Antisipasi DBD, Sejumlah Desa Lakukan Pengasapan Foging

Diposkan oleh On 2/08/2016 04:28:00 PM with No comments

Serang Bantencom.  Maraknya demam berdarah (DBD) disaat musim penghujan sangatlah mengkhawatirkan bagi warga yang tinggal didaerah yang termasuk kumuh dan padat penduduk, terlebih banyaknya sampah dan genagan air yang kotor, disitulah jentik-jentik nyamuk bersarang.  Nyamuk aides aigepti menyebabkan penyakit yang menyerang pada manusia saat kekebalan tubuh menurun, belakangan maraknya penyakit demam berdarah dibeberapa daerah dinegara kita sangatlah mengkhawatirkan. 

Upaya warga membersihkan saluran air dan menimbun sampah yang biasa tempat bersarangnya nyamuk, nampaknya kurang disadari warga, hal ini terbukti dibeberapa daerah masih banyak warga yang terserang demam berdarah.

Program pemerintah atasi demam berdarah dengan cara pengasapan (fogig) dinilai belum maksimal, sehingga untuk mengatasinya warga harus berupaya mengadakan keja bakti secara rutin, seperti membersihkan saluran air (got), menimbun atau membakar sampah non  organik, dan menguras bak iar secara rutin atau sering disebut 3m.  namun ini tidaklah mudah, hal ini disebabkan karena tingginya pasokan sampah dari rumah-rumah warga dibanding  pembuangannya, terlebih disaat musim penghujan, tumpukan sampah yang belum sempat dianggkut oleh dinas kebersihan setempat sangatlah menyebabkan tingginya penyebaran nyamuk aides aigepti.  

Maka dari itu warga RT 06/07 perumahan Cikande Permai, Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande Serang, Banten, berinisistif untuk mengadakan pengasapan(foging) secara swadaya. Dengan rutin seminggu sekali menagadakan kerja bakti bersihkan saluran air dan membuang tumpukan sanpah, lalu diadakan foging dengan tujuan agar warganya terbebas dari ancaman demam berdarah.  Pengasapan (foging) tidaklah serta merta gratis, warga dipungut iuran untuk mengadakan alat dan membeli obat foging.  Sudiono, ketua RT 06/07 mengatakan, dirinya selalu menghimbau kepada warganya agar selalu menjaga kebersihan, 

Sudiono pun membenarkan bahwa diadakan iuran kepada warganya untuk mengadakan foging secara rutin mengingat pentingnya pencegahan demam berdarah.

"Saya selalu menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan linkungan, terlebih disaat penghujan seperti sekarang ini,kita harus waspadai wabah demam berdarah.  Maka dari itu saya upayakan untuk mengadakan foging, warga dikenakan iuran untuk mengadakan alat dan obat foging, Sudiono pun berharap kepada dinas terkait agar dapat meninjau daerahnya,karena sampai saat ini masih minimnya akan kebutuhan kesehatan" Ujarnya kepada Bantencom.  

Wargapun merasa senang denga diadakan foging, walau harus iuran namun dengan sukarela warga selalu mentaatinya.  Hal ini diungkapkan warga setempat, Dewi yang akrab disebut mamah Aqila 

"Saya merasa senang dengan diadakan foging walau harus iuran, karena kita memang harus merasa nyaman ditempat tinggal sendiri, terutama khawatir dengan wabah demam berdarah" Tambahnya kepada Bantencom. (Dewa)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »