Gubernur Ajak Masyarakat Jadikan Al Quran Pedoman Hidup

Diposkan oleh On 6/22/2016 10:50:00 PM with No comments

Tangsel, bantencom - Gubernur Banten Rano Karno mengajak masyarakat Banten khususnya umat muslim untuk menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
"Sebagai pedoman hidup, Al Quran memuat petunjuk dan juga berisi panduan untukmemecahkan dan mengatasi berbagai permasalahan hidup yang diary oleh manusia," kata Gubernur Rano Karno  saat peringatan Nuzulul Quran dan safari ramadhan bersama ribuan warga di Markas Batalyon Kavaleri 9 Satya Dharma Kala, di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (22/06/2016).
Gubernu mengatakan, dalam membangun masyarakat yang maju dan sejahtera, Al Quran mewajibkan umat manusia untuk menunaikan tugas-tugas kemanusiaan, meningkatkan kesalehan sosial, dan juga mengajarkan tanggung jawab sosial kepada setiap orang yang memiliki harta dan kekayaan untuk membantu kaum dhuafa, agar dapat keluar dari kemiskinan dan kesulitan yang membelenggu.
"Dalam kesempatan baik ini, selaku gubernur saya mengajak kepada kita semua untuk turut serta mensukseskan gebyar zakat guna kebangkitan zakat nasinal.
Baznas Banten bekerja luar biasa menyampaikan amanahnya sehingga meraih baznas terbaik seluruh Indonesia," ucap Gubernur dihadapaan ribuaan masyarakat yang hadir.
Gubernur juga mengajak masyarakat banten untuk bersama-sama mewujdukan banten yang mengedepankan kedamaian dan menjungjung tinggi kemanusiaan. Gubernun juga menghimbau kepada pemerintah daerah se-banten untuk melakukan langkah-langkah persuasi fan humanis dalam menegakan aturan.
"Saya hanya ingin menghimbau, kita baru saja diuji dengan hal yang sepele namun menjadi besar. Sebagai Gubernur saya tegaskan tidak ada satupun Perda Syariah dibanten dan  di indonesia yang  dihilngkan oleh pemerintah pusat. Kita jangan terbawa isu dan mau diadu domba," jelasnya.
Menurutnya, pemerintah pusat hanya mengevaluasi perda-perda yang berkaitan dengan investasi, perijinan dan ekonomi untuk mempermudah pelayanan yang cepat dan tidak terhambat.
"Semooga apa yg disampaikan saya ini bisa diyakini. Jangan jadikan ramadhan yang indah ini untuk menebar benci. Mari kita jaga kesucian ramadhan," ajak Gubernur.
Gubernur juga menyatakan, safari ramadhan dan peringatan nuzulul quran tidak lain adalah sebagai rasa syukur Pemprov Banten dan sarana untuk bersilaturahmi dengan pemerintah kabupaten dan kota dan masyarakat banten.
"Kita setiap tahun berkunjung ke kabupaten dan kota. Tahun kemarin peringatan Nuzulul Quran selalu dipustkan di Kota Serang, tapi saya minta untuk digelar di seluruh wilayah banten," ucapnya diakhir sambutan.
Sementara itu Komandan Korem 052 Wijayakrama Kolonel Invanetri Iwan Setiawan mewakili Panglima Kodam Jayakarta menekankan, jika mencermati kondisi sekarang ini umat muslim mudah terpecah belah dan berselisih karena perbedaan pemahaman, maka seharusnya menjadikanAl-Quran dan hadist sebagai referensi utama.
"Melalui momen ini marilah kita perkokoh persatuan dan kesatuan umat, hindari segala permusuhan karena pada intinya semua umat muslim adalah saudara," kata Danrem Kol Inv Iwan Setiawan.
"Jadikan hikmah nuzulul quran sebagai sarana peningktn kualitas iman dan taqwa serta mempersatukan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu juga menumbuhkan kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah dengan masyarakat" tambah Kolonel Iwan
Dalam kesempatan ini, Pemprov Banten memberikan bantuan dua voucher umroh bagi warga banten yang berprestasi, memberikan santunan anak yatim, bantuan motor operasional untuk TKS, bantuan paket sembako, penyerahan zakat dari Baznas kepada Baznas Kabupaten dan Kota.
Peringatan Nuzulul Quran dan Safari Ramadhan ditutup tausiyah dari Pimpinan Majlis Dzikir Asamawat Al-Maliki Abuya Syeikh KH Sa'adi Albatawi.
Islam Harus Maju

Diposkan oleh On 4/17/2016 11:12:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Warga Muhammadiyah di Indonesia harus mewujudkan konsepsi tentang Islam berkemajuan. Yakni umat yang memiliki spirit ukhuwah tinggi, alam pikiirnya harus luas, serta selalu berorientasi ke masa depan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua PP Muhammadiyah Hajrianto Y Tohari, pada pembukaan Musyda Muhammadiyah Kota Serang ke-2 dan Musyda Aisiyah Kota Serang ke-3, Sabtu (16/4) malam, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kaujon, Kota Serang.
"Jauh-jauh hari, Ki Ahmad Dahlan dan Bung Karno sudah mengungkap soal konsep Islam berkemajuan ini. Berkemajuan itu adalah bangsa yang menghindari pesimis, apatis. Kita harus menyebarluaskan optimisme.

Berkemajuan artinya teguh terhadap keimanan Islam, tapi harus maju. Alam pikirnya. Semangatnya. Jangan jadi Islam sontoloyo kata Bung Karno, justru harus berorientasi masa depan," kata Hajrianto di hadapan pengurus dan warga Muhammadiyah yang hadir.

Hajrianto menuturkan, umat Islam jangan silau atas perbedaan. Jauhi sifat takfiri, gampang menyesatkan pihak lain karena perbedaan. Umat harus berdakwah dengan perbuatan.

 "Al Quran adalah satu-satunya kitab suci yang bertutur soal peran agama lain. Berbeda dengan kitab suci lainnya yang hanya menceritakan soal kebenaran agamanya sendiri. Ini pertanda bagi kita bahwa Islam agama yang sangat toleran."katanya

Sebelum Hajrianto menyampaikan tausiyah, musyda dibuka oleh Ketua PW Muhammadiyah Banten Samsudin. "Lakukan pembenahan internal pengurus. Kolaborasikan antara senior dan junior. Perluas jaringan amal usaha dan pengurus di kecamatan. Muhammadiyah harus berperan dan mewarnai segmentasi pembinaan umat dan pembangunan di Kota Serang," kata Samsudin.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Serang Hamsin Syarbini, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Banten Muhyi Mohas, anggota DPR RI Yandri Susanto, tokoh masyarakat Ade Muchlas Syarief, dan perwakilan NU dan Persis. (***)
Mengenal Syaikh Umar Baraja

Diposkan oleh On 4/10/2016 07:15:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Hampir semua santri di pesantren pernah mempelajari buku-buku karya Syaikh Umar Baraja dari Surabaya. Sudah sekitar 11 judul buku yang diterbitkan, seperti Al-Akhlaq Lil Banin, kitab Al-Akhlaq Lil Banat, kiab Sullam Fiqih, kitab 17 Jauharah, dan kitab Ad’iyah Ramadhan. Semuanya terbit dalam bahasa Arab, sejak 1950 telah digunakan sebagai buku kurikulum di seluruh pondok pesantren di Indonesia. Ya, secara tidak langsung Syaikh Umar Baradja ikut mengukir akhlaq para santri di Indonesia.

Buku-buku tersebut pernah di cetak Kairo, Mesir, pada 1969 atas biaya Syeikh Siraj Ka’ki, dermawan Mekkah, yang di bagikan secara cuma-cuma ke seluruh dunia Islam. Syukur alhamdulillah, atas ridha dan niatnya agar buku-buku ini menjadi jariyah dan bermanfaat luas, pada 1992 telah di terbitkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa Indonesia, Jawa, Madura, dan Sunda.

Selain menulis buku pelajaran , Syaikh Umar juga menulis syair-syairnya dalam bahasa Arab dengan sastranya yang tinggi. Menurut ustadz Ahmad bin Umar, putra tertuanya, cukup banyak dan belum sempat dibukukan. Selain itu, masih banyak karya lain, seperti masalah keagamaan, yang masih bertuliskan tangan dan tersimpan rapi dalam perpustakaan keluarga.

Kepandaiannya dalam karya tulis, disebabkan dia menguasai bahasa Arab dan sastranya, ilmu tafsir dan Hadits, ilmu fiqih dan tasawuf, ilmu sirah dan tarikh. Ditambah, penguasaan bahasa Belanda dan bahasa Inggris.

Selalu Berharap

Syaikh Umar bin Achmad Baradja lahir di kampung Ampel Maghfur, pada 10 Jumadil Akhir 1331 H/17 Mei 1913 M. Sejak kecil dia diasuh dan dididik kakeknya dari pihak ibu, Syaikh Hasan bin Muhammad Baradja , seoarang ulama ahli nahwu dan fiqih.

Nasab Baradja berasal dari (dan berpusat di) Seiwun, Hadramaut, Yaman. Sebagai nama nenek moyangnya yang ke-18, Syaikh Sa’ad, laqab(julukannya) Abi Raja’ (yang selalu berharap). Mata rantai keturunan tersebut bertemu pada kakek Nabi Muhammad SAW yang kelima , bernama Kilab bin Murrah.

Pada masa mudanya, Umar Baradja menuntut ilmu agama dan bahasa Arab dengan tekun, sehingga dia menguasai dan memahaminya. Berbagai ilmu agama dan bahasa Arab dia dapatkan dari ulama, ustadz, syaikh, baik melalui pertemuan langsung maupun melalui surat. Para alim ulama dan orang-orang shalih telah menyaksikan ketaqwaan dan kedudukannya sebagai ulama yang ‘amil. Ulama yang mengamalkan ilmunya.

Dia adalah salah seorang alumnus yang berhasil, didikan madrasah Al-Khairiyah di kampung Ampel, Surabaya, yang didirikan dan dibina Al-habib Al-Imam Muhammad bin Achmad Al-Muhdhar pada 1895. Sekolah yang berasaskan Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermadzhab Syafi’i.

Guru-guru Syaikh Umar Baradja, antara lain, Al-Ustadz Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih (Malang), Al-Ustadz Muhammad bin Husein Ba’bud (Lawang), Al-Habib Abdul Qodir bin Hadi Assegaf, Al-Habib Muhammad bin Ahmad Assegaf (Surabaya), Al-Habib Alwi bin Abdullah Assegaf (Solo), Al-Habib Ahmad bin Alwi Al-Jufri (Pekalongan), Al-Habib Ali bin Husein Bin Syahab, Al-Habib Zein bin Abdullah Alkaf (Gresik), Al-Habib Ahmad bin Ghalib Al-Hamid (Surabaya), Al-Habib Alwi bin Muhammad Al-Muhdhar (Bondowoso), Al-Habib Abdullah bin Hasa Maulachela, Al-Habib Hamid bin Muhammad As-Sery(Malang), Syaikh Robaah Hassunah Al-Kholili (Palestina), Syaikh Muhammad Mursyid (Mesir) – keduanya tugas mengajar di Indonesia.

Guru-gurunya yang berada di luar negeri diantaranya, Al-Habib Alwi bin Abbas Al-Maliki, As-Sayyid Muhammad bin Ami n Al-Quthbi, As-Syaikh Muhmmad Seif Nur, As-Syaikh Hasan Muhammad Al-Masysyath, Al-Habib Alwi bin Salim Alkaff, As-Syaikh Muhammad Said Al-Hadrawi Al-Makky (Mekkah), Al-Habib Muhammad bin Hady Assegaf(Seiwun, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Abdullah bin Ahmad Al-Haddar, Al-Habib Hadi bin Ahmad Al-Haddar (‘inat, Hadramaut, Yaman) , Al-habib Abdullah bin Thahir Al-Haddad (Geidun, Hadaramaut, Yaman), Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiri (Tarim, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Hasan bin Ismail Bin Syeikh Abu Bakar (‘inat, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Ali bin Zein Al-Hadi, Al-Habib Alwi bin Abdullah Bin Syahab (Tarim, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Abdullah bin Hamid Assegaf (Seiwun, Hadramaut, Yaman), Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar (Al-Baidhaa, Yaman) , Al-Habib Ali bin Zein Bilfagih (Abu Dhabi, Uni Emirat Arab), As-Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthii’i (Mesir), SayyidiMuhammad Al-Fatih Al-Kattani (Faaz, Maroko), Sayyidi Muhammad Al-Munthashir Al-Kattani (Marakisy, Maroko) , Al-Habib Alwi bin Thohir Al-Haddad (Johor, Malaysia), Syeikh Abdul ‘Aliim As-Shiddiqi (India), Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf (Mesir), Al-Habib Abdul Qodir bin Achmad Assegaf (Jeddah, Arab Saudi).

Kiprah Dakwah

Syaikh Umar mengawali kariernya mengajar di Madrasah Al-Khairiyah Surabaya tahun 1935-1945, yang berhasil menelurkan beberapa ulama dan asatidz yang telah menyebar ke berbagai pelosok tanah air. Di Jawa Timur antara lain, almarhum al-ustadz Achmad bin Hasan Assegaf, almarhum Al-Habib Umar bin Idrus Al-Masyhur, almarhum al-ustadz Achmad bin Ali Babgei, Al-habib Idrus bin Hud Assegaf, Al-habib Hasan bin Hasyim Al-Habsyi, Al-habib Hasan bin Abdul Qodir Assegaf, Al-Ustadz Ahmad Zaki Ghufron, dan Al-Ustadz Dja’far bin Agil Assegaf.

Kemudian, dia pindah mengajar di Madrasah Al-Khairiyah, Bondowoso. Berlanjut mengajar di Madrasah Al-Husainiyah, Gresik tahun 1945-1947. Lalu mengajar di Rabithah Al-Alawiyyah, Solo, tahun 1947-1950. Mengajar di Al-Arabiyah Al-Islamiyah, Gresik tahun 1950-1951. Setelah itu, tahun 1951-1957, bersama Al-habib Zein bin Abdullah Al-kaff, memperluas serta membangun lahan baru, karena sempitnya gedung lama, sehingga terwujudlah gedung yayasan badan wakaf yang di beri nama Yayasan Perguruan Islam Malik Ibrahim.

Selain mengajar di lembaga pendidikan, Syaikh Umar juga mengajar di rumah pribadinya, pagi hari dan sore hari, serta majelis ta’lim atau pengajian rutin malam hari. Karena sempitnya tempat dan banyaknya murid, dia berusaha mengembangkan pendidikan itu dengan mendirikan Yayasan Perguruan Islam atas namanya, Al-Ustadz Umar Baradja. Ini sebagai perwujudan hasil pendidikan dan pengalamannya selama 50 tahun. Hingga kini masih berjalan, dibawah asuhan putranya, Al-Utadz Achmad bin Umar Baradja.

Amal ibadahnya meluas ke bidang lain, sehingga memerlukan dana yang cukup besar, dia juga menggalang dana untuk kebutuhan para janda, fakir miskin, dan yatim piatu khususnya para santrinya, agar mereka lebih berkonsentrasi dalam menimba ilmu. Menjodohkan wanita-wanita muslimah dengan pria muslim yang baik menurut pandangannya, sekaligus mengusahakan biaya perkawinannya dengan dukungan dana dari Al-habib Idrus bin Umar Alaydrus.

Salah satu karya monumentanya adalah membangun Masjid Al-Khair (danakarya I-48/50, Surabaya) pada tahun 1971, bersama KH. Adnan Chamim, setelah mendapat petunjuk dari Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Tanggul) dan Al-habib Zein bin Abdullah Al-Kaff (Gresik). Masjid ini sekarang digunakan untuk berbagai kepentingan dakwah masyarakat Surabaya.

Penamplan Syeikh Umar sangat bersahaja, tetapi dihiasi sifat-sifat ketulusan niat yang disertai keikhlasan dalam segala amal perbuatan duniawi dan ukhrawi. Dia juga mejabarkan akhlaq ahlul bait, keluarga Nabi dan para sahabat, yang mencontoh baginda Nabi Muhammad SAW. Dia tidak suka membangga-banggakan diri, baik tentang ilmu, amal, maupun ibadah. Ini karena sifat tawadhu’ dan rendah hatinya sangat tinggi.

Dalam beribadah, dia selalu istiamah baik sholat fardhu maupun sholat sunnah qabliyah dan ba’diyah. Sholat dhuha dan tahajud hampir tidak pernah dia tnggalkan walaupun dalam bepergian. Kehidupannya dia usahakan untuk benar-benar sesuai dengan yang digariskan agama.

Cintanya kepada keluarga Nabi SAW dan dzurriyyah atau keturunannya, sangat kenal tak tergoyahkan. Juga kepada para sahabat anak didik Rasulullah SAW. Itulah pertanda keimanan yang teguh dan sempurna.

Dalam buku Kunjungan Habib Alwi Solo kepada Habib Abubakar Gresik,Catatan Habib AbdulKadir bin Hussein Assegaf (Penerbit Putra Riyadi : 2003), disebutkan,”… kami (rombongan Habib Alwi bin Alwi Al-Habsyi) berkunjung ke rumah Syaikh Umar bin Ahmad Baradja (di Surabaya). Kami dengar saking senangnya, ia sujud syukur di kamar khususnya. Ia meminta Sayyidi Alwi untuk membacakan doa dan Fatihah.”(hlm.93).

Sifat wara’-nya sangat tinggi. Perkara yang meragukan dan syubhat dia tinggalkan, sebagaimana meninggalkan perkara-perkara yang haram. Dia juga selalu berusaha berpenampilan sederhana. Sifat Ghirah Islamiyah (semangat membela Islam) dan iri dalam beragama sangat kuat dalam jiwanya. Konsistensinya dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, misalnya dalam menutup aurat, khususnya aurat wanita, dia sangat keras dan tak kenal kompromi. Dalam membina anak didiknya, pergaulan bebas laki-perempuan dia tolak keras. Juga bercampurnya murid laki-dan perempuan dalam satu kelas.

Pada saat sebelum mendekati ajalnya, Syaikh umar sempat berwasiat kepada putra-putra dan anak didiknya agar selalu berpegang teguh pada ajaran assalaf asshalih. Yaitu ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, yang dianut mayoritas kaum muslim di Indonesia dan Thariqah ‘Alawiyyah, dan bermata rantai sampai kepada ahlul bait Nabi, para sahabat, yang semuanya bersumber dari Rasulullah SAW.

Syaikh Umar memanfaatkan ilmu, waktu, umur, dan membelanjakan hartanya di jalan Allah sampai akhir hayatnya. Ia memenuhi panggilan Rabb-nya pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 16 Rabiuts Tsani 1411 H/3 November 1990 M pukul 23.10 WIB di Rumah Sakit Islam Surabaya, dalam usia 77 Tahun.

Keesokan harinya Ahad ba’da Ashar, ia dimakamkan, setelah dishalatkan di Masjid Agung Sunan Ampel, diimami putranya sendiri yang menjadi khalifah (penggantinya), Al-Ustadz Ahmad bin Umar Baradja. Jasad mulia itu dikuburkan di makam Islam Pegirian Surabaya. Prosesi pemakamannya dihadiri ribuan orang.

Sumber : 
http://abdullah-sifaulqulub.blogspot.com/2011/07/syaikh-umar-baraja-pengarang-akhlaq-lil.html
Pembukaan MTQ ke XIII, Menag Ajak Masyarakat Pahami Nilai-Nilai Alqur'an

Diposkan oleh On 4/07/2016 09:06:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin membuka perhelatan MTQ ke XIII tingkat Provinsi Banten, di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kamis (7/4/2016) malam. Acara pembukaan itu juga dimeriahkan dengan penampilan Opick sang pelantun lagu ‘Tombo Ati’.
Dalam sambutannya, Menag meminta masyarakat untuk membangun kesadaran dengan memegang prinsip nilai-nilai Alquran. “Masyarakat kita harus dekat dengan Alquran agar moral kita menjadi baik. Tidak boleh berhenti membaca dan memahami Alquran,” kata Lukman.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Soeharta mengungkapkan, ajang MTQ ke-XIII tingkat Provinsi Banten ini diikuti sebanyak 464 peserta dari delapan kabupaten/kota se-Banten. Para peserta tersebut akan berebut untuk menjadi yang terbaik pada sembilan cabang musabaqoh.
“Tilawatil Quran, Hifdzil Quran, Khottil Quran, Fahmil Quran, Tafsir Quran, Syahril Quran, Qiroatul Kutub, Hifdzil Hadits dan Qiroatul Kutub Ulya serta Menulis Makalah Al-Quran,” Kata Ranta yang memberikan laporan pada pembukaan MTQ tersebut.
Ranta juga menyampaikan, panitia telah mengambil sumpah kepada 172 dewan hakim untuk menjadi dewan hakin yang jujur serta memberikan penilaian secara objektif. "Dewan Hakim harus jujur dan memberikan nilai secara objektif,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Wali Kota Serang, Tb Haerul Jaman menyambut baik perhelatan MTQ di kotanya. Dengan MTQ ini, pihaknya akan melakukakan pembangunan syiar Islam di Kota Serang. “Ini akan menjadi momentum yang strategis untuk memacu diri dalam mengenal dan memahami Alquran sebagai pedoman hidup umat manusia,” kata Jaman.
Sementara, Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan Provinsi Banten yang telah beberapa kali turut serta dalam ajang MTQ Nasional, harus mampu menunjukan provinsi yang berprestasi. Artinya, secara kuaitas Provinsi Banten harus menjadi nomor satu di ajang MTQ Nasional.
“Peserta terbaik akan kita ikutsertakan dalam ajang MTQ Nasional di Mataram, NTB nanti,” kata Rano.(ADV)
Keluarga Dua Tokoh Wartawan Dapat Umroh Dari Gubernur

Diposkan oleh On 3/08/2016 04:25:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Gubernur Banten Rano Karno S.IP memberikan penghargaan kepada dua tokoh pers Banten almarhum H Lukman Hakim dan Almarhum Djoewisno Margono Surosastro. 

Pemberian penghargaan dilakukan disela-sela acara seminar dan lokakarya peringatan HPN tahun 2016 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Kota Serang, Rabu (8/3). Gubernur Banten menyerahkan penghargaan melalui perwakilan keluarga, berupa, piagam penghargaan uang tunai serta voucher umroh.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten, Deden Apriandhi mengatakan penghargaan yang diberikan Pemprov Banten sebagai bentuk perhatian dan penghargaan Gubernur Banten terhadap insan pers. Menurut Deden, dua tokoh yang mendapat penghargaan ini karena semasa hidupnya telah mendedikasikan kinerja dan karyanya terhadap pembangunan jurnalistik di Banten.

"Ini berdasarkan masukan, saran dan informasi dari berbagai pihak, khususnya organisasi wartawan di Banten," kata Deden dalam sambutannya.
Deden menuturkan, Almarhum Lukman Hakim merupakan wartawan yang pernah bekerja diberbagai media nasional ataupun lokal. Dari pengalamannya ini Lukman, telah meraih berbagai penghargaan dan menghasilkan beberapa karya jurnalistik. Sedangkan Alm Joewisno pernah bekerja di KBRI-Antara, Harian Merdeka dan HU Kabar Banten. "Penghargaan ini diharapkan memotivasi para insan pers muda untuk lebih meningkatkan kinerjanya," tutur Deden.

Sementara itu Gubernur Banten Rano Karno S.IP mengatakan, pers sesungguhnya punya kekuatan luar biasa untuk membangun suatu bangsa dengan memberikan arah kemana mereka harus melangkah dan prioritas-prioritas apa yang harus mereka lakukan. 

"Pers dapat memberikan semangat, mendukung perubahan, dan memobilisasi masyarakat untuk berbagai tujuan yang baik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat; sesuai cita-cita kita bersama," ucap Gubernur dalam sambutannya.

Menurut Gubernur, hubungan pers dan pemerintah adalah hubungan yang dibawa oleh kepentingan bersama untuk menyampaikan dan menerima pesan, untuk menyampaikan dan menerima kontrol sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada kepentingan rakyat banyak. perangkat pemerintah sejak dulu menjadi keharusan bagi masyarakat. perangkat pers menjadi keharusan untuk masyarakat zaman sekarang dan seterusnya.

"Hubungan itu berada dalam semangat kerjasama, semangat seiring, semangat kekeluargaan yang menjadi ciri masyarakat indonesia. kebersamaan itu tidak meniadakan atau mengurangi posisi dan peranan masing-masing.

"Saya berharap kegiatan semiloka ini dapat menjadi sarana atau media untuk  'bertukar pikiran   dalam rangka merumuskan bagaimana efektivitas dan efisiensi untuk meningkatkan kemitraan dalam peningkatkan kualitas penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat di provinsi banten," tambahnya.(hmt)

Tubagus dan Ratu se Indonesia Akan Berkumpul di Kesultanan Banten

Diposkan oleh On 3/07/2016 02:50:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Pasca meninggalnya ketua umum Dzurriyat Kesultanan Banten, Tb Ismetullah Al-Abbas, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) lembaga adat dan kebudayaan tersebut akan melaksanakan Musyawarah Agung yang dihadiri oleh enam Ratu dan lima Tubagus guna membicarakan nasib institusi sejarah Sultan Banten.

