SBY, Indonesia Tidak takut kepada Malaysia dan Singapura
On 6/27/2013 04:07:00 PM with No comments
Jakarta,bantencom - Permintaan maaf yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Malaysia dan Singapura terkait 'ekspor' kabut asap kebakaran hutan Riau menuai kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ketua PMI ini menilai pemerintah tidak perlu minta maaf ke Malaysia dan Singapura. Sebab yang diharapkan kedua negeri jiran itu adalah solusi dan penyelesaian masalah dalam kebakaran hutan tersebut.
"Sebenarnya Singapura dan Malaysia itu tidak mengharapkan maaf. Tapi mengharapkan bagaimana ini persoalan selesai," ujar Jusuf Kalla di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
JK yang pernah menjadi teman seperjuangan SBY menegaskan, tidak seharusnya SBY meminta maaf kepada kedua negara tersebut apabila tidak memperbincangkan solusi mengatasinya.
"Jadi begitu saya katakan. 11 Bulan menikmati udara segar tanpa terima kasih tentu kenapa pula harus minta maaf?" tegas Jusuf Kalla.
Kritik Hary Tanoe
Selain JK, Ketua Dewan Pertimbangan Hanura Hary Tanoesoedibjo juga mengkritik SBY. Menurut dia, SBY semestinya memikirkan kembali apakah posisi Indonesia memang salah sehingga harus meminta maaf.
"Kalau misalnya pelakunya dari kita (Indonesia) juga ya wajar minta maaf. Tapi kalau pelakunya perusahaan Singapura dan Malaysia misalnya, ya tidak perlu minta maaf," jelas Ketua Dewan Pertimbangan Hanura Hary Tanoesoedibjo, Rabu 26 Juni kemarin.
SBY Menjawab
SBY menanggapi kritik sejumlah kalangan terkait permintaan maafnya kepada Singapura dan Malaysia. Presiden ke-6 RI itu menegaskan, permintaan maaf itu bukan berarti Indonesia takut kepada 2 negara tetangga tersebut.
"Apa yang saya ikuti pembicaraan di sosial media, yang keliru menangkap apa yang pemerintah lakukan, menganggap kita ini takut kepada negara tetangga kita. Takut kepada Singapura, kepada Malaysia, tidak ada," kata SBY di Jakarta, Rabu 26 Juni kemarin.
Dia menegaskan, sebagai negara berdaulat pemerintah Indonesia tidak takut kepada negara manapun. "Tidak kepada Malaysia, tidak kepada Singapura," tegasnya.(ws)
