Diduga Persaingan Bisnis, Adik Kades Pengarengan Dibacok Gerombolan Tak Dikenal
Diposkan oleh Ridwan Salba On 2/18/2020 12:45:00 AM with No comments
Tak Patuh Aturan PT Hwa Hook Cikande Di demo Serikat Pekerja Nasional
Diposkan oleh Koidul Khair On 2/12/2019 09:43:00 PM with 1 comment
Serang,Bantencom- Tak ikuti aturan perudang-udangan ketenagakerjaan PT Hwa Hook Steel Di demo masa aksi Serikat Pekerja Nasional Sekabupaten Serang ,Selasa (12/2) di depan kantor PT Tersebut.
Aksi yang dimulai tepat pukul 08.00 wib ini banyak menuai rintangan baik dari managementnya yang tak mau diajak berunding hingga ada juga yang mengaku sebagai perangkat desa barengkok bernama Madohir yang hendak menghentikan aksi ini dikarenakan merasa aksi ini tidak ada izin dari perangkat desa setempat dan juga sempat berujar seolah-olah dia( madohir ) ini bertindak melebihi yang punya pabrik yaitu dengan mengatakan " kalaau ada yang masih mau kerja silahkan kerja ,jika tidak mau mau dibayar uang pisah sebulan gaji, ujarnya keras dalam aksi ini.
Akan tetapi dengan sudah dikantonginya surat izin dari Aparat Kepolisian Haerudin Sebagai Pimpinan aksi tetap meneruskan Aksi walaupun hingga akhir aksi management atau pun pemilik perusahaan tidak menggubris sama sekali.
Adapun yang dituntut dalam demo ini diantaranya : Pekerjakan Kembali Semua Penggurus dan anggota yang di PHK , Jalan kan Upah Sesuai SK Gubernur Provinsi Banten,Jalan kan Sistem Kerja Sesuai sistem ketentuan undang-undang ketenaga kerjaan, Jalankan jaminan sosial BPJS Naker dan BPJS Kes.
Dikarenakan selain itu juga di perusahaan ini sungguh kejam dalam pemberian upah yaitu Rp 145 ribu rupiah per sepuluh jam ,kalau tidak kerja ya tidak dapat gaji,pungkas ketua Pimpinan Serikat Serikat Pekerja PT Hwa Hook Steel yang juga terpHK dalam menuntut haknya.(BC2/Dewa)
Mau nuntut kemana niiih, Semuanya Lepas Tangan
Diposkan oleh Koidul Khair On 4/23/2018 04:23:00 PM with No comments
Serang, Bantencom - Zaman sekarang karyawan tak lagi menerima gaji di perusahaan secara tunai, salah satu nya seperti Bahtiar rifai yang menetap di kampung batu kurung desa panyabrangan kecamatan Cikeusal.Banten. pria yang akrab di panggil tiar bermaksud untuk mengambil uang tunai di mesin ATM ( Automatic Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang melayani nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia .
Siang itu tepat pukul 10.30 wib waktu setempat menjelang sholat jum'at situasi tidak begitu ramai hanya mengantri sekitar lima menit saja ia melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM BRI yang biasa di gunakannya, sejumlah uang yang di tarik berjumlah Delapan belas lembar uang pecahan seratus ribu rupiah ada satu lembar yang nampak tidak biasa setelah menghitungnya, terdapat robekan di beberapa bagian tengah dan di bagian sisi kiri uang tersebut, namun saat melakukan penukaran kepada bank rakyat Indonesia hanya uang yang bagus saja yang di terima meski uang yang robek tersebut berasal dari mesin atm bank tersebut yang tak jauh dengan tempat tinggalnya sekitar pasar pamarayan tepatnya kampung bojong loa Desa pamarayan kecamatan pamarayan.
“maaf pak kami dari pihak bank tidak melakukan pengisian saldo mesin atm bapak bisa melakukan penukaran uang yang robek kepada vendornya langsung, ujar salah satu pegawai bank tersebut menanggapi pengajuan bahtiar”
Kejadian seperti ini bukan hanya kali pertama terjadinya di stm tersebut, pernah ada satu nasabah yang mengalami hal yang sama dan di bantu oleh nasabah lainnya mengadakan komplain untuk minta digantikan uang yang robek kepada vendor pengisian mesin atm bank terkait, namun pihak vendor pun tak memberi respon baik, bahkan menolak penukaran uang tersebut menurut salah satu petugas keamaan setempat”.Hingga berita ini dirilis bukti penarikan dan uang yang robek tersebut masih di simpan rapih oleh bahtiar korban uang robek, besar harapannya agar hal seperti ini tidak terjadi kembali, akan tetapi yang jadi pertanyaannya kepada siapa kita harus menuntut ??? ujar si korban . (BC2)
Stop Memperkerjakan Anak di Bawah Umur
Diposkan oleh RAWI DEWA On 3/15/2018 12:11:00 PM with No comments
Anak tidak seharusnya dipekerjakan.
Serang Bantencom. Kawasan industrial modern Cikande industrial estate dan Krakatau industrial estate Cilegon sebagai kawasan zona bebas pekerja anak.
Salah satunya kawasan industri modern Cikande industrual estate.
Pelarangan mempekerjakan anak dibawah umur diatur dalam undang - undang nonor 13 tahun 3003 tentang ketenaga kerjaan.
Untuk melindungi pekerja anak, pemerintah juga telah meratifikasi konvensi ILO No. 138 tentang usia minimum untuk diperbolehkan bekerja, dan konvensi ILO No. 182 tentang larangan dan tindakan penghapusan bentuk bentuk pekerjaan terburuk.
Hal ini diungkapkan Dirjen PPK dan K3 Kemnaker sugeng Priyanto dikantor kawasan industei Cikande, Selasa 27/02/18.
Menurut Sugeng, anak adalah masa depan bangsa, sebagai penerus geberasi bangsa dan sebagai sumber daya manusia yang potensial.
Soal pekerja anak bukanlah masalah yang sederhana, harus melibatkan banyak pihak untuk menanggulanginya.
"anak adalah potensial untuk kemajuan generasi bangsa, soal pekerjaan anak bukanlah masalah yang sederhana, melibatkan banyak pihak untuk menanggulanginya, demi bebasnya mempekerjakan anak, pengentasannya pun tugas pemerintah dan berbagai lapisan masyarakat" ujar Sugeng. (Dew)
SISWI KELAS TIGA MADRASAH ALIYAH NUR ET TAQWA HILANG
Diposkan oleh RAWI DEWA On 3/15/2018 12:08:00 PM with No comments
Lagi lagi pelajar hilang diduga akibat terpengaruh ajakan teman di jejeraring sosil
Bantencom Serang - wiwin siswi kelas tiga Madrasah Aliah NUR ET TAQWA Cikande Serang Banten menghilang sejak 3 Maret 2018.
Wiwin anak semata wayang pasangan Martasiah dan Somad telah menghilang sejak beberapa hari lalu, awalnya Wiwin berpamitan pada sang ibu hendak berangkat kesekolah.
Dengan mengenakan seragan pramuka dan tas berwarna merah mitif bunga, seperti biasanya Wiwin pulang agak lambat karena mampir tempat temannya, terkadang tak pulang semalaman karena minap ditempat temannya.
Namun kali ini sang ibu menanti kepulangan Wiwin hingga tiga hari, sudah dicari kemana mana, termasuk tempat temannya bermain dan kerumah temannya biasa Wiwin menginap tak kunjung ditemukan. Termasuk menanyakan kepihak sekolah dan para guru, namun semuanya nihil.
Tentu saja sang ibu dan ayah semakin panik, harus kemana mencari putri semata wayangnya berada, harus kemana mereka mencari jejak.
Tiga hari kemudian kedua orang tua Wiwin melapotkannya kemaplsek Cikande, bahwa putrinya telah hilang meninggalkan rumah sejak tiga hari lalu.
Kepolisian polsek Cikande segera menerima laporan itu, dan menyebarkan pengumuman orang hilang disejumlah titik keramaian disertai foto Wiwin.
Namun upaya itu hingga kini belum berhasil, diduga kuat Wiwin pergi dengan teman lelakinya, karena waktu dihubungi, hand phone Wiwin masih aktif dan sempat diangkat dengan suara laki laki, namun tak mau bicara pajang lebar, hal itu diungkapkan Martasiah.
Sang ibu sangat berharap agar putri semata wayangnya segera kembali kepangkuannya, karena ayah Wiwin siang malam mencarinya kemana mana, kadang sang ayah jalan tanpa arah, sejak kepergian Wiwin sang ibu selalu murung, sedih dan tak pernah tidur.
"Wiwin sepertinya pergi dengan teman laki lakinya, karena waktu di hubungi, hand phonnya aktif dan yang angkat suara laki laki remaja, namun segera mematikannya, saya berharap anak saya segera kembali" ujar Martasiah (Dew)
Penipuan oknum guru terhadap tenaga honorer
Diposkan oleh RAWI DEWA On 5/19/2017 07:30:00 PM with No comments
"Saya merasa kesal ditipu oleh Toipur, uang 60juta melayang, Toipur cuma janji janji saja, sudah tujuh tahun gaada hasilnya, waktu itu Toipur menjanjikan anak saya diangkat jadi PNS dengan membayar uang 60juta rupiah, waktu itu yang datang kerumah bapa Taslim,pengawas di UPTD pendidikan kecamatan Cikesal, dia minta uang 60juta, ada kwitansi, tandatangan dan pake matrai,nanun sudah tujuh tahun anak saya masih tetap honor" ujar Rokayah sambil meneteskan airmata, saat ditemui bantencon dihalaman SMKN1 Cikande.(Dew)



