PANDEGLANG. Bantencon.
Setidaknya tiga belas rumah warga di kampung di Kampung Kadupedang, Desa Ramea Pandeglang Banten mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan empat rumah warga lainnya rata dengan tanah, dan hanyut terbawa aliran air sungai Curug yang meluap. Tidak hanya rumah warga, banjir bandang yang terjadi pada sabtu malam tersebut, juga merusak dan menghayutkan harta benda milik warga.
Besarnya deber air juga mengakibatkan bebatuan dan kayu-kayu berukuran besar yang berasal dari sekitar hutan di gunung asepan yang merupakan hulu sungai curug, ikut terbawa aliran sungai dan menghantam rumah-rumah warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun tidak sedikit warga yang mengalami luka-luka akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri. Bahkan seorang ibu yang sedang hamil tiga bulan mengalami keguguran dan harus dilarikan kerumah sakit, akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri saat banjir menghantam rumah miliknya.
Paska kejadian, puluhan kepala keluarga yang tinggal di bantaran sungai curug lebih memilih mengungsi kelokasi yang lebih aman. Selain masih merasa trauma akibat kejadian tersebut, warga juga merasa khawatir banjir bandang akan kembali menghantam kampung mereka. "untuk sementara ngungsi dulu, takut banjir dating lagi" ungkap salah satu warga.
Selain merusak rumah warga, banjir bandang juga mengakibatkan sebuah jembatan yang menghubungkan kampung kadupedang dengan tiga kampung lainnya yakni kampung pasir pisang, kadujangkung dan kampung cikupa tidak bisa dilintasi. karena jembatan sepanjang sekitar lima belas meter tersebut, tertutup material bebatuan dan kayu berkuran besar. Akibat terputusnya akses jembatan, sebanyak 383 kepala keluarga yang tinggal di tiga kampung tersebut menjadi terisolir.
Wakil ketua TAGANA Banten, Dadan Suryana, yang datang kelokasi kejadian mengaku telah berkoordinasi dengan pihak BPPD provinsi banten dan dinas pekerjaan umum untuk segera membersihkan material banjir bandang dengan menggunakan alat berat.
Karena jika tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan material tersebut akan kembali terbawa banjir dan menghantam perkapungan warga." Pembersihan material banjir harus segera dilakukan agar tidak membahayakan warga,"ujarnya.
Selain curah hujan tinggi selama dua hari terakhir, banyaknya penebangan liar di sekitar gunung Asepan yang merupaakan daerah hulu sungai Curug yang meluap, diduga menjadi penyebab terjadinya banjir bandang. (Iman)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!