegasnya.
Kue keranjang, Kue khas Imlek di Banten

Diposkan oleh On 2/18/2015 01:27:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Kue keranjang menjadi menu wajib yang harus dihadirkan dalam perayaan Imlek 2566 bagi etnis Tionghoa. Kue khas Imlek ini biasanya tak langsung di makan hingga makam ke 15 setelah tahun baru Imlek atau Cap Gomeh.
"Kue keranjang yang manis merupakan simbol doa agar kehidupan orang-orang yang merayakan Imlek memiliki kehidupan yang manis. Lalu bentuk kue yang bulat juga diyakini agar keluarga terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang," kata perajin kue keranjang, Jusuf Winata (45) dikediamannya, Rabu (18/2).
Pemilik usaha kue keranjang yang berlokasi di Jalan Tirtayasa no 125, Kelurahan Kota Baru, Kota Serang ini menjelaskan bahwa kue keranjang merupakan hidangan guna menyenangkan Dewa Tungku (Cau Kun Kong) agar memberikan laporan yang menyenangkan untuk Raja Surga (Giok Hong Siang Te).
Usaha kue keranjang yang sudah dilakukan oleh leluhurnya semenjak tahun 1940 atau sudah tiga generasi ini pun hanya membuat kue keranjang di hari raya imlek saja, dihari biasanya, Jusuf memproduksi kerupuk udang, terasi dan dodol.
Dirinya pun selalu menerapkan resep nenek moyangnya yang bernama Onh Tiang Bie agar rasa dan kualitasnya tetap terjaga agar disetiap perayaan Imlek selalu meriah.
"seperti menyiapkan adonan yang antik dengan menggunakan beras ketan bayong pilihan, ditumbuk atau digiling dengan alat yang ada, dan dikasih gula putih seperti melakukan fermentasi selama dua minggu. Kue Keranjang yang dihasilkan pun memiliki rasa yang berbeda dengan kue yang dijual di daerah lain," tegasnya.
Enam Kementrian Sambangi Pameran Fotografi di Banten

Diposkan oleh On 1/28/2015 08:45:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Enam kementrian Republik Indonesia melakukan 'Sidak' ke acara Pameran Fotografi "Banten Hari ini dan Esok" yang berlangsung di Pendopo Lama Gubernur Banten, Kota Serang, sore tadi.
"Saya bangga dan kaget ngeliat kemajuan photographer di Banten. Mereka cerdas memaparkan bidikan lensanya, teryata di Banten banyak photographer bagus," kata ketua rombongan, Endang Catur Wati, ketua rombongan perwakilan kementrian (28/1).
Enam kementrian tersebut adalah
Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (KKBPMKI), Kementrian Agama, Kementrian Pariwisata, dan Kemendikbud.
Endang bersama rombongan berkeliling memperhatikan satu persatu foto hasil karya tangan anak Tanah Jawara.
Endang yang merupakan Dirjen Pembinaan Kesenian dan Perfilman dari Kemendikbud mengajak kerjasana antara kementriannya dengan para fothografi di Banten.
"Jangan berhenti berkreatifitas. Banten memiliki ribuan sejarah, jadi kalian lah yang harus menggali nilai-nilai sejarah di sini," tegasnya.
Para panitia dan fotografer yang sedang menemani para pengunjung merasa kaget dan bangga dikunjungi oleh enam kementrian yang datang tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Pihak panitia dan juru foto di tanah Jawara ini tak menyangka akan mendapatkan 'Sidak' dari kementrian tersebut.
"gak nyangka mau di datangi penjabat dari kementrian," kata Edo Dwi, ketua Panitia saat ditemui dilokasi pameran foto (28/01/2015).
Edo yang juga aktif di Banten Cyber Journalist Forum (BCJF) ini pun berjanji akan semakin menggiatkan acara pameran foto dan akan mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di tanah Banten.
"Budaya itu kan nilai-nilai lokal yang tak ternilai harganya. Jadi, kita sebagai generasi muda harus menjaganya," tegasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan, 44 foto dari 23 fotografer di Banten di pamerkan di Pendopo Lama Gubernur Banten. Dalam acara pameran fotografer ini, menampilkan realitas sosial, kesenian, kebudayaan dan pembangunan yang ada di Banten.
Seperti kebudayaan Panjang Mulud, Seren Taun, Seba Baduy, keadaan Bendungan Pamaran, hingga keadaan sudut kota.
Pameran Foto Banten Hari ini Dan Esok

Diposkan oleh On 1/25/2015 03:05:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Bagi para pencinta Photography di Banten, Hari ini Plt. Gubernur Banten membuka acara pameran foto yang digelar di Ex gedung Pendopo Gubernur dijalan Brigjen KH Syam'un (alun-alun) Serang. Minggu, 25 Januari 2015.

 untuk melihat dari dekat Pameran Photo karya para mahasiswa, journalist, Dosen, Guru dan Perupa seni Photography di Banten. Para pengunjung mendatangi pameran beserta keluarga sekaligus berekreasi bersama keluaga.

Acara yang akan di buka oleh Plt Gubernur Banten Rano Karno ini, mengambil tema " Banten Hari Ini dan Esok " pembukaan pameran yang di lakukan jam 13.00 WIB tersebut tentunya menjadi ajang edukasi dan pelajaran tentang tekhnic Photography.

Dari 22 Photographer, lolos sebanyak 44 photo yang di pamerkan. Tentunya berbagi tehnic photo ditampilkan.

Menurut ketua pelaksana pameran Edo Dwi yang juga seorang photo journalis di salah satu surat kabar di Banten, mengaku pelaksanaan pameran photo karya photographer Banten tersebut,  untuk memenuhi harapan besar bagi pencinta seni photography, yang jarang sekali di pamerkan.

" kami mengapresisasi kegiatan ini, ketika banyak wadah photography di Banten melakukan kegiatan hunting photo, namun tak pernah di pamerkan, hasil-hasil photo yang kita pajang ini, adalah sebagai bentuk ekspresi dari kamera photographer, untuk di perlihatkan ke publik dengan media pameran seperti sekarang ini ujar Edo.(Rid)