Gubernur Ajak Masyarakat Jadikan Al Quran Pedoman Hidup

Diposkan oleh On 6/22/2016 10:50:00 PM with No comments

Tangsel, bantencom - Gubernur Banten Rano Karno mengajak masyarakat Banten khususnya umat muslim untuk menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
"Sebagai pedoman hidup, Al Quran memuat petunjuk dan juga berisi panduan untukmemecahkan dan mengatasi berbagai permasalahan hidup yang diary oleh manusia," kata Gubernur Rano Karno  saat peringatan Nuzulul Quran dan safari ramadhan bersama ribuan warga di Markas Batalyon Kavaleri 9 Satya Dharma Kala, di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (22/06/2016).
Gubernu mengatakan, dalam membangun masyarakat yang maju dan sejahtera, Al Quran mewajibkan umat manusia untuk menunaikan tugas-tugas kemanusiaan, meningkatkan kesalehan sosial, dan juga mengajarkan tanggung jawab sosial kepada setiap orang yang memiliki harta dan kekayaan untuk membantu kaum dhuafa, agar dapat keluar dari kemiskinan dan kesulitan yang membelenggu.
"Dalam kesempatan baik ini, selaku gubernur saya mengajak kepada kita semua untuk turut serta mensukseskan gebyar zakat guna kebangkitan zakat nasinal.
Baznas Banten bekerja luar biasa menyampaikan amanahnya sehingga meraih baznas terbaik seluruh Indonesia," ucap Gubernur dihadapaan ribuaan masyarakat yang hadir.
Gubernur juga mengajak masyarakat banten untuk bersama-sama mewujdukan banten yang mengedepankan kedamaian dan menjungjung tinggi kemanusiaan. Gubernun juga menghimbau kepada pemerintah daerah se-banten untuk melakukan langkah-langkah persuasi fan humanis dalam menegakan aturan.
"Saya hanya ingin menghimbau, kita baru saja diuji dengan hal yang sepele namun menjadi besar. Sebagai Gubernur saya tegaskan tidak ada satupun Perda Syariah dibanten dan  di indonesia yang  dihilngkan oleh pemerintah pusat. Kita jangan terbawa isu dan mau diadu domba," jelasnya.
Menurutnya, pemerintah pusat hanya mengevaluasi perda-perda yang berkaitan dengan investasi, perijinan dan ekonomi untuk mempermudah pelayanan yang cepat dan tidak terhambat.
"Semooga apa yg disampaikan saya ini bisa diyakini. Jangan jadikan ramadhan yang indah ini untuk menebar benci. Mari kita jaga kesucian ramadhan," ajak Gubernur.
Gubernur juga menyatakan, safari ramadhan dan peringatan nuzulul quran tidak lain adalah sebagai rasa syukur Pemprov Banten dan sarana untuk bersilaturahmi dengan pemerintah kabupaten dan kota dan masyarakat banten.
"Kita setiap tahun berkunjung ke kabupaten dan kota. Tahun kemarin peringatan Nuzulul Quran selalu dipustkan di Kota Serang, tapi saya minta untuk digelar di seluruh wilayah banten," ucapnya diakhir sambutan.
Sementara itu Komandan Korem 052 Wijayakrama Kolonel Invanetri Iwan Setiawan mewakili Panglima Kodam Jayakarta menekankan, jika mencermati kondisi sekarang ini umat muslim mudah terpecah belah dan berselisih karena perbedaan pemahaman, maka seharusnya menjadikanAl-Quran dan hadist sebagai referensi utama.
"Melalui momen ini marilah kita perkokoh persatuan dan kesatuan umat, hindari segala permusuhan karena pada intinya semua umat muslim adalah saudara," kata Danrem Kol Inv Iwan Setiawan.
"Jadikan hikmah nuzulul quran sebagai sarana peningktn kualitas iman dan taqwa serta mempersatukan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu juga menumbuhkan kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah dengan masyarakat" tambah Kolonel Iwan
Dalam kesempatan ini, Pemprov Banten memberikan bantuan dua voucher umroh bagi warga banten yang berprestasi, memberikan santunan anak yatim, bantuan motor operasional untuk TKS, bantuan paket sembako, penyerahan zakat dari Baznas kepada Baznas Kabupaten dan Kota.
Peringatan Nuzulul Quran dan Safari Ramadhan ditutup tausiyah dari Pimpinan Majlis Dzikir Asamawat Al-Maliki Abuya Syeikh KH Sa'adi Albatawi.
Islam Harus Maju

Diposkan oleh On 4/17/2016 11:12:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Warga Muhammadiyah di Indonesia harus mewujudkan konsepsi tentang Islam berkemajuan. Yakni umat yang memiliki spirit ukhuwah tinggi, alam pikiirnya harus luas, serta selalu berorientasi ke masa depan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua PP Muhammadiyah Hajrianto Y Tohari, pada pembukaan Musyda Muhammadiyah Kota Serang ke-2 dan Musyda Aisiyah Kota Serang ke-3, Sabtu (16/4) malam, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kaujon, Kota Serang.
"Jauh-jauh hari, Ki Ahmad Dahlan dan Bung Karno sudah mengungkap soal konsep Islam berkemajuan ini. Berkemajuan itu adalah bangsa yang menghindari pesimis, apatis. Kita harus menyebarluaskan optimisme.

Berkemajuan artinya teguh terhadap keimanan Islam, tapi harus maju. Alam pikirnya. Semangatnya. Jangan jadi Islam sontoloyo kata Bung Karno, justru harus berorientasi masa depan," kata Hajrianto di hadapan pengurus dan warga Muhammadiyah yang hadir.

Hajrianto menuturkan, umat Islam jangan silau atas perbedaan. Jauhi sifat takfiri, gampang menyesatkan pihak lain karena perbedaan. Umat harus berdakwah dengan perbuatan.

 "Al Quran adalah satu-satunya kitab suci yang bertutur soal peran agama lain. Berbeda dengan kitab suci lainnya yang hanya menceritakan soal kebenaran agamanya sendiri. Ini pertanda bagi kita bahwa Islam agama yang sangat toleran."katanya

Sebelum Hajrianto menyampaikan tausiyah, musyda dibuka oleh Ketua PW Muhammadiyah Banten Samsudin. "Lakukan pembenahan internal pengurus. Kolaborasikan antara senior dan junior. Perluas jaringan amal usaha dan pengurus di kecamatan. Muhammadiyah harus berperan dan mewarnai segmentasi pembinaan umat dan pembangunan di Kota Serang," kata Samsudin.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Serang Hamsin Syarbini, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Banten Muhyi Mohas, anggota DPR RI Yandri Susanto, tokoh masyarakat Ade Muchlas Syarief, dan perwakilan NU dan Persis. (***)
Mengenal Syaikh Umar Baraja

Diposkan oleh On 4/10/2016 07:15:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Hampir semua santri di pesantren pernah mempelajari buku-buku karya Syaikh Umar Baraja dari Surabaya. Sudah sekitar 11 judul buku yang diterbitkan, seperti Al-Akhlaq Lil Banin, kitab Al-Akhlaq Lil Banat, kiab Sullam Fiqih, kitab 17 Jauharah, dan kitab Ad’iyah Ramadhan. Semuanya terbit dalam bahasa Arab, sejak 1950 telah digunakan sebagai buku kurikulum di seluruh pondok pesantren di Indonesia. Ya, secara tidak langsung Syaikh Umar Baradja ikut mengukir akhlaq para santri di Indonesia.

Buku-buku tersebut pernah di cetak Kairo, Mesir, pada 1969 atas biaya Syeikh Siraj Ka’ki, dermawan Mekkah, yang di bagikan secara cuma-cuma ke seluruh dunia Islam. Syukur alhamdulillah, atas ridha dan niatnya agar buku-buku ini menjadi jariyah dan bermanfaat luas, pada 1992 telah di terbitkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa Indonesia, Jawa, Madura, dan Sunda.

Selain menulis buku pelajaran , Syaikh Umar juga menulis syair-syairnya dalam bahasa Arab dengan sastranya yang tinggi. Menurut ustadz Ahmad bin Umar, putra tertuanya, cukup banyak dan belum sempat dibukukan. Selain itu, masih banyak karya lain, seperti masalah keagamaan, yang masih bertuliskan tangan dan tersimpan rapi dalam perpustakaan keluarga.

Kepandaiannya dalam karya tulis, disebabkan dia menguasai bahasa Arab dan sastranya, ilmu tafsir dan Hadits, ilmu fiqih dan tasawuf, ilmu sirah dan tarikh. Ditambah, penguasaan bahasa Belanda dan bahasa Inggris.

Selalu Berharap

Syaikh Umar bin Achmad Baradja lahir di kampung Ampel Maghfur, pada 10 Jumadil Akhir 1331 H/17 Mei 1913 M. Sejak kecil dia diasuh dan dididik kakeknya dari pihak ibu, Syaikh Hasan bin Muhammad Baradja , seoarang ulama ahli nahwu dan fiqih.

Nasab Baradja berasal dari (dan berpusat di) Seiwun, Hadramaut, Yaman. Sebagai nama nenek moyangnya yang ke-18, Syaikh Sa’ad, laqab(julukannya) Abi Raja’ (yang selalu berharap). Mata rantai keturunan tersebut bertemu pada kakek Nabi Muhammad SAW yang kelima , bernama Kilab bin Murrah.

Pada masa mudanya, Umar Baradja menuntut ilmu agama dan bahasa Arab dengan tekun, sehingga dia menguasai dan memahaminya. Berbagai ilmu agama dan bahasa Arab dia dapatkan dari ulama, ustadz, syaikh, baik melalui pertemuan langsung maupun melalui surat. Para alim ulama dan orang-orang shalih telah menyaksikan ketaqwaan dan kedudukannya sebagai ulama yang ‘amil. Ulama yang mengamalkan ilmunya.

Dia adalah salah seorang alumnus yang berhasil, didikan madrasah Al-Khairiyah di kampung Ampel, Surabaya, yang didirikan dan dibina Al-habib Al-Imam Muhammad bin Achmad Al-Muhdhar pada 1895. Sekolah yang berasaskan Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermadzhab Syafi’i.

Guru-guru Syaikh Umar Baradja, antara lain, Al-Ustadz Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih (Malang), Al-Ustadz Muhammad bin Husein Ba’bud (Lawang), Al-Habib Abdul Qodir bin Hadi Assegaf, Al-Habib Muhammad bin Ahmad Assegaf (Surabaya), Al-Habib Alwi bin Abdullah Assegaf (Solo), Al-Habib Ahmad bin Alwi Al-Jufri (Pekalongan), Al-Habib Ali bin Husein Bin Syahab, Al-Habib Zein bin Abdullah Alkaf (Gresik), Al-Habib Ahmad bin Ghalib Al-Hamid (Surabaya), Al-Habib Alwi bin Muhammad Al-Muhdhar (Bondowoso), Al-Habib Abdullah bin Hasa Maulachela, Al-Habib Hamid bin Muhammad As-Sery(Malang), Syaikh Robaah Hassunah Al-Kholili (Palestina), Syaikh Muhammad Mursyid (Mesir) – keduanya tugas mengajar di Indonesia.

Guru-gurunya yang berada di luar negeri diantaranya, Al-Habib Alwi bin Abbas Al-Maliki, As-Sayyid Muhammad bin Ami n Al-Quthbi, As-Syaikh Muhmmad Seif Nur, As-Syaikh Hasan Muhammad Al-Masysyath, Al-Habib Alwi bin Salim Alkaff, As-Syaikh Muhammad Said Al-Hadrawi Al-Makky (Mekkah), Al-Habib Muhammad bin Hady Assegaf(Seiwun, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Abdullah bin Ahmad Al-Haddar, Al-Habib Hadi bin Ahmad Al-Haddar (‘inat, Hadramaut, Yaman) , Al-habib Abdullah bin Thahir Al-Haddad (Geidun, Hadaramaut, Yaman), Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiri (Tarim, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Hasan bin Ismail Bin Syeikh Abu Bakar (‘inat, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Ali bin Zein Al-Hadi, Al-Habib Alwi bin Abdullah Bin Syahab (Tarim, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Abdullah bin Hamid Assegaf (Seiwun, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar (Al-Baidhaa, Yaman) , Al-Habib Ali bin Zein Bilfagih (Abu Dhabi, Uni Emirat Arab), As-Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthii’i (Mesir), SayyidiMuhammad Al-Fatih Al-Kattani (Faaz, Maroko), Sayyidi Muhammad Al-Munthashir Al-Kattani (Marakisy, Maroko) , Al-Habib Alwi bin Thohir Al-Haddad (Johor, Malaysia), Syeikh Abdul ‘Aliim As-Shiddiqi (India), Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf (Mesir), Al-Habib Abdul Qodir bin Achmad Assegaf (Jeddah, Arab Saudi).

Kiprah Dakwah

Syaikh Umar mengawali kariernya mengajar di Madrasah Al-Khairiyah Surabaya tahun 1935-1945, yang berhasil menelurkan beberapa ulama dan asatidz yang telah menyebar ke berbagai pelosok tanah air. Di Jawa Timur antara lain, almarhum al-ustadz Achmad bin Hasan Assegaf, almarhum Al-Habib Umar bin Idrus Al-Masyhur, almarhum al-ustadz Achmad bin Ali Babgei, Al-habib Idrus bin Hud Assegaf, Al-habib Hasan bin Hasyim Al-Habsyi, Al-habib Hasan bin Abdul Qodir Assegaf, Al-Ustadz Ahmad Zaki Ghufron, dan Al-Ustadz Dja’far bin Agil Assegaf.

Kemudian, dia pindah mengajar di Madrasah Al-Khairiyah, Bondowoso. Berlanjut mengajar di Madrasah Al-Husainiyah, Gresik tahun 1945-1947. Lalu mengajar di Rabithah Al-Alawiyyah, Solo, tahun 1947-1950. Mengajar di Al-Arabiyah Al-Islamiyah, Gresik tahun 1950-1951. Setelah itu, tahun 1951-1957, bersama Al-habib Zein bin Abdullah Al-kaff, memperluas serta membangun lahan baru, karena sempitnya gedung lama, sehingga terwujudlah gedung yayasan badan wakaf yang di beri nama Yayasan Perguruan Islam Malik Ibrahim.

