Palestina,bantencom-Sumber-sumber
dari lembaga-lembaga HAM Palestina dikutip Pusat Informasi Palestina
(PIC) menegaskan, polisi penjajah Zionis kemarin sore menangkap seorang
nenek warga Palestina asal Al-Quds saat berusaha masuk ke Masjid
Al-Aqsha melalui gerbang Qathanin.
Pusat Informasi Wadi Halwa di
Al-Quds menegaskan dalam pernyataan persnya, polisi penjajah Zionis
melarang nenek Ayedah Shaidawi (57) masuk ke Masjid Al-Aqsha. Polisi
mendorong nenek ini dengan kasar. Namun pemuda Palestina masuk dan
menjauhkan polisi penjajah Zionis dari nenek tersebut. Akan tetap datang
komandan Zionis dan memerintahkan agar menangkap nenek tersebut.
Pusat
Informasi mengisyaratkan, politik penjajah menyampaikan Shaidawi
dakwaan “pemukulan terhadap polisi”. Nenek ini kemudian dibawah ke
markaz politik di jalan Wadi di kota lama.
Tembak tahanan
Sumber HAM Palestina menyebutkan, Mutaz Ubaidu asal Hebron, selatan
Tepi Barat ditembak tentara Zionis, saat akan ditangkap, subuh Kamis
(11/04/2013). Mereka mengklaim tawanan Ubaidu berusaha merebut senjata
yang dibawa salah seorang tentara mereka, saat ia akan ditangkap.
Akibatnya ia terluka cukup parah dan sudah dievakuasi ke salah satu
rumah sakit milik Zionis.
Dengan demikian asosiasi tawanan Palestina menganggap pemerintah
Zionis bertanggung jawab penuh atas keselamataan Mu’taz Ubiadu (32
tahun) yang mengabarkan pada ayahnya bahwa serdadu Zionis dengan
kekuatan besar telah mengepung dan menangkapnya di wilayah Wadi Huriyah.
Sebelumnya, bulan Januari, nenek Aminah Hasnawi (90) harus
mendapatkan operasi sebanyak empat kali setelah seekor anjing pelacak
milik kepolisian Zionis menyerangnya. Penderitaan Hasnawi bermula dari
penyerbuan polisi Zionis ke kota Jenin bulan Januari 2013.<hidayatullah.com/MK>