Pada hari pertama UN di Provinsi Banten ternyata tidak selancar yang diharapkan.. Beberapa sekolah terpaksa harus mundur waktu pelaksanaanya. Bahkan beberpa sekolah terpaksa harus diundur minggu depan.
" Karena ada kesalahan, ujian di beberpa tempat memang ada sedikit masalah, namun semua bisa diatasi. Kalau menurut ketentuan, bagi yang kekurangan soal bisa foto copi, tp karena resiko kebocoron sangat tinggi, kita sepakati bahwa yang belu kebagian soal akan mengadakan ujian susulan minggu depan," ujar Hudaya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten kepada bantencom, senin (15/4)
Hudaya yang memberikan kepada bantencom, hudaya mengatakan bahwa saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Banten tengah mengupayakan penambahan soal UN. PenAmbahan soal ini berkatan dengan pelaksanaan ujjian pada hari kedua.
"Apabila percetakan ataupun pihak pelaksana Un tidak dapAt memenuh permohonan kami, keterlambatan pelaksanaan atau bahkan penundaan pelaksanaan ujian bagi beberpa sekolah di hari kedua mungkin saja akan terulang kembali," lanjutnya.
Sementara Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah mengharapkan persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat tahun ini bisa mencapai 100 persen. Hal tersebut disampaikan Gubernur banten Hj. Ratu Atut Chosiyah, saat meninjau pelaksanaan UN tahun 2013 tingkat SMA sederajat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 dan Madrasah Aliayah Negeri (MAN) II Kota Serang.
Dalam peninjauannya tersebut, Gubernur optimis hasil Ujian Nasional SMA sederajat di Banten tahun ini lebih baik dibanding tahun kemarin. " ya Ibu sih pengennya tingkat kelulusan SMA sederajat tahun ini 100 persen, dari 126.587 (Seratus duapuluh enam ribu limaratus delapan puluh tujuh) siswa-siswai se provinsi banten. ya setidaknya diatas persentase tahun kemarin". harap gubernur.
Sementara itu, saat ditanyai awak media terkait adanya kemungkinan kebocoran kunci jawaban soal UN, gubernur meyakini bahwa kunci jawaban soal yang beredar tersebut hanyalah karangan atau modus penipuan. Hal ini mengingat pembagian soal UN yang dilakukan secara acak atau per-paket, untuk mengantisipasi kecurangan atau kebocoran kunci jawaban. "Saya rasa untuk kemungkinan adanya kebocoran soal sangat kecil, karena pembagian soal UN kali ini dibagi menjadi 20 paket soal untuk 20 siswa dalam satu kelas, jadi kemungkinan itu (keobocoran soal- red) sangat-sangat kecil" jelas gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada para siswa, guru, Dinas Pendidikan, orang tua dan semua elemen yang turut membantu ketertiban dan kesuksesan jalannya ujian nasional di provinsi banten. (EZ)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!