SERANG- bantencom- Untirta Movement Comunity (UMC) melakukan aksi tidur di jalan depan rumah Gubernur Banten. Para mahasiswa ini menilai pembangunan rumah dinas Atut ini serat dengan korupsi Rabu (24/4)
Setelah melakukan aksi tidur di depan pinntu masuk rumah gubernur, para pengunjuk rasa melakukan aksi bakar ban di perempatan alun alun. Para pengunjuk rasa juga menyayikan lagu Indinesia raya sambil mencaci maki kebijakan gubernur banten.
Aksi pembakaran 2 buah ban ini sempat membikin kemacetan para pengguna kendaraan di depan SMP Mardiyuana. Setalah api membumbung tinggi, para pengunjuk rasa meninggal kan ban yang tengah membumbung tinggi.
Setelah tidak berhasil masuk ke rumah dinas gunernur dari pintu utama, para pengunjuk rasa berusaha menerobos lewat pintu samping. Lagi lagi gagal, di pintu samping, para pengunjuk rasa juga dihadang Satpol PP dan polisi dari Polres Serang.
Dalam orasinya kali ini, Para pengunjuk rasa menggambarkan bahwa dana pembangunan rumah gubernur Banten dapat digunakan untuk membangun sebanyak 17 ribu rumah sederhana.
Pembangunan rumah dinas gubernur Banten telah menelan anggaran sebesar 16,41 milyar. Pembanguan ini menjadi bahan pembicaaraan banyak orang karena serat dengan aroma korupsi. Selain pembangunan fisik sebesar 16,41 milyar, anggaran untuk pembangunan rumah ini juga ditambah 5 milyar untuk mebeler rumah dinas.
Selain harga yang terlalu tinggi, pembangunan rumah gubernur Banten menjadi menarik perhatian karena sampai sekarang rumah tersebut tidak dipakai, gubernur masih tinggal di rumah pribadi. Di tahun 2012 Pemprov Banten masih masih meng anggarkan untuk sewa rumah gubernnur Banten sebesar 250 juta. ( EZ)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)