Mahasiswa hadang atut

Diposkan oleh On 5/10/2013 07:56:00 PM with No comments

Mahasiswa Hadang Liburan Muspida dengan Unras

LEBAK--Hari ini, rombongan muspida Provinsi Banten akan berkunjung ke Desa Sawarna di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Rombongan yang dipimpin Gubernur Atut Chosiyah itu di dalamnya terdiri dari Kapolda, Danrem, Dangrup 1 Kopassus, Kajati, unsur pimpinan dewan, serta puluhan pejabat teras berikut staf inti dari instansi anggota muspida. Hingga pukul 17.30, posisi rombongan masih di wilayah Pandeglang selatan.

"Ibu Gubernur dan rombongan posisi sekarang masih bergerak di ruas jalan antara Panimbang-Cibaliung. Tadi Ibu menghadiri kegiatan Tagana (Taruna Siaga Bencana) dulu di Panimbang," kata satu sumber eselon empat yang ikut dalam konvoi kendaraan muspida.

Informasi akan liburannya Gubernur ke obyek wisata alam di Desa Sawarna direspons oleh unjuk rasa oleh aktivis mahasiswa di Lebak selatan yang terorganisasi dalam wadah Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC). Imron Rosyadi, koordinator unjuk rasa, sejak kemarin menginformasikan bahwa IMC akan mengaih janji Gubernur yang akan segera memperbaiki ruas Jalan Saketi-Malingping.

"Sampai saat ini jalan Saketi-Malingping hancur. Padahal saat kampanye di malingping, kepada kami sebagai penyambung lidah masyarakat, Bu Atut janji akan segera memperbaiki Jalan Saketi-Malingping hingga layak dilalui. Tapi jalan itu masih hancur. Kami akan menagih janji Gubernur," ujar Imron Rosyadi yang dihubungi saat melakukan unjuk rasa.

Imron beserta 40-an kawan-kawannya sesama aktivis mahasiswa tadi siang dimulai pukul 15.00 melakukan unjuk rasa dengan memblokir ruas jalan menuju Simpang Malingping-Bayah. Mereka konsentrasi di simpang tiga tepat di depan terminal.

Massa memblokir jalan dengan membuat pagar betis. Sekitar 10 karton dipenuhi kritikan dan dua spanduk kain putih berisi ledekan mereka pertontonkan. Tulisan-tulisan pada alat peraga unjuk rasa itu cukup kritis, di antaranya: Tepati Janjimu Atut!, Gubernur Banten Atut, tapi Jalannya Butut, Janjimu Busuk, Atut!.

Imron sangat menyayangkan aparat Polsek Malingping tidak memberikan waktu panjang hingga pukul 21.00 bagi massa untuk berada pada posisi statis. Pukul 17.30 polisi membubarkan massa karena izin unjuk rasa dibatasi aturan hanya sampai pukul 17.00.

"Unras ini akhirnya jadi percuma karena tidak bertemu langsung dengan Gubernur Atut. Polisi seharusnya lebih fleksibel karena yang akan kami sampaikan ke Gubernur adalah aspirasi masyarakat yang menginginkan jalan-jalan yang layak dilalui," katanya. (Ahmad)<ade h/ MK>
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »