Jakarta - Imigrasi Bogor masih memeriksa dua wanita
asal Maroko yang diduga sebagai pekerja seks komersil (PSK) di kawasan
Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hasil pemeriksaan sementara, sindikat
penyalur wanita itu belum jelas karena keduanya lebih banyak diam.
"Masih
diperiksa dulu, agak susah karena diam, terus menutupi wajahnya," kata
Kepala Imigrasi Bogor, Bambang Catur, saat dikonfirmasi, Selasa
(3/7/2012).
Dua wanita penghibur atau maghribi itu rencananya
akan dideportasi ke negara asal. Saat ini, pihak Imigrasi masih mendata
dan mengupayakan tiket pesawat pulang bagi keduanya.
"Data-data mereka masih sebagian di hotel. Kalau lengkap, langsung kita pulangkan," terangnya.
Sementara
untuk sindikat penyalurnya, Imigrasi saat ini sudah membentuk tim untuk
investigasi. Dua wanita yang disebut-sebut bertarif Rp 2,5 juta per dua
jam itu diduga tidak bermain sendiri.
"Kita masih pengumpulan bahan dan keterangan, masih kita dalami. Pokoknya harus kita ungkap," ujar Bambang.
Sebelumnya,
2 pekerja seks komersial (PSK) asal Maroko dijaring petugas Reskrim
Polres Bogor. Petugas berhasil menjaring kedua PSK tersebut setelah
berpura-pura menjadi lelaki hidung belang yang ingin mendapatkan jasa
PSK.
sumber :http://news.detik.com/read/2012/07/03/082431/1956202/10/2-psk-maroko-masih-irit-bicara-sindikat-belum-jelas?