Saresehan Hut Bayangkara, Penyuluhan Agama Efektif Cegah Terorisme

Diposkan oleh On 5/16/2013 03:08:00 PM with No comments

KOTA SERANG - bantencom- Para Penyuluh Agama merupakan salah satu unsur yang efektif untuk antisipasi kegiatan terorisme. Demikian ditegaskan Gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE dalam sambutannya pada acara Saresehan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-67 tahun 2013, di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten, Kamis (16/5). Hadir dalam kesempatan itu,Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Eli Mulyadi , anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Wakil Walikota Serang, Ir. H. Nana Suryana, tokoh masyarakat, ulama dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam saresehan yang bertema Sinergitas Kemitraan Dalam Mengantisipasi Terorisme di Wilayah Hukum Provinsi Banten, Gubernur mengatakan wilayah Provinsi Banten pernah dijadikan wilayah parkir untuk kegiatan terorisme. Dan, saat ini, Provinsi Banten merupakan wilayah potensial untuk dijadikan sasaran aktivitas terorisme. "Banten memiliki prospek yang bagus sebagai basis terorisme.

Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Gubernur, memerlukan sinergitas untuk menciptakan ketertiban dan ketentraman masyarakat di wilayah Provinsi Banten. "Kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan ketertiban dan ketentraman masyarakat," katanya.

Gubernur mengatakan Provinsi Banten sudah memiliki satuan-satuan tugas (satgas) dalam mengantisipasi terorisme. Gubernur meminta satgas-satgas yang telah dibentuk harus dioptimalkan, dan bersinergi dengan unsur-unsur lainnya untuk mengantisipasi kegiatan terorisme di wilayah Provinsi Banten.

Penyuluh agama memiliki peran yang besar dan, efektif mencegah kegiatan terorisme di akar rumput. Untuk itu, para penyuluh agama harus bekerja sama dan bersinergi dengan pihak TNI/Polri. "Dengan demikian, saya yakin potensi-potensi terorisme bisa dicegah," tandasnya. Kebersamaan adalah kunci.

Sementar itu, Kapolda Banten, Brigjen (Pol) Drs. Eddi Sumantri, SH, MM, mengatakan saresehan ini merupakan giat yang bermanfaat untuk menjalin sinergitas, menjalin komunikasi dan hubungan manusiawi antar seluruh komponen masyarakat. Terutama dalam upaya mengantisipasi terorisme di wilayah hukum Provinsi Banten.

Menurut Kapolda, sebelumnya, sasaran terorisme adalah pihak asing. Namun, sekarang ancaman teroris mengarah kepada pihak-pihak yang membuat para teroris tidak nyaman. Dan, TNI dan Polri merupakan pihak yang tidak membuat teroris nyaman. Pada masa yang akan datang, tidak menutup kemungkinan ancaman terorisme bergeser kepada pemerintahan dan komponen masyarakat lainnya. Sehingga, dalam saresehan ini disampaikan beragam pandangan tentang antisipasi terorisme. Sehingga diharapkan terjalin hubungan kemitraan antar seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan stabilitas keamanan di wilayah hukum Provinsi Banten.

bahkan saat ini telah melibatkan anak - anak usia remaja sebagai pelaku dan aktor utama lapangan. Kenyataan ini semakin meneguhkan kepada kita bahwa, tantangan ideologi dan faham radikal telah aktif melakukan regenerasi, dan mampu menyusupkan ideologi radikal kedalam pemikiran anak - anak muda,Ujar Kapolda.( Humas Polda Banten)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »