SERANG- babtencom. Setelah menyeleksi 27 sekolah yang diusulkan untuk mengikuti ujian dengan menggunakan sistem CBT (computer based tes), hanya 19 sekolah yang lolos.
"Pada awalnya kami mengajukan usulan 27 sekolah untuk dijadikan pilot project pelaksanaan UN CBT. Namun, berdasarkan verifikasi yang telah dilakukan, hanya 19 sekolah yang dinyatakan memenuhi syarat," jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Banten selaku Ketua Panita Pelaksanaan UN di Provinsi Banten Tedy Rukman kepada SP, Senin (16/3).
Tedy menjelaskan, 19 sekolah yang memenuhi syarat untuk pelaksanaan UN dengan sistem CBT itu terdiri atas 8 SMK, 9 SMA, 1 MA dan 1 SMKN. Syarat-syarat yang dituntut untuk melaksanakan UN dengan sistem CBT yakni jumlah komputer di sekolah, spesifikasi komputer, dan kelengkapan genset dan uninteruptible power supply (UPS).
"Pelaksanaan UN untuk 19 sekolah yang menggunakan sistem CBT akan dimulai 7 April hingga 15 April 2015. Sementara UN manual yang biasa digunakan selama ini dimulai pada tanggal 13-15 April 2015. Kendati dimulainya tidak serempak namun kemungkinan bocornya soal mungkin terjadi karena jenis soalnya berbeda namun bobotnya sama. UN CBT dimulai lebih awal karena sehari hanya melaksanakan UN satu mata pelajaran. Sementara UN manual setiap hari dua mata pelajaran," jelasnya.
Lebih lanjut Tedy menjelaskan, untuk UN CBT pada H-2 tim dari pusat akan meng-install aplikasi ke komputer 19 sekolah yang akan melaksanakan UN CBT. "Pelaksanaan UN CBT hanya online untuk local area network (LAN) dengan menggunakan server. Hasil pengerjaan soal para peserta UN CBT akan dibawa ke pusat berupa server," ujar Tedy.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Banten, jumlah peserta UN untuk SMP adalah 1.285 sekolah dan diikuti oleh 139.409 siswa. SMP terbuka 22 sekolah dan diikuti oleh 1.382 siswa. Mts 921 sekolah, dan diikuti oleh 57.922 siswa, dengan total mencapai 198.713 siswa dan 2.228 sekolah.
Sedangkan untuk SMA diikuti oleh 474 sekolah dan 47.666 siswa; MA 359 sekolah dan diikuti 19.574 siswa dengan total 833 sekolah dan 64.240 siswa.
Untuk SMK diikuti oleh 1.296 sekolah dan 62.830 siswa. Sedangkan untuk sekolah paket, akan diikuti oleh Paket B sebanyak 285 lembaga dan 4.940 siswa. Paket C diikuti 271 lembaga dan 10.343 siswa dengan total 298 lembaga dan 15.283 siswa.
Kelulusannya diserahkan ke sekolah, standarnya rata-rata 5,5 dan nilai terendah tetap 4 dari 4 mata pelajaran.
(TAZ®)
"Pada awalnya kami mengajukan usulan 27 sekolah untuk dijadikan pilot project pelaksanaan UN CBT. Namun, berdasarkan verifikasi yang telah dilakukan, hanya 19 sekolah yang dinyatakan memenuhi syarat," jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Banten selaku Ketua Panita Pelaksanaan UN di Provinsi Banten Tedy Rukman kepada SP, Senin (16/3).
Tedy menjelaskan, 19 sekolah yang memenuhi syarat untuk pelaksanaan UN dengan sistem CBT itu terdiri atas 8 SMK, 9 SMA, 1 MA dan 1 SMKN. Syarat-syarat yang dituntut untuk melaksanakan UN dengan sistem CBT yakni jumlah komputer di sekolah, spesifikasi komputer, dan kelengkapan genset dan uninteruptible power supply (UPS).
"Pelaksanaan UN untuk 19 sekolah yang menggunakan sistem CBT akan dimulai 7 April hingga 15 April 2015. Sementara UN manual yang biasa digunakan selama ini dimulai pada tanggal 13-15 April 2015. Kendati dimulainya tidak serempak namun kemungkinan bocornya soal mungkin terjadi karena jenis soalnya berbeda namun bobotnya sama. UN CBT dimulai lebih awal karena sehari hanya melaksanakan UN satu mata pelajaran. Sementara UN manual setiap hari dua mata pelajaran," jelasnya.
Lebih lanjut Tedy menjelaskan, untuk UN CBT pada H-2 tim dari pusat akan meng-install aplikasi ke komputer 19 sekolah yang akan melaksanakan UN CBT. "Pelaksanaan UN CBT hanya online untuk local area network (LAN) dengan menggunakan server. Hasil pengerjaan soal para peserta UN CBT akan dibawa ke pusat berupa server," ujar Tedy.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Banten, jumlah peserta UN untuk SMP adalah 1.285 sekolah dan diikuti oleh 139.409 siswa. SMP terbuka 22 sekolah dan diikuti oleh 1.382 siswa. Mts 921 sekolah, dan diikuti oleh 57.922 siswa, dengan total mencapai 198.713 siswa dan 2.228 sekolah.
Sedangkan untuk SMA diikuti oleh 474 sekolah dan 47.666 siswa; MA 359 sekolah dan diikuti 19.574 siswa dengan total 833 sekolah dan 64.240 siswa.
Untuk SMK diikuti oleh 1.296 sekolah dan 62.830 siswa. Sedangkan untuk sekolah paket, akan diikuti oleh Paket B sebanyak 285 lembaga dan 4.940 siswa. Paket C diikuti 271 lembaga dan 10.343 siswa dengan total 298 lembaga dan 15.283 siswa.
Kelulusannya diserahkan ke sekolah, standarnya rata-rata 5,5 dan nilai terendah tetap 4 dari 4 mata pelajaran.
(TAZ®)