Palembang,BantenCom- Jalur lalu lintas tengah (Jalinteng)
antara Betung-Sekayu mengalami Kemacetan kendaraan hingga puluhan
kilometer, kemarin (28/3). Tepatnya, di Desa Epil Kecamatan Lais
Kabupaten
Muba. Penyebab kemacetan akibat ada sebuah kendaraan truk patas as di
Desa Epil.Informasi yang dihimpun koran ini, kemacetan di Desa Epil
memang sering terjadi. Selain jalannya sempit, juga banyak jalan
berlobang dengan diameter yang cukup dalam dan lebar. Dan kemarin,
sekitar pukul 06.00 WIB sebuah Truk dengan Nopol BD 8392 DK warna merah
bermuatan kopi yang dikemudikan Ciknung mengalami patah as di tengah
badan jalan dari arah Palembang menuju Sekayu. Jalan tersebut tidak
memiliki bahu jalan. Di saat bersamaan, sebuah truk fuso memaksa lewat
ke arah kanan jalan menuju Sekayu, tiba-tiba jalan amblas, dan truk
yang sarat muatan karet terperosok. Akibatnya, jalan menjadi macet
total.Kapolres Muba AKBP Iskandar F Sutisna melalui Kasat Lantas AKP
Andi Kumara ketika dikonfirmasi membenarkan jalinteng Sekayu-Betung
mengalami kemacetan hingga puluhan km. Penyebabnya, kata dia ada sebuah
kendaraan truk di Desa Epil Kecamatan Lais mengalami patah as. “Sudah
kita terjunkan personel kita ke lokasi, kendaraan truk yang patah as,
masih diperbaiki. Begitu juga terhadap kendaraan truk fuso yang
terperosok harus ditarik dengan alat berat. Kita berharap kendaraan yang
menjadi penyebab kemacetan itu segera selesai diperbaiki, apalagi
kondisi kendaraan yang menimbulkan kemacetan hampir memakan seluruh
badan jalan sehingga tidak bisa dilewati,”kata Andi Kumara yang
dihubungi BantenCom .
Sebenarnya, kata Kasat, pada saat kendaraan truk patah as, masih bisa
dilewati oleh jenis kendaraan sedang. Namun karena fuso memaksa untuk
menerobos lewat jalur kanan jalan dan terperosok jalan pun menjadi
sempit.
Masih kata Kasat, apabila kendaraan tersebut selesai diperbaiki,
termasuk menarik kendaraan truk fuso yang terperosok, maka petugas
lantas baru bisa mengurai kendaraan satu persatu yang terjebak
macet dengan cara buka tutup jalan.
Sementara informasi yang diterima BantenCom, kemacetan kendaraan
hingga berita ini dikirimkan masih terjadi. Para sopir dan penumpung
kendaraan umum mulai mengeluh akibat macet yang berlangsung cukup lama.
Apalagi di kawasan macet sangat jarang warga penduduk membuka rumah
makan. “Akibat macet ini, banyak sopir dan penumpang kendaraan umum,
kelaparan , karena di tempat kemacetan tidak terlihat ada warga
penduduk yang buka rumah makan. Para penumpang yang terjebak macet juga
banyak yang membeli air mineral di warung penduduk,”kata Rahman yang
mengaku ikut terjebak macet bersama penumpang lainnya.<MK>
