BANDUNG,(PRLM)., bantencom -Institut Teknologi Telkom telah berhasil
mempersembahkan human capital bidang ICT sebanyak 15.634 orang lulusan
selama 22 tahun dengan berbagai kompetensi keahlian yang telah berkiprah
dalam pembangunan bidang ICT di segenap penjuru tanah air dan berbagai
belahan dunia. Sementara jumlah mahasiswa yang aktif saat ini sebanyak
7.462 orang.
Rektor IT Telkom Ir. Ahmad Tri Hanuranto, MT mengatakan jika jumlah
tersebut ditambah dengan mantan mahasiswa yang drop-out dan mengundurkan
diri sebanyak 3.017 orang dalam 22 tahun ini, maka hingga hari ini
jumlah mahasiswa yang pernah dan sedang menempuh studi di kampus IT
Telkom adalah sebanyak 26.112 orang. Patut kita perhatikan bahwa angka
drop-out dan mengundurkan diri tersebut di atas adalah sebesar 11,6%.
"Tentu ini sebuah angka yang masih terlalu tinggi untuk menggambarkan
betapa tidak mudah menyelesaikan studi di kampus ini, dengan melewati
standar kompetensi kelulusan yang ditetapkan pada seluruh program
studi," kata Ahmad dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana
dan Pascasarjana IT Telkom periode April 2013 di Gedung Serba Guna (GSG)
Kampus IT Telkom, Jalan Telekomunikasi, Terusan Buah Batu, Sabtu
(6/4/2012).
Dia menambahakan dari segi minat mahasiwa baru, untuk penerimaan
tahun 2012 IT Telkom berada pada rasio seleksi 1 : 5,26, yaitu satu
mahasiswa baru bersaing dengan 5,26 orang calon mahasiswa lainnya. Pada
rasio yang cukup ketat tersebut, saat ini Institut Teknologi Telkom
kedatangan international students sebanyak 4 orang yang berasal dari
negara Kirqyzstan, Timor Leste dan Kamboja, serta tidak lama lagi akan
segera menyusul mahasiswa pertukaran dengan Saxxion University
Netherland sebanyak tujuh orang.
"Total student body, rasio jumlah pendaftar terhadap mahasiswa baru,
serta terdapatnya international student tersebut di atas merupakan salah
satu komponen indikator sustainability atau keberlanjutan sebuah
Perguruan Tinggi, selain juga diharapkan menjadi indikator dimilikinya
daya saing oleh lulusannya dalam memasuki industri infokom, baik di
dalam negeri maupun di luar negeri," kata Ahmad.
Ahmad mengemukakan perkembangan lingkungan yang melingkupi kehidupan
kita sangatlah dinamis dan senantiasa terjadi perubahan yang makin lama
makin cepat saja. Tidak terkecuali pada industri ICT. Jika diperhatikan
secara seksama, di dalam negeri terjadi perkembangan di bidang ekonomi,
regulasi, kompetisi, teknologi dan perilaku konsumen.Hal ini diharapkan
dapat memacu kebutuhan akan prasarana dan sarana ICT. Tentu saja kita
juga berharap, dengan kondisi tersebut, ekonomi Indonesia akan terus
berkembang dengan baik.
Menurutnya, perkembangan teknologi ICT yang cepat dan mengarah pada
konvergensi teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi,
meningkatnya kompetisi serta berkembangnya kebutuhan pasar menyebabkan
seluruh sektor industri semakin mengembangkan bisnisnya untuk memenuhi
kebutuhan pasar ICT, sehingga memunculkan berbagai opportunity dan
tantangan bisnis yang harus selalu diantisipasi oleh pelaku industry,
termasuk institusi pendidikan ICT sebagai pemasok human capital yang
diperlukan.
"Bagi dunia pendidikan secara umum, kecendrungan tersebut harus dapat
diantisipasi sejak dini agar lulusannya dapat memenuhi kebutuhan
industri, sehingga dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada para
pemangku kepentingannya, khususnya kepada para pengguna lulusan,"
ujarnya.
Berkaitan dengan berbagai perkembangan tersebut, Ahmad mengatakan
tidak ada pilihan lagi bagi IT Telkom, selain harus meningkatkan
kualitas institusi dalam menjalankan misi tridharma-nya yang mencakup
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/229929