"Almarhum Abah Tb Ismet pernah menitipkan amanah, agar di lanjutkannya keberlangsungan organisasi Dzurriyat Kesultanan Banten sebagai bentuk pengabdian di masyarakat," kata Ketua DPP Dzurriyat Kesultanan Banten, Tb Imamudin, Senin (07/03/2016).

Acara Musyawarah Agung sendiri akan berlangsung di Komplek Kesultanan Banten pada 26 Maret 2016 mendatang guna membahas nasib lima DPW dan berusaha memprerat tali silaturahmi antara Ratu dan Tubagus yang tersebar diseluruh Indonesia, yakni enam Ratu dan Tubagus berada di DKI Jakarta, Banten, Jabar, Sulawesi Utara, Bandar Lampung, Sumatera Selatan. Sedangkan lima DPW berada di Jatim, Jateng, Balikpapan, Ambon, dan Batam.

"melanjutkan apa yang sudah di lakukan almarhum abah Tb Ismet untuk membangun kejayaan Kesultanan Banten di masa kini dalam daulat NKRI. Agar di lanjutkannya perjuangan beliau dalam menata peradaban Kesultanan Banten yang unggul di masa yang akan datang," kata Sekjen DPP Dzurriyat Kesultanan Banten, Tubagus Saptani, Senin (07/03/2016).

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Sultan Muda Banten, Tb Ismetullah Al-Abbas meninggal dunia. Sehingga, posisi Ketua Umum Dzurriyat Kesultanan Banten kosong. Sedangkan kepengurusan lembaga adat dan budaya Kesultanan Banten tersebut harus tetap berlangsung hingga akhir tahun 2016 mendatang.
MUI Kota Serang Akui Faham Radikal Masih Beredar di Banten

Diposkan oleh On 1/27/2016 06:55:00 PM with No comments

Serang, bantencom – Kelompok radikal ISIS di Banten ditenggarai masih melakukan upaya hadir dan menjadikan Kota Serang sebagai basis organisasi ISIS. Hal ini diakibatkan oleh peran serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten tidak optimal dalam melakukan pembinaan terhadap umat di Banten.

Ditemui dikantor MUI Kota Serang, Banten, Sekertaris MUI Kota Serang Dr. KH. Amas Tajudin mengatakan bahwa masih ada warga Kota Serang yang memiliki faham radikalisme dari sekelompok organisasi dan berupaya menyebarkan faham tersebut ditengah masyarakat Kota Serang.

“saya akui  bahwa masih ada sekelompok orang yang memiliki faham radikal di Kota Serang, dan mengaku siap menjadi garda terdepan dalam hal menangkal perkembangan Faham radikal di Kota Serang dan mendukung upaya kepolisian dalam memberantas terorisme” katanya

MUI Kota Serang hanya dapat melakukan pencegahan pemikiran radikalisme agar tidak bekembang, seharusnya MUI melakukan pencegahan paham radikal terbukti dengan adanya dugaan pendeklarasian ISIS di salah satu masjid di Kota Serang beberapa waktu lalu yang sempat dibubarkan oleh petugas kepolisian.
Upaya yang dilakukan oleh sekelompok organisasi radikal ini dengn cara terselubung mengajak dan mendoktrin warga, sehingga masyarakat yang sudah tergalang dan bersimpati kemudian dibaiat untuk menjadi anggotanya, kegiatan seperti ini masih banyak mereka lakukan.

Terkait masih adanya upaya dari organisasi radikal tersebut, MUI Kota Serang terkesan membiarkan dan hanya melakukan kordinasi jika sudah ada yang terlibat.

Menanggapi tentang masih adanya warga masyarakat Kota Serang dan pendeklarasian organisasi faham radikalisme di Kota Serang, KH. Amas Tajudin berjanji akan melakukan kordinasi dengan semua pihak terkait dengan mengumpulkan para alim ulama dan tokoh-tokoh agama serta melibatkan pemerintah Kota Serang guna mencari cara menangkal pemahaman radikalisme agar tidak berkembang diwilayah Provinsi Banten khususnya Kota Serang.

“kita akan melakukan kordinasi dengan para alim ulama dan tokoh-tokoh islam serta melibatkan pemerintah Kota Serang untuk duduk bersama dalam mencari cara untuk menangkal paham radikalisme agar tidak berkembang di Banten khususnya di Kota Serang” Kata KH. Amas Tajudin