Indonesia,BantenCom- Diperkirakan impor produk telepon genggam akan mengalami kenaikan di
tahun 2013 ini dibandingkan tahun 2012 lalu.
Bukan menjadi satu
pemandangan yang aneh apabila di mana saja dapat ditemui seseorang yang
sedang membawa sebuah gadget entah itu ponsel, smartphone, phablet atau
juga tablet.
Perangkat gadget mulai mengalami kenaikan yang
signifikan sekitar pertengahan 2012 lalu. Namun, menurut Direktur
Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian C.
Triharso, di tahun 2013 ini, kenaikan impor perangkat mobile justru akan
lebih tinggi lagi.
"Bisa dibayangkan hingga akhir tahun, angkanya besar-besaran," kata
Triharso seperti dikutip Antara (28/03).
Sepanjang 2012,
Indonesia mengimpor 55 juta unit ponsel. Sedangkan pada triwulan pertama
2013, pengurusan IMEI ponsel impor mencapai 35 juta unit.
Di
tempat yang sama, Direktur Impor Kementerian Perdagangan Didi Sumedi
juga mengatakan dari angka impor itu terlihat pasar ponsel dalam negeri
sangat besar.
Hingga kini, seluruh kebutuhan ponsel dalam negeri
masih diimpor. Belum ada produsen dalam negeri yang mampu memenuhi
permintaan pasar domestik.
Untuk merangsang perusahaan
elektronika memproduksi ponsel di Indonesia, Kementerian Perdagangan
memberikan berbagai insentif, di antaranya tax allowance dan tax
holiday.<MK>
