AnehCuy,bantencom - Seperti diketahui, gelombang mualaf di AS
terus meningkat. Jumlah penduduk negeri paman Sam yang memeluk Islam
agaknya tidak bisa dihentikan. Menurut penelitian, jumlah pemeluk Islam
meningkat 2,6 juta setiap tahun.
Menghadapi fenomina tersebut, kelompok inisiatif kebebasan pertahanan
(FDI) mengajukan aplikasi kampanye “Stop Islamisasi Amerika” ke Kantor
Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (AS), baru-baru ini.
bldirgantara.blogspot.com
Menurut kelompok liberal itu, tujuan dari kampanye mereka adalah untuk mencegah syariah berdasarkan tirani dan terorisme Islam.
Kantor Paten menolak aplikasi tersebut, Selasa (9/4). Kantor yang
terletak di Virginia, memandang kelompok FDI yang dipimpin oleh
pengkampanye anti-Islam AS,
Pamela Geller yang mengampanyekan ‘Stop Islamisasi Amerika’ adalah
kampanye yang tidak masuk akal secara harfiah. bldirgantara.blogspot.com
“(Kata) ‘Islamisasi’
berarti masuk Islam atau untuk membuat menjadi Islam,” kata kantor itu
dalam sebuah pernyataan dikutip republika dari Al Arabiya, Rabu (10/4).
Pernyataan kantor tersebut juga membantah tujuan FDI untuk menghentikan
dugaan proses Islamisasi di AS.
“(Kata) ‘Stop’ akan diartikan tindakan yang harus diambil untuk
menghentikan, mengakhiri, atau mengubah orang di Amerika yang sesuai
dengan Islam. Karena itu (cap) merek dagang itu akan meremehkan Muslim
dan menghubungkan mereka dengan terorisme,” tambah pernyataan resmi itu.
Meski ditolak, FDI kuekueh melanjutkan rencananya. Kuasa hukum Geller
dari Pusat hukum kebebasan AS dilaporkan langsung mengajukan banding di
Pengadilan Banding AS usai penolakan aplikasi kampanye tersebut.
sumber (viva news )