Selain mengajar di lembaga pendidikan, Syaikh Umar juga mengajar di rumah pribadinya, pagi hari dan sore hari, serta majelis ta’lim atau pengajian rutin malam hari. Karena sempitnya tempat dan banyaknya murid, dia berusaha mengembangkan pendidikan itu dengan mendirikan Yayasan Perguruan Islam atas namanya, Al-Ustadz Umar Baradja. Ini sebagai perwujudan hasil pendidikan dan pengalamannya selama 50 tahun. Hingga kini masih berjalan, dibawah asuhan putranya, Al-Utadz Achmad bin Umar Baradja.

Amal ibadahnya meluas ke bidang lain, sehingga memerlukan dana yang cukup besar, dia juga menggalang dana untuk kebutuhan para janda, fakir miskin, dan yatim piatu khususnya para santrinya, agar mereka lebih berkonsentrasi dalam menimba ilmu. Menjodohkan wanita-wanita muslimah dengan pria muslim yang baik menurut pandangannya, sekaligus mengusahakan biaya perkawinannya dengan dukungan dana dari Al-habib Idrus bin Umar Alaydrus.

Salah satu karya monumentanya adalah membangun Masjid Al-Khair (danakarya I-48/50, Surabaya) pada tahun 1971, bersama KH. Adnan Chamim, setelah mendapat petunjuk dari Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Tanggul) dan Al-habib Zein bin Abdullah Al-Kaff (Gresik). Masjid ini sekarang digunakan untuk berbagai kepentingan dakwah masyarakat Surabaya.

Penamplan Syeikh Umar sangat bersahaja, tetapi dihiasi sifat-sifat ketulusan niat yang disertai keikhlasan dalam segala amal perbuatan duniawi dan ukhrawi. Dia juga mejabarkan akhlaq ahlul bait, keluarga Nabi dan para sahabat, yang mencontoh baginda Nabi Muhammad SAW. Dia tidak suka membangga-banggakan diri, baik tentang ilmu, amal, maupun ibadah. Ini karena sifat tawadhu’ dan rendah hatinya sangat tinggi.

Dalam beribadah, dia selalu istiamah baik sholat fardhu maupun sholat sunnah qabliyah dan ba’diyah. Sholat dhuha dan tahajud hampir tidak pernah dia tnggalkan walaupun dalam bepergian. Kehidupannya dia usahakan untuk benar-benar sesuai dengan yang digariskan agama.

Cintanya kepada keluarga Nabi SAW dan dzurriyyah atau keturunannya, sangat kenal tak tergoyahkan. Juga kepada para sahabat anak didik Rasulullah SAW. Itulah pertanda keimanan yang teguh dan sempurna.

Dalam buku Kunjungan Habib Alwi Solo kepada Habib Abubakar Gresik,Catatan Habib AbdulKadir bin Hussein Assegaf (Penerbit Putra Riyadi : 2003), disebutkan,”… kami (rombongan Habib Alwi bin Alwi Al-Habsyi) berkunjung ke rumah Syaikh Umar bin Ahmad Baradja (di Surabaya). Kami dengar saking senangnya, ia sujud syukur di kamar khususnya. Ia meminta Sayyidi Alwi untuk membacakan doa dan Fatihah.”(hlm.93).

Sifat wara’-nya sangat tinggi. Perkara yang meragukan dan syubhat dia tinggalkan, sebagaimana meninggalkan perkara-perkara yang haram. Dia juga selalu berusaha berpenampilan sederhana. Sifat Ghirah Islamiyah (semangat membela Islam) dan iri dalam beragama sangat kuat dalam jiwanya. Konsistensinya dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, misalnya dalam menutup aurat, khususnya aurat wanita, dia sangat keras dan tak kenal kompromi. Dalam membina anak didiknya, pergaulan bebas laki-perempuan dia tolak keras. Juga bercampurnya murid laki-dan perempuan dalam satu kelas.

Pada saat sebelum mendekati ajalnya, Syaikh umar sempat berwasiat kepada putra-putra dan anak didiknya agar selalu berpegang teguh pada ajaran assalaf asshalih. Yaitu ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, yang dianut mayoritas kaum muslim di Indonesia dan Thariqah ‘Alawiyyah, dan bermata rantai sampai kepada ahlul bait Nabi, para sahabat, yang semuanya bersumber dari Rasulullah SAW.

Syaikh Umar memanfaatkan ilmu, waktu, umur, dan membelanjakan hartanya di jalan Allah sampai akhir hayatnya. Ia memenuhi panggilan Rabb-nya pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 16 Rabiuts Tsani 1411 H/3 November 1990 M pukul 23.10 WIB di Rumah Sakit Islam Surabaya, dalam usia 77 Tahun.

Keesokan harinya Ahad ba’da Ashar, ia dimakamkan, setelah dishalatkan di Masjid Agung Sunan Ampel, diimami putranya sendiri yang menjadi khalifah (penggantinya), Al-Ustadz Ahmad bin Umar Baradja. Jasad mulia itu dikuburkan di makam Islam Pegirian Surabaya. Prosesi pemakamannya dihadiri ribuan orang.

Sumber : 
http://abdullah-sifaulqulub.blogspot.com/2011/07/syaikh-umar-baraja-pengarang-akhlaq-lil.html
Pembukaan MTQ ke XIII, Menag Ajak Masyarakat Pahami Nilai-Nilai Alqur'an

Diposkan oleh On 4/07/2016 09:06:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin membuka perhelatan MTQ ke XIII tingkat Provinsi Banten, di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kamis (7/4/2016) malam. Acara pembukaan itu juga dimeriahkan dengan penampilan Opick sang pelantun lagu ‘Tombo Ati’.
Dalam sambutannya, Menag meminta masyarakat untuk membangun kesadaran dengan memegang prinsip nilai-nilai Alquran. “Masyarakat kita harus dekat dengan Alquran agar moral kita menjadi baik. Tidak boleh berhenti membaca dan memahami Alquran,” kata Lukman.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Soeharta mengungkapkan, ajang MTQ ke-XIII tingkat Provinsi Banten ini diikuti sebanyak 464 peserta dari delapan kabupaten/kota se-Banten. Para peserta tersebut akan berebut untuk menjadi yang terbaik pada sembilan cabang musabaqoh.
“Tilawatil Quran, Hifdzil Quran, Khottil Quran, Fahmil Quran, Tafsir Quran, Syahril Quran, Qiroatul Kutub, Hifdzil Hadits dan Qiroatul Kutub Ulya serta Menulis Makalah Al-Quran,” Kata Ranta yang memberikan laporan pada pembukaan MTQ tersebut.
Ranta juga menyampaikan, panitia telah mengambil sumpah kepada 172 dewan hakim untuk menjadi dewan hakin yang jujur serta memberikan penilaian secara objektif. "Dewan Hakim harus jujur dan memberikan nilai secara objektif,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Wali Kota Serang, Tb Haerul Jaman menyambut baik perhelatan MTQ di kotanya. Dengan MTQ ini, pihaknya akan melakukakan pembangunan syiar Islam di Kota Serang. “Ini akan menjadi momentum yang strategis untuk memacu diri dalam mengenal dan memahami Alquran sebagai pedoman hidup umat manusia,” kata Jaman.
Sementara, Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan Provinsi Banten yang telah beberapa kali turut serta dalam ajang MTQ Nasional, harus mampu menunjukan provinsi yang berprestasi. Artinya, secara kuaitas Provinsi Banten harus menjadi nomor satu di ajang MTQ Nasional.
“Peserta terbaik akan kita ikutsertakan dalam ajang MTQ Nasional di Mataram, NTB nanti,” kata Rano.(ADV)
Keluarga Dua Tokoh Wartawan Dapat Umroh Dari Gubernur

Diposkan oleh On 3/08/2016 04:25:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Gubernur Banten Rano Karno S.IP memberikan penghargaan kepada dua tokoh pers Banten almarhum H Lukman Hakim dan Almarhum Djoewisno Margono Surosastro. 

Pemberian penghargaan dilakukan disela-sela acara seminar dan lokakarya peringatan HPN tahun 2016 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Kota Serang, Rabu (8/3). Gubernur Banten menyerahkan penghargaan melalui perwakilan keluarga, berupa, piagam penghargaan uang tunai serta voucher umroh.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten, Deden Apriandhi mengatakan penghargaan yang diberikan Pemprov Banten sebagai bentuk perhatian dan penghargaan Gubernur Banten terhadap insan pers. Menurut Deden, dua tokoh yang mendapat penghargaan ini karena semasa hidupnya telah mendedikasikan kinerja dan karyanya terhadap pembangunan jurnalistik di Banten.

"Ini berdasarkan masukan, saran dan informasi dari berbagai pihak, khususnya organisasi wartawan di Banten," kata Deden dalam sambutannya.
Deden menuturkan, Almarhum Lukman Hakim merupakan wartawan yang pernah bekerja diberbagai media nasional ataupun lokal. Dari pengalamannya ini Lukman, telah meraih berbagai penghargaan dan menghasilkan beberapa karya jurnalistik. Sedangkan Alm Joewisno pernah bekerja di KBRI-Antara, Harian Merdeka dan HU Kabar Banten. "Penghargaan ini diharapkan memotivasi para insan pers muda untuk lebih meningkatkan kinerjanya," tutur Deden.

Sementara itu Gubernur Banten Rano Karno S.IP mengatakan, pers sesungguhnya punya kekuatan luar biasa untuk membangun suatu bangsa dengan memberikan arah kemana mereka harus melangkah dan prioritas-prioritas apa yang harus mereka lakukan. 

"Pers dapat memberikan semangat, mendukung perubahan, dan memobilisasi masyarakat untuk berbagai tujuan yang baik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat; sesuai cita-cita kita bersama," ucap Gubernur dalam sambutannya.

Menurut Gubernur, hubungan pers dan pemerintah adalah hubungan yang dibawa oleh kepentingan bersama untuk menyampaikan dan menerima pesan, untuk menyampaikan dan menerima kontrol sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada kepentingan rakyat banyak. perangkat pemerintah sejak dulu menjadi keharusan bagi masyarakat. perangkat pers menjadi keharusan untuk masyarakat zaman sekarang dan seterusnya.

"Hubungan itu berada dalam semangat kerjasama, semangat seiring, semangat kekeluargaan yang menjadi ciri masyarakat indonesia. kebersamaan itu tidak meniadakan atau mengurangi posisi dan peranan masing-masing.

"Saya berharap kegiatan semiloka ini dapat menjadi sarana atau media untuk  'bertukar pikiran   dalam rangka merumuskan bagaimana efektivitas dan efisiensi untuk meningkatkan kemitraan dalam peningkatkan kualitas penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat di provinsi banten," tambahnya.(hmt)

Tubagus dan Ratu se Indonesia Akan Berkumpul di Kesultanan Banten

Diposkan oleh On 3/07/2016 02:50:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Pasca meninggalnya ketua umum Dzurriyat Kesultanan Banten, Tb Ismetullah Al-Abbas, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) lembaga adat dan kebudayaan tersebut akan melaksanakan Musyawarah Agung yang dihadiri oleh enam Ratu dan lima Tubagus guna membicarakan nasib institusi sejarah Sultan Banten.

"Almarhum Abah Tb Ismet pernah menitipkan amanah, agar di lanjutkannya keberlangsungan organisasi Dzurriyat Kesultanan Banten sebagai bentuk pengabdian di masyarakat," kata Ketua DPP Dzurriyat Kesultanan Banten, Tb Imamudin, Senin (07/03/2016).

Acara Musyawarah Agung sendiri akan berlangsung di Komplek Kesultanan Banten pada 26 Maret 2016 mendatang guna membahas nasib lima DPW dan berusaha memprerat tali silaturahmi antara Ratu dan Tubagus yang tersebar diseluruh Indonesia, yakni enam Ratu dan Tubagus berada di DKI Jakarta, Banten, Jabar, Sulawesi Utara, Bandar Lampung, Sumatera Selatan. Sedangkan lima DPW berada di Jatim, Jateng, Balikpapan, Ambon, dan Batam.

"melanjutkan apa yang sudah di lakukan almarhum abah Tb Ismet untuk membangun kejayaan Kesultanan Banten di masa kini dalam daulat NKRI. Agar di lanjutkannya perjuangan beliau dalam menata peradaban Kesultanan Banten yang unggul di masa yang akan datang," kata Sekjen DPP Dzurriyat Kesultanan Banten, Tubagus Saptani, Senin (07/03/2016).

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Sultan Muda Banten, Tb Ismetullah Al-Abbas meninggal dunia. Sehingga, posisi Ketua Umum Dzurriyat Kesultanan Banten kosong. Sedangkan kepengurusan lembaga adat dan budaya Kesultanan Banten tersebut harus tetap berlangsung hingga akhir tahun 2016 mendatang.
MUI Kota Serang Akui Faham Radikal Masih Beredar di Banten

Diposkan oleh On 1/27/2016 06:55:00 PM with No comments

Serang, bantencom – Kelompok radikal ISIS di Banten ditenggarai masih melakukan upaya hadir dan menjadikan Kota Serang sebagai basis organisasi ISIS. Hal ini diakibatkan oleh peran serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten tidak optimal dalam melakukan pembinaan terhadap umat di Banten.

Ditemui dikantor MUI Kota Serang, Banten, Sekertaris MUI Kota Serang Dr. KH. Amas Tajudin mengatakan bahwa masih ada warga Kota Serang yang memiliki faham radikalisme dari sekelompok organisasi dan berupaya menyebarkan faham tersebut ditengah masyarakat Kota Serang.

“saya akui  bahwa masih ada sekelompok orang yang memiliki faham radikal di Kota Serang, dan mengaku siap menjadi garda terdepan dalam hal menangkal perkembangan Faham radikal di Kota Serang dan mendukung upaya kepolisian dalam memberantas terorisme” katanya

MUI Kota Serang hanya dapat melakukan pencegahan pemikiran radikalisme agar tidak bekembang, seharusnya MUI melakukan pencegahan paham radikal terbukti dengan adanya dugaan pendeklarasian ISIS di salah satu masjid di Kota Serang beberapa waktu lalu yang sempat dibubarkan oleh petugas kepolisian.
Upaya yang dilakukan oleh sekelompok organisasi radikal ini dengn cara terselubung mengajak dan mendoktrin warga, sehingga masyarakat yang sudah tergalang dan bersimpati kemudian dibaiat untuk menjadi anggotanya, kegiatan seperti ini masih banyak mereka lakukan.

Terkait masih adanya upaya dari organisasi radikal tersebut, MUI Kota Serang terkesan membiarkan dan hanya melakukan kordinasi jika sudah ada yang terlibat.

Menanggapi tentang masih adanya warga masyarakat Kota Serang dan pendeklarasian organisasi faham radikalisme di Kota Serang, KH. Amas Tajudin berjanji akan melakukan kordinasi dengan semua pihak terkait dengan mengumpulkan para alim ulama dan tokoh-tokoh agama serta melibatkan pemerintah Kota Serang guna mencari cara menangkal pemahaman radikalisme agar tidak berkembang diwilayah Provinsi Banten khususnya Kota Serang.

“kita akan melakukan kordinasi dengan para alim ulama dan tokoh-tokoh islam serta melibatkan pemerintah Kota Serang untuk duduk bersama dalam mencari cara untuk menangkal paham radikalisme agar tidak berkembang di Banten khususnya di Kota Serang” Kata KH. Amas Tajudin



Menyempurnakan syahadat sebagai kuci surga

Diposkan oleh On 1/08/2016 04:39:00 PM with No comments

Bantencom - Segala puji bagi Allah Swt yang telah menjadikan surga firdaus bagi hamba-hamba-Nya orang-orang yang beriman sebagai tempat kembali dan tinggal yang abadi. Allah Swt, telah memudahkan bagi mereka agar menunaikan amal-amal shalih yang dapat mengantarkan mereka ke surga. 

Orang-orang yang beriman tidak menjadikan kesibukan lain yang dapat melalaikan mereka dari amal-amal shalih tersebut dan Allah Swt memudahkan bagi mereka sarana-sarana dan jalan-jalan yang dapat mengantarkan mereka kepada surga dengan ketundukan mereka dan telah menjadikan surga bagi mereka sebelum mereka sendiri diciptakan. Allah Swt, telah mengelilingi surga itu dengan perkara-perkara yang dibenci oleh hawa nafsu. Allah Swt, telah mengeluarkan manusia ke bumi tempat mereka diuji siapa yang paling baik dalam beramal, dan Dia menjadikan waktu masuknya mereka ke dalam surga pada hari mereka menemui-Nya. Allah Swt, telah menetapkan waktu dan jangka untuk kehidupan fana ini. Allah Swt, telah mempersiapkan surga itu dengan segala kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, tidak pernah terlintas dalam hati seorang manusia pun. 

Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata-mata tiada sekutu bagi-Nya, persaksian seorang hamba yang tidak pernah henti dari kebutuhan kepada rahmat dan karunia-Nya walaupun sekejap mata. Dan tidak ada seorang pun yang dapat merasa tamak dan ingin meraih surga dan menggapai kemenangan, melainkan dengan ampunan dan maghfirah-Nya. 

Dan kami bersaksi bahwa Muhammad Saw, adalah hamba dan rasul-Nya, pilihan-Nya atas seluruh hamba-hamba-Nya, delegasi-Nya antara Dia dan hamba-hamba-Nya. Beliau adalah hujjah atas hamba-hamba-Nya, orang yang diamanati atas wahyu-Nya. Muhammad Saw, telah diutus sebagai rahmat bagi alam semesta, teladan bagi orang-orang yang beramal, petunjuk bagi orang-orang yang berjalan di atas jalur yang lurus, dan sebagai hujjah atas seluruh hamba. Beliau diutus sebagai teladan bagi menusia bagi seluruh alam semesta. 

Beliau meninggalkan umatnya dalam petunjuk yang jelas, hujjah yang terang, sehingga para sahabat dan pengikutnya dapat melalui jalan yang lurus ke surga Allah Swt. yang penuh dengan kenikmatan. Namun banyak orang yang enggan malah memilih jalannya ke neraka yang penuh dengan siksaan dan hinaan. Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Semoga shalawat dan salam dari Allah Swt., malaikat, para rasul, nabi, hamba-hamba Allah Swt., orang-orang yang beriman kepada Rasulullah Saw. 


Setiap orang yang beriman pasti merindukan surga. Ia merindukan surga karena kehidupan yang hakiki dan abadi hanyalah kehidupan akhirat. Sebanyak apapun uang yang dimilikinya dan setinggi apapun pangkat dan jabatan yang didudukinya semasa hidup di dunia ini tetap saja tidak dapat memuaskan semuanya. Yang dapat dinikmati sebenarnya tidak lebih dari apa yang dapat dimakan dan dipakai dalam kesehariannya. Uang yang melimpah dalam rekeningnya, tanah dan kebun yang luas yang dimilikinya, rumah yang besar yang dibelinya, kendaraan yang mahal yang diperolehnya, tetap saja sebagai tumpukan harta yang secara formal miliknya, namun ia tidak bisa menikmati semuanya, apalagi saat ia sakit atau sedang menghadapi sakaratul maut. Semuanya hanyalah bayang-bayang atau kepemilikan semu belaka. Hal inilah yang diperingatkan Allah dalam Al-Quran sebagaimana firman-Nya: 

Dihiaskan kepada manusia kecintaan syahwat berupa wanita, anak-anak, harta benda dari emas dan perak, dan kuda-kuda yang ditambatkan, dan binatang ternak, dan kebun. Semua itu hanya kenikmatan dunia semata, sedangkan di sisi Allah tempat kembali yang baik. (QS. Ali Imraan: 14) 

Bagaimanakah potret orang yang merindukan surga itu? Potret itu dapat kita lihat pada generasi Islam pertama; para sahabat Rasul Saw, yang mulia dan generasi terbaik yang pernah dilahirkan ke dunia ini. Siapa yang tidak kenal dengan Khadijah, Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Shuhaib Ar-Rumi, Abdurrahman Bin Auf dan seterusnya? Bukti rindunya mereka kepada surga, Allah memberikan kepada mereka stempel “radhiyallahu ‘anhum” (Allah telah meridhai mereka), padahal mereka masih hidup di dunia. Dan orang-orang yang terdahulu (generasi pertama Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah telah meridhai mereka dan merekapun ridha kepada-Nya dan Dia (Allah) telah menyiapkan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya bermacam-macam sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Demikian itu adalah kesuksesan yang amat agung (tanpa batas).” (QS. At Taubah: 100) 



Ibarat sebuah pintu, surga membutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya. Namun, tahukah Anda apa kunci surga itu? Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa. Tetapi Anda tak perlu gelisah, karena kuncinya dijelaskan dalam hadits Rasul Saw. 

عَنْ مُعَاذٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صَادِقًا مِنْ قَلْبِهِ، دَخَلَ الْجَنَّةَ » (رواه أحمد)

“Barang siapa yang meninggal dan dia bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya, maka dia masuk surga.“ (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang shahih). 

Ternyata, kunci surga itu adalah dua kalimat syahadat yang begitu sering kita ucapkan. Namun semudah itukah surga dapat kita buka dan kita masuki? Ketahuilah, bahwa setiap kunci itu pasti bergerigi. Begitu pula kunci surga pasti memiliki gerigi. Jadi, pintu surga itu hanya bisa dibuka oleh orang yang memiliki kunci yang bergerigi. 

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya (3/109), bahwa seseorang pernah bertanya kepada Al Imam Wahab bin Munabbih (seorang tabi’in terpercaya dari Shan’a yang hidup pada tahun 34-110 H), “Bukankah Laa ilaaha illallah itu kunci surga?” Wahab menjawab: “Benar, akan tetapi setiap kunci pasti bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan dibukakan untukmu!” 

Lalu, apa gerangan gerigi kunci itu Laa ilaaha illallahitu? 

Ketahuilah, gerigi kunci Laa ilaaha illallah itu adalah syarat-syarat Laa ilaaha illallah. Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qashim Al Hambali An-Najdi rahimahullah, penyusun kitab Hasyiyyah Tsalatsatil Ushul, pada halaman 52 kitab tersebut menyatakan, syarat-syarat Laa ilaaha illallah itu ada delapan, yaitu: 

Pertama: Al ‘Ilmu (Mengetahui) 

Maksudnya adalah kita harus mengetahui arti dan makna Laa ilaaha illallah secara benar. Adapun artinya adalah: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ عُثْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ ». (رواه مسلم)

“Barang siapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.”(HR. Muslim). 

Seandainya Anda mengucapkan kalimat tersebut, tetapi Anda tidak mengerti maknanya, maka ucapan atau persaksian tersebut tidak sah dan tidak ada faedahnya. 

Kedua: Al Yaqin (Meyakini) 

Maksudnya adalah kita harus menyakini secara pasti kebenaran kalimat Laa ilaaha illallah tanpa ragu dan tanpa bimbang sedikitpun.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّى رَسُولُ اللَّهِ لاَ يَلْقَى اللَّهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيهِمَا إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ ». (رواه مسلم)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah sambil membawa dua kalimat syahadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga.” (HR. Muslim). 

Ketiga: Al Qobul (Menerima) 

Maksudnya kita harus menerima segala tuntunan Laa ilaaha illallah dengan senang hati, baik secara lisan maupun perbuatan, tanpa menolak sedikit pun. Anda tidak boleh seperti orang-orang musyrik yang digambarkan oleh Allah dalam Al-Quran: 

“Orang-orang yang musyrik itu apabila di katakan kepada mereka: (ucapkanlah) Laa ilaaha illallah, mereka menyombongkan diri seraya berkata: Apakah kita harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kita hanya karena ucapan penyair yang gila ini?” (QS. Ash Shaffat: 35-36). 

Keempat: Al Inqiyad (Tunduk Patuh) 

Maksudnya kita harus tunduk dan patuh melaksanakan tuntunan Laa ilaaha illallah dalam amal-amal nyata. Allah subhanahu wa ta’alaberfirman: “Kembalilah ke jalan Tuhanmu, dan tunduklah kepada-Nya.“ (QS. Az Zumar: 54). 

Allah Ta’ala juga berfirman:
“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah).” (QS. Luqmaan: 22). 

Kelima: Ash Shidq (Jujur atau Benar) 

Maksudnya Anda harus jujur dalam melaksanakan tuntutan Laa ilaaha illallah, yakni sesuai antara keyakinan hati dan amal nyata, tanpa disertai kebohongan sedikit pun. 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : « مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلاَّ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ».

Dari Anas bin Malik, Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya, melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Keenam: Al Ikhlas (Ikhlas) 

Maksudnya Anda harus membersihkan amalan Anda dari noda-noda riya’ (amalan ingin di lihat dan dipuji oleh orang lain), dan berbagai amalan kesyirikan lainnya.

عَنْ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ الْأَنْصارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ» (متفق عليه)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Ketujuh: Al Mahabbah (Cinta) 

Maksudnya Anda harus mencintai kalimat tauhid, tuntunannya, dan mencintai juga kepada orang-orang yang bertauhid dengan sepenuh hati, serta membenci segala perkara yang merusak tauhid itu. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan di antara manusia ada yang membuat tandingan-tandingan (sekutu) selain Allah yang dicintai layaknya mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, sangat mencintai Allah di atas segala-galanya.” (QS. Al Baqarah: 165). 

Orang yang bertauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan orang musyrik mencintai Allah dan mencintai tuhan-tuhan yang lainnya. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan isi kandungan Laa ilaaha illallah. 

Kedelapan: Al Kufru bimaa Siwaahu (Mengingkari Sesembahan yang Lain) 

Maksudnya kita harus mengingkari segala sesembahan selain Allah, yakni tidak mempercayainya dan tidak menyembahnya, dan juga kita harus yakin bahwa seluruh sesembahan selain Allah itu batil dan tidak pantas disembah. Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan: “Maka barangsiapa mengingkari thaghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah), yang tidak akan putus….” (QS. Al Baqarah: 256). 

Saudaraku kaum muslimin, dari sini dapatlah kita ketahui, bahwa orang yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah hanya dengan lisannya tanpa memenuhi syarat-syaratnya, dia bagaikan orang yang memegang kunci tak bergerigi, sehingga mustahil baginya untuk membuka pintu surga, walaupun dia mengucapkannya lebih dari sejuta kali. 



Demikianlah khutbah ini, semoga Allah memelihara iman kita dan menjadikan iman kita iman yang melahirkan kerinduan kepada surga dan iman yang hidup yang mampu menggerakkan semua potensi diri dan harta yang Allah anugerahkan kepada kita untuk surga-Nya Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di surga Al-Firdaus Al-A’la yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amiin. (BC2)
Setetes Air Yang Membatalkan Shalat

Diposkan oleh On 1/07/2016 11:01:00 PM with 1 comment

Bantencom - Ingatkah dulu ketika kita masih kecil, kita diajarkan mengenai tata cara thaharah atau membersihkan diri? Hal pertama yang dilakukan sebelum shalat adalah ber-thaharah menyucikan diri dari hadas besar dan hadas kecil. Setelah itu kita berwudhlu, lalu kita shalat.

Terkadang timbul perasaan was-was mengenai hadas ini. Apakah kita sudah yakin bersih dari hadas atau tidak? Tahukah kamu? Ternyata setiap pria setelah buang air kecil (BAK), jika tidak dibersihkan dengan baik, akan menyisakan urin (air seni) beberapa tetes di saluran kencingnya. Lalu jika menetes keluar ketika shalat, sisa urin ini bisa membuat shalat menjadi tidak sah karena najis.

Banyak pria muslim yang belum mengetahui cara membersihkan kemaluannya dengan baik. Oleh karena itu, saya menulis artikel ini untuk sharing mengenai cara membersihkan kemaluan pria yang dalam ilmu fiqih dikenal dengan istilah istibra. Istibra ini menurut beberapa ulama hukumnya wajib dan anjuran istibra ini hanya dikususkan untuk pria.


Banyak cara beristibra untuk membersihkan sisa urin di urethra, mendehem, menggoyangkan badan, berjalan kecil dikamar mandi, jongkok berdiri jongkok, melompat kecil, dan sebagainya. Beragam cara tersebut bisa membersihkan sisa urin, tetapi kurang optimal.

Cara yang paling baik melakukan istibra adalah dengan cara mengurut perineum, pangkal penis (proksimal) hingga ujung penis (distal), dan kepala penis (gland penis). Cara ini mengikuti struktur anatomis saluran kencing, sehingga diharapkan bisa membersihkan sisa urin:

  1. Mengurut antara lubang anus dan penis (perineum) sebanyak tiga kali.
  2. Meletakkan telunjuk di bawah batang penis dan ibu jari di atas batang penis, lalu mengurut dari pangkal hingga ujung penis sebanyak tiga kali.
  3. Menekan kepala penis (gland penis) sebanyak tiga kali.
  4. Terakhir, basuh kemaluan dengan air yang suci secukupnya (kurang lebih sebanyak dua kali)
adapun cara lain yang diajarkan sahabat adalah dengan berdeham sebanyak tiga kali hingga air sisa kencing tadi keluar.


semoga sekilas info diats dapat membatu kita bersih dari hadast kecil yang membatalkan shalat amiiin.(BC2)
Umroh Untuk Istri Pejuang Kemerdekaan

Diposkan oleh On 11/10/2015 03:59:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, pemerintah Provinsi Banten memberikan ibadah umroh untuk istri pejuang kemerdekaan. Selasa 10 November 2015.
Salah satu keluarga pejuang yang beruntung tersebut adalah ibu Sutinah Istri pejuang yang bernama Sarikam yang beralamat di Desa Suka Menak, Kampung Cimeong Kecamatan Baros Kabupaten Serang Banten.
Gubernur Banten beserta rombongan mendatangi rumah ibu Sutinah istri Sarikam adalah keluarga pejuang kemerdekaan Sarikam.
Sarikam wafat saat berusia delapan puluh tahun ini meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.
Sementara Rano Karno mengatakan, bahwa secara pribadi dan atas nama pemerintah merasa bangga dan berterima kasih kepada almarhum dan keluarga sebagai pejuang kemerdekaan. Dalam kesempatan itu juga Pemprov Banten memberikan santunan berupa sembako dan juga umroh bagi Ibu Sutinah dan salah satu keluarganya.
"Saya selaku pribadi dan atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih kepada pejuang kemerdekaan yang salah satunya dikeluarga ini saya juga berharap untuk yang masih hidup manfaatkan sisa hidup ini untuk sesuatu yang bermanfaat, dan kalau boleh saya sebutkan saya memberikan ibadah umroh untuk Ibu Sutinah. Karena beliau sudah sepuh maka salah satu keluarganya juga akan kita berangkatkan untuk mendampingi Ibu Sutinah" kata Rano kepada Wartawan.
Sementara itu Ibu Sutinah mengaku merasa senang sekali sengan kedatangan gubernur dirumahnya, terlebih kedatangan nya juga membawa berkah.
"Alhamdulillah saya senang sekali, saya sampai sekarang saja merasa tidak percaya akan dikunjungi sama bapak gubernur" katanya (Rid)
Kepres HSN Dibacakan Rano di Masjid Agung Albantani

Diposkan oleh On 10/22/2015 11:32:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Rano Karno, mendeklarasikan pencanangan Hari Santri Nasional di halaman Masjid Agung Al-Bantani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis 22 Oktober 2015.
Deklarasi tersebut Rano lakukan dengan membacakan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 tahun 2015 Tentang Hari Santri yang didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah, Kiai Haji Abuya Murtadlo dan Ketua MUI Provinsi Banten, Romli.
Orang nomor satu di Banten tersebut mengungkapkan, dengan ditetapkannya Hari Santri Nasional, semangat untuk meningkatkan kapasitas keulamaan dan kemampuan sosial masyarakat pada diri santri dan masyarakat Provinsi Banten semakin berkembang.
"Sejak lama pondok pesantren mempunyai potensi dan peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Bahkan sejak masa penjajahan, santri dan kiai memiliki peran penting, misalnya Ki Wasyid pada tragedi Geger Cilegon," papar Rano
Saat ini jumlah Pondok Pesantren di Provinsi Banten sebanyak 3267 pondok pesantren, baik pondok salafi maupun pondok pesantren modern. "Wajar bila masyarakat Banten yang dikenal sebagai masyarakat yang religius," ujar Rano.
Untuk mengembangkan dan menyejahterakan pondok pesantren, Pemprov mempunyai sejumlah program strategis, seperti pemberdayaan ekonomi pesantren dan pembinaan qori dan qoriah, serta mendukung ditetapkannya Perda Pondok Pesantren.
HSN Tingkat Provinsi Dihadiri Ribuan Santri

Diposkan oleh On 10/22/2015 08:30:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Ribuan santri dari masing-masing Kabupaten/Kota se Provinsi Banten, menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN), di halaman Masjid Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (22/10/15).  Ribuan santri tersebut datang dengan antusias dan penuh keikhlasan menghadiri kegiatan yang baru pertama ki dilaksanakan se Indonesia.
Acara tersebut dihadir pula oleh seluruh pejabat dan PNS dilingkungan Pemerintahan Provinsi Banten, yang kemudian dilanjutkan dengan menonton film Santri, dan Group Band ternama Wali.
Dalam acara tersebut juga dilakukan shalat Tobat massal bagi Provinsi Banten dan Bangsa Indonesia yang di ikuti oleh 15 ribu santri, 1000 ulama dan kyai, dan 450 masyarakat.
Bahkan, para pimpinan Ponpes pun diberikan voucher umroh oleh Pemprov Banten untuk langsung beribadah kembali di Masjidil Haram dan bumi Makkah. Kemudian, para santri salafi yang berprestasi diberikan uang kadeudeuh sebesar Rp 165 juta.
"Kami senang akhirnya ada Hari Sangir yang nantinya akan diperingati setiap tahun," Ujar Nia salah seorang santri asal Kabupaten Tangerang di lokasi.
Guna mendukung tercetusnya deklarasi Hari Santri Nasional (HSN), Pemprov Banten juga membuat Peraturan Daerah (Perda) Pondok Pesantren (Ponpes) yang juga menjadi kado HSN tingkat Provinsi Banten.
Kado tersebut diharapkan bisa melindungi dan menyetarakan antara lembaga pendidikan salafi dengan modern. Sehingga, keberadaan lembaga pendidikan khas Indonesia tersebut tetap terjaga kelestariannya di Provinsi Banten.
"Ini salah satu dukungan Pemprov Banten terhadap HSN, yakni ditetapkannya Perda Ponpes untuk mewujudkan masyarakat Banten yang beriman dan bertaqwa," kata Gubernur Banten, Rano Karno, di sela-sela acara.
Dengan adanya Perda Ponpes, kata Rano, diharapkan lembaga Ponpes salafi akan sama kedudukannya dengan lembaga pendidikan modern yang ada di Provinsi Banten.
Sementara itu, ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah menyatakan Perda Ponpes telah diserahkan ke Bappeda, dan segera di pansuskan. Ulama dan masyarakat akan diikut sertakan untuk mengkoreksi konten dan pasal nya ada yang kurang atau tidak. Pihaknya tidak mendikotomikan pesantren salafi dan modern. "Nama Perda nya Perda Pesantren, di dalam nya 80 persen Perda salafi. Akhir tahun ini perda nya sudah jadi dan mulai berlaku," kata  Asep.
Nantinya, kata Asep. Para santri lulusan, Ponpes khususnya Salafi akan mendapatkan sertifikan berupa ijazah yang dapat digunakan untuk mengaar ngaji di sejumlah Taman Pendidikan Anak (TPA), dan dapat mengikuti ujian ;kesetaraan.
"Kalau memang sudah sama dan layak, bisa mengikuti ujian kesetaraan sesuai tingkatan," jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepa Biro Kesra Setda Banten, Irvan Santoso mengungkapkan, dengan dicetuskannya HSN pada 22 Oktober, maka kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan Pemprov Banten. Naun, konsep yang dilaksanakan akan berbeda, sehingga menimbulkan suasana baru bagi HSN.
"Tiap tahun akan diperingati, tapi beda suasana dan tema nya. Inginnya sih HSN tahun depan tema nya berkemah," ungkapnya.
Selain itu, kata Irvan, dengan lahirnya Perda Ponpes nanti, maka pembinaan terhadap pesantren akan menjadi lebih baik, khusus nya bagi Salafi. Sebab, di Banten sekitar 80 persen merupakan Ponpes Salafi.
"Dalam pembinaanya nanti, peran Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) yang memahami Pesantren sangat dibutuhkan," ujarnya. (advertorial)
Ribuan Santri Hadiri HSN di Masjid  Ats Tsauroh

Diposkan oleh On 10/22/2015 06:24:00 PM with No comments

SERANG - bantencom- Ribuan santri menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis 22 Oktober 2015, di Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang. Mereka hadir dari beberapa kecamatan di wilayah Kota Serang dan sebagian Kabupaten Serang.
Mereka datang dengan antusias dan penuh keikhlasan. Tampak pula ibu-ibu dari majelis taklim yang datang ke lokasi.

"Kami senang HSN bisa digelar. Kami datang kesini naek angkot bersama kyai. Kami kesini untuk mendengar ceramah kyai, yasinan, dan istighosah," kata Hasan, seorang santri dari Kecamatan Baros.
Seorang ustad dari Kecamatan Taktakan Junaedi menuturkan, mereka datang menggunakan bak terbuka dan motor.

"Kami mendapat undangan dari PCNU. Maka kami datang secara sukarela dengan ongkos patungan. Kami mengapresiasi keputusan pemerintah dan panitia dari PCNU," kata Junaedi.

HSN di Masjid Ats Tsauroh digelar berkat kerjasama PCNU Kota Serang, MPS Banten, dan Pemkot Serang. Hadir dalam kesempatan tersebut, Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Kepala Kemenag Kota Serang Bazari Syam, Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarkowi, serta ulama.

Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarkowi menjelaskan, HSN harus dijadikan momentum untuk perbaikan akhlak umat Islam. Hal lain, HSN adalah bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi santri terhadap kemerdekaan.

"Kaum santri, khususnya dari ponpes salafi, berkomitmen untuk mengisi ruang pembangunan dengan spirit patriotik, akhlak mulia, dan tentu saja memelihara warisan ulama," kata Matin.

Walikota Serang berharap, santri adalah simbol kekuatan moral di Kota Serang. Karena itu, HSN harus jadi sarana memperkuat persatuan masyarakat.

Rangkaian HSN dimulai dengan pawai obor oleh Badan Otonom NU  dilanjutkan bedah film "Sang Kiyai"," pada Rabu malam. (***)
Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar dan Kerudung

Diposkan oleh On 10/17/2015 11:46:00 AM with No comments

Kajian Islam, bantencom – Seringkali disekitar kita bingung apasih Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar Dan Kerudung, apalagi yang sedang belajar memakai hijab tentu ingin mengetahui perbedaan tersebut.
Demi memenuhi penasaran para wanita muslim kali ini dunia islam akan membahas itu semua secara singkat dan semoga bisa mudah di pahami.
Apa Perbedaan Hijab Dan Jilbab
Hijab (bahasa Arab: حجاب ħijāb) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.
Ada yang menyatakan juga bahwa setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak. Seperti dijelaskan di atas, hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu.
Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, bisa berupa tirai pembatas, kelambu, papan pembatas, dan pembatas atau aling-aling lainnya. Memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab. Adapun makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau menghalangi dirinya. Di indonesia sendiri ada banyak macam – macam hijab.
Apa itu jilbab?
jilbāb (Arab: جلباب ) adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab (dalam arti seperti ditunjukkan dalam pengertian hijab di atas).
Jadi, jilbab ialah pakaian yang longgar dan dijulurkan ke seluruh tubuh hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Hal ini tertuang dalam perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…"
Secara terminologi, dalam kamus yang dianggap standar dalam Bahasa Arab, jilbab berarti selendang atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepada, dada dan bagian belakang tubuhnya. ( Baca juga : Perintah dan Hukum Memakai Jilbab Bagi Wanita Muslim )
Dapat kita ambil kesimpulan bahwa jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh. Sedangkan hijab adalah sesuatu pembatas atau aling-aling yang menutupi aurat. Memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab.
Apa itu khimar?
Khimar atau khumur atau kerudung/kudung di dalam Al-Qur'an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31: "Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya. (An Nuur :31)      "
Khimar menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
Khimar merupakan pakaian atas atau penutup kepala. Desain pakaian ini yaitu menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
Khimar ini tidak diikatkan ke leher seperti kerudung, karena jika hal tersebut dilakukan, maka akan memperjelas bentuk lekuk dada dari wanita. Jadi khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala ke seluruh dada tertutupi. Khimar seringkali disebut kerudung, tapi sebenarnya berbeda. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Khimar adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka.
Apa beda khimar dan kerudung atau kudung?
Kerudung hampir mirip dengan khimar, namun kerudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, desain kerudung cuma sebagai penutup kepala saja. Kerudung yang hanya sebagai penutup kepala, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada wanita sekaligus. Kerudung hanya menutup kepala atau leher saja, akan tetapi bentuk lekuk tubuh pada bagian leher dan dada masih terlihat.
Jokowi Sahkan 22 Oktober Sebagai Hari Santri Nasional

Diposkan oleh On 10/15/2015 09:42:00 PM with No comments

Jakarta, bantencom - Pemerintah akhirnya menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan tersebut berdasarkan atas Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.
Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Keppres tentang penetapan hari santri tersebut.
"Telah ditetapkan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober, Hari Santri bukan hari libur," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Sekadar diketahui, penetapan Hari Santri Nasional merupakan salah satu janji Jokowi saat masa kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 2014 lalu. Saat kampanye Pilpres 2014, Jokowi menyampaikan tanggal 1 Muharram akan ditetapkan sebagai Hari Santri.
Rossi Bertekad Menangkan Tiga Seri Tersisa

Diposkan oleh On 10/15/2015 03:39:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Balapan MotoGP 2015 tinggal tiga seri lagi. Saat ini, rider Movistar Yamaha Valentino Rossi masih memimpin klasemen pembalap dengan 283 poin. Ia unggul 18 poin dari pesaing sekaligus rekan setimnya, Jorge Lorenzo.
Akhir pekan ini, balapan akan berlangsung di Sirkuit Phillip Island, Australia. Rossi pun bertekad untuk memenangkan balapan ini dan dua seri lainnya.
"Kami harap mendapat akhir pekan yang bagus seperti tahun lalu dan kami akan mencoba meraih podium di atas Lorenzo," papar Rossi seperti dilansir Crash, Kamis (15/10).
"Saya pikir itu adalah cara terbaik, yakni dengan memenangkan setiap balapan."
Rossi sebenarnya tidak perlu ngotot untuk memenangkan tiga seri balapan sisa. Finis di posisi kedua dalam tiga seri balapan sisa sudah cukup rider asal Italia itu untuk meraih gelar juara dunia untuk kali kedelapan.
Terkait Sirkuit Phillip Island, Rossi punya catatan bagus pada musim lalu. Ia mengungguli Lorenzo untuk memenangi balapan.
"Phillip Island adalah sirkuit yang khusus. Saya suka sirkuit ini, tetapi sangat sulit menemukan setting yang tepat dan kondisinya sulit ditebak dengan banyak angin dan temperatur yang dingin." tutupnya.