bantencom- Dalam masa hidupnya, mantan
Perdana Menteri Inggris, Margareth Hilda Thatcher, pernah mengunjungi
Indonesia pada April 1985. Itulah kunjungan pertama Thatcher ke Tanah
Air dan ia menyesal karena hanya bertamu dalam waktu sangat singkat.
Dikutip dari kliping harian Kompas
pada awal April 1985, kunjungan Thatcher selama tiga hari mulai Selasa
(9/4/1985) bertujuan untuk mempererat kerja sama kedua negara. Dalam
kunjungannya, ia sempat berkeliling Taman Mini Indonesia Indah dengan
diantar oleh Presiden RI Soeharto beserta Ibu Negara Ny Tien Soeharto.
Pembicaraan
Thatcher dengan Presiden Soeharto waktu itu meliputi berbagai topik,
khususnya mengenai pembangunan ekonomi Indonesia. Waktu itu Thatcher
berjanji bahwa Inggris akan memberikan bantuan lebih banyak kepada
Indonesia, terutama di bidang industri dan teknologi. Kedua belah pihak
juga membicarakan masalah dunia, antara lain masalah ekonomi dunia,
hubungan Timur-Barat, perlucutan senjata, ASEAN, Vietnam, dan masalah
Kamboja.
Dalam jumpa pers di Istana Negara, "The Iron Lady" juga
menyatakan rasa senangnya saat berkunjung di Indonesia. Ia sangat
terkesan akan keramahtamahan dan rasa persahabatan dari tuan rumah.
Bahkan dengan suara jelas dan tegas ia berkata, "Yang saya sesalkan dari
kunjungan saya ke Indonesia adalah singkatnya kunjungan itu."
Selain
mengunjungi ibu kota Negara, Thatcher juga berkunjung ke PT Nurtanio di
Bandung. Setelah jumpa pers di Istana Negara, ia dan suaminya diantar
oleh Presiden dan Nyonya Tien Soeharto ke Bandara Halim Perdanakusuma
menuju Bandung.
Thatcher dilepas dengan upacara kenegaraan dan
diiringi lagu kebangsaan kedua negara serta tembakan meriam sebanyak 19
kali. Dengan pesawat khusus Royal Air Force, ia dan rombongan tiba di
Bandung. Di sana ia berkunjung ke Institut Teknologi Bandung. Kunjungan
itu disambut meriah oleh mahasiswa serta warga Bandung, bahkan
anak-anak, yang berjejalan di jalan-jalan yang ia lewati. Sambutan itu
dibalas dengan senyum dan lambaian tangan dari Thatcher.
Thatcher
kemudian mengunjungi PT Nurtanio dan disambut oleh Menteri Riset dan
Teknologi BJ Habibie. Dalam kesempatan itu, Thatcher menilai bahwa
Inggris sebagai negara industri yang maju di bidang telekomunikasi,
sistem perancangan komputer, perangkat lunak dapat dimanfaatkan oleh
Indonesia.
Sumber: kompas.com