Serang,bantencom- Kerusakan Bendungan Pamarayan di Kampung/Desa Panyabrangan Kecamatan
Cikeusal Kabupaten Serang bertambah parah. Hal ini disebabkan longsor di
bagian kanan bendungan semakin meluas hingga mendekati pondasi
bangunan.
Sekadar diketahui, Bendungan Pamarayan mengalami longsor pada 2012.
Pantauan Bantencom, Senin (15/4), longsoran tanah di bagian kanan
Bendungan Paramayan tersebut semakin melebar dengan ketinggian sekitar 8
meter. Tanah longsoran terlihat mengendap di bendungan, beberapa meter
dari lokasi longsoran, terlihat pondasi bendungan bagian kanan yang
terancam longsor.
Sementara sejumlah pepohonan yang ditanam di pinggir bendungan juga
terancam terkena longsor jika debit air bendungan kembali meninggkat.
Sementara di saluran irigasi yang mengalir di Desa Kecamatan Cikeusal
terlihat alat berat yang sedang melakukan pengerukan sedimen disaluran
irigasi tersebut.
Staf Operasional Bendungan Pamarayan Nendi Julfandi mengatakan,
sebelumnya tanggul sebelah kanan bendungan longsor di terjangan air
banjir pada 2012 dengan panjang sekitar 100 meter, kemudian saat banjir
di 2013 kembali mengalami longsor. “Sekarang melebar hampir ke tubuh
atau pondasi bendung, panjangnya sekitar 150 meter dengan kedalaman 8-10
meter. Sedikit lagi kena bangunan bendung,” katanya kepada Bantencom
saat di temui di Bendungan Pamarayan, Senin (15/4).
Menurut Nendi, longsoran tanah bendungan tersebut, mempeparah endapan
lumpur atau sedimentasi di bagian hulu bendungan. “Kalau sedimennya
dikeruk, air tidak bakal sampe menghantam kesitu. 2009 pernah dikeruk
tapi tidak optimal, karena pakai alat yang untuk di darat,” ungkapnya.
Untuk penanganan longsor tersebut, kata Nendi, sudah ada upaya
penanganan dengan pengambilan sampel tanah yang akan diteliti oleh pihak
balai besar. “Penanganannya sudah mau dilakukan, sampel tanahnya sudah
diambil,” katanya.
Kapal keruk
Terkait rencana pengerukan sedimentasi di bagian hulu bendungan, menurut
Nendi, saat ini tinggal menunggu kapal keruk diturunkan ke bendungan.
Tapi kapan tibanya di bendungan, pihaknya juga belum tahu pasti.
“Salurannya sudah banyak penyempitan. Alat beratnya itu kan rakitan,
jadi sudah merakitnya lama, tiba di sini juga diperkirakan lama. Tapi
rencana pengerukan itu tahun ini dilakukannya. Sistem pengerukannya itu
kami juga belum tahu apa pakai alat sistem blower disedot kedarat, atau
dibantu didorong ke hilir,” ujar Nendi.
Ia mengungkapkan, bahwa Senin (15/4) sejak pukul 08.00-10.00 WIB, debit
air bendungan mencapai 146 metekubik perdetik, kemudian pada pukul 11.00
WIB mengalami penurunan menjadi 114 meterkubik perdetik. “Bukaan pintu
pengendali banjir 60 centimeter yang dibuka ada dua pintu nomor 2 dan 5.
“Yang dibuka pintu 2 dan 5 itu untuk seimbangkan aliran air ke barat
dan timur. Untuk saluran irigasi barat dialiri 12,08 meterkubik per
detik dan timur 1,95 meterkubik per detik.
Kepala Sub bagian TU Bendungan Pamarayan Mad Hasan mengatakan, longsor
di bendungan jadi tiap tahun, karena edapan di hulu yang banyak. “2012
longsor, 2013 yang parah ini, sekarang mungkin sekitar 100 meter lagi
jarak ke bendung, kalau dibiarkan lumpur lama-lama kegerus, pondasi
jembatan benungan bisa kegerus juga. Untuk pengerukan, jika dilakukan
dengan sistem dibantu dialirkan ke hilir, itu nanti malah akan membuat
endapan dihilir juga semakin parah,” katanya.
Pengerukan lumpur pun dan pengecoran tembok-tembok pun mulai dilakukan,yang menyebabkan tutup buka nya aliran air yang mengisi sungai-sungai kecil disekitaran kabupaten serang ini hal ini akan dilakukan selama 4 sampai 5 bulan yang akan datang ungkap salah satu petugas dibendungan .<MK>
