Bukannya tanpa alasan mereka tidak
mau telambat tiba di sekolah karena sejak senin kemarin mereka sedang menjalani
ujian nasional. Meski mempertaruhkan keselamatan mereka namun menyeberangi
sungai dengan menggunakan rakit ini merupakan jalan terdekat yang bisa ditempuh
oleh siswa untuk bisa tiba di sekolah.
Terkadang siswa juga harus sedikit
bersabar karena di lokasi penyeberangan tersebut hanya terdapat sebuah rakit
bambu yang digunakan secara bergantian. Meski sebagian siswa sudah sering
menyeberangi sungai tersebut dengan menggunakan rakit namun ada juga
siswa yang baru pertama kali menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit. karena sebelumnya selalu melewati jalan lain
yang jaraknya cukup jauh.
Rakit bambu yang digunakan oleh para
siswa untuk menyebrang ini merupakan inisiatif warga setelah satu-satunya
jembatan yang menghubungkan desa mereka dengan desa lain putus akibat diterjang
banjir pada bulan januari lalu.siswa berharap agar pihak pemerintah cepat
membuat jembatan di lokasi tersebut agar sejumlah siswa khusunya para pelajar
tidak keculitan untuk beraktifitas. “Ya moga aja jembatan cepat dibangun”ujar
salah satu siswa.
(Iman Santosa)