Makin Parahnya bendungan Pamarayan

Diposkan oleh On 4/16/2013 09:59:00 AM

Serang,bantencom- Kerusakan Bendungan Pamarayan di Kampung/Desa Panyabrangan Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang bertambah parah. Hal ini disebabkan longsor di bagian kanan bendungan semakin meluas hingga mendekati pondasi bangunan.
Sekadar diketahui, Bendungan Pamarayan mengalami longsor pada 2012. Pantauan Bantencom, Senin (15/4), longsoran tanah di bagian kanan Bendungan Paramayan tersebut semakin melebar dengan ketinggian sekitar 8 meter. Tanah longsoran terlihat mengendap di bendungan, beberapa meter dari lokasi longsoran, terlihat pondasi bendungan bagian kanan yang terancam longsor.
Sementara sejumlah pepohonan yang ditanam di pinggir bendungan juga terancam terkena longsor jika debit air bendungan kembali meninggkat. Sementara di saluran irigasi yang mengalir di Desa Kecamatan Cikeusal terlihat alat berat yang sedang melakukan pengerukan sedimen disaluran irigasi tersebut.
Staf Operasional Bendungan Pamarayan Nendi Julfandi mengatakan, sebelumnya tanggul sebelah kanan bendungan longsor di terjangan air banjir pada 2012 dengan panjang sekitar 100 meter, kemudian saat banjir di 2013 kembali mengalami longsor. “Sekarang melebar hampir ke tubuh atau pondasi bendung, panjangnya sekitar 150 meter dengan kedalaman 8-10 meter. Sedikit lagi kena bangunan bendung,” katanya kepada Bantencom saat di temui di Bendungan Pamarayan, Senin (15/4).
Menurut Nendi, longsoran tanah bendungan tersebut, mempeparah endapan lumpur atau sedimentasi di bagian hulu bendungan. “Kalau sedimennya dikeruk, air tidak bakal sampe menghantam kesitu. 2009 pernah dikeruk tapi tidak optimal, karena pakai alat yang untuk di darat,” ungkapnya.
Untuk penanganan longsor tersebut, kata Nendi, sudah ada upaya penanganan dengan pengambilan sampel tanah yang akan diteliti oleh pihak balai besar. “Penanganannya sudah mau dilakukan, sampel tanahnya sudah diambil,” katanya.
Kapal keruk
Terkait rencana pengerukan sedimentasi di bagian hulu bendungan, menurut Nendi, saat ini tinggal menunggu kapal keruk diturunkan ke bendungan. Tapi kapan tibanya di bendungan, pihaknya juga belum tahu pasti. “Salurannya sudah banyak penyempitan. Alat beratnya itu kan rakitan, jadi sudah merakitnya lama, tiba di sini juga diperkirakan lama. Tapi rencana pengerukan itu tahun ini dilakukannya. Sistem pengerukannya itu kami juga belum tahu apa pakai alat sistem blower disedot kedarat, atau dibantu didorong ke hilir,” ujar Nendi.
Ia mengungkapkan, bahwa Senin (15/4) sejak pukul 08.00-10.00 WIB, debit air bendungan mencapai 146 metekubik perdetik, kemudian pada pukul 11.00 WIB mengalami penurunan menjadi 114 meterkubik perdetik. “Bukaan pintu pengendali banjir 60 centimeter yang dibuka ada dua pintu nomor 2 dan 5. “Yang dibuka pintu 2 dan 5 itu untuk seimbangkan aliran air ke barat dan timur. Untuk saluran irigasi barat dialiri 12,08 meterkubik per detik dan timur 1,95 meterkubik per detik.
Kepala Sub bagian TU Bendungan Pamarayan Mad Hasan mengatakan, longsor di bendungan jadi tiap tahun, karena edapan di hulu yang banyak. “2012 longsor, 2013 yang parah ini, sekarang mungkin sekitar 100 meter lagi jarak ke bendung, kalau dibiarkan lumpur lama-lama kegerus, pondasi jembatan benungan bisa kegerus juga. Untuk pengerukan, jika dilakukan dengan sistem dibantu dialirkan ke hilir, itu nanti malah akan membuat endapan dihilir juga semakin parah,” katanya.
       Pengerukan lumpur pun dan pengecoran tembok-tembok pun mulai dilakukan,yang menyebabkan tutup buka nya aliran air yang mengisi sungai-sungai kecil disekitaran kabupaten serang ini hal ini akan dilakukan selama 4 sampai 5 bulan yang akan datang ungkap salah satu petugas dibendungan .<MK>
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